Gereja Ortodoks Rusia Kirim Relik Dmitry Donskoy untuk Perkuat Pasukan di Ukraina

Gereja Ortodoks Rusia mengirimkan fragmen relik Dmitry Donskoy, pangeran pejuang abad ke-14, kepada pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina. Pengiriman tersebut disebut bertujuan memberikan penguatan spiritual kepada para prajurit sekaligus membantu mereka meraih kemenangan dalam perang.

Relik yang dibawa bukan seluruh jenazah Dmitry Donskoy, melainkan sebagian dari tangan kanannya. Di Rusia, Donskoy dihormati sebagai tokoh penting karena kemenangan yang diraihnya atas Gerombolan Emas Mongol pada 1380. Gereja kemudian menempatkan sosok pangeran tersebut sebagai simbol pembela tanah air dalam konteks perang yang sedang berlangsung.

Relik Dmitry Donskoy Dibawa ke Donetsk

Menurut laporan The Guardian, relik tersebut pertama kali dibawa pada Selasa, 8 September, ke monumen peringatan perang Saur-Mogila. Monumen itu berada di wilayah Donetsk yang saat ini diduduki Rusia. Di lokasi tersebut, para pemuka agama Ortodoks senior menggelar kebaktian doa bersama sejumlah perwakilan militer Rusia.

Gereja Ortodoks Rusia menyatakan bahwa kehadiran relik itu dimaksudkan untuk menghadirkan sosok “panglima suci” di tempat yang disebut sebagai lokasi penentuan nasib tanah air. Dalam pernyataannya, gereja menggambarkan Donskoy seolah-olah turut mengambil tempat secara tidak terlihat di barisan yang sama dengan para prajurit Rusia.

“Panglima suci akan pergi ke tempat di mana nasib tanah air ditentukan hari ini, agar ia dapat secara tak terlihat mengambil tempatnya di barisan pertempuran yang sama dengan para pembela kita.”

Metropolitan Vladimir dari Donetsk dan Mariupol, pemimpin senior Gereja Ortodoks Rusia yang diangkat oleh Rusia, mengatakan kehadiran relik tersebut dapat membantu tentara dan warga sipil memobilisasi kekuatan mereka. Ia juga mengaitkan relik itu dengan upaya untuk mengamankan kemenangan atas musuh.

Dukungan Gereja terhadap Perang Rusia di Ukraina

Perjalanan relik Dmitry Donskoy dipandang sebagai contoh terbaru dari dukungan kuat Gereja Ortodoks Rusia terhadap perang di Ukraina. Sejak Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, hierarki gereja disebut terlibat secara aktif dalam berbagai upaya yang berkaitan dengan perang tersebut.

Para imam telah dikirim ke unit-unit militer serta wilayah yang diduduki Rusia. Sementara itu, gereja-gereja di berbagai wilayah Rusia diinstruksikan untuk membacakan doa yang memohon kepada Tuhan agar memberikan kemenangan.

Hubungan antara Putin dan Gereja Ortodoks Rusia juga dinilai semakin dekat selama lebih dari dua dekade masa kekuasaannya. Putin bahkan disebut menghadiri secara pribadi upacara yang berkaitan dengan penggalian relik Dmitry Donskoy.

Kritik terhadap Penggalian Makam Dmitry Donskoy

Pengiriman relik tersebut tidak lepas dari kritik. Sejumlah pengkritik menilai gereja telah melanggar protokol keagamaan dengan membuka kembali makam Dmitry Donskoy yang telah berusia berabad-abad.

Lokasi pemakaman pangeran itu sebenarnya telah lama diketahui. Namun, Gereja Ortodoks Rusia sebelumnya tidak berupaya menggali jenazah tersebut setelah Donskoy dikanonisasi pada 1988.

Alexander Zanemonets, pendeta Ortodoks sekaligus sejarawan yang berbasis di luar Rusia, menilai keputusan untuk menggali kembali relik itu hampir empat dekade setelah kanonisasi Donskoy tampaknya berkaitan dengan tuntutan patriotisme pada masa perang.

Dalam artikel yang ditulis untuk lembaga kajian Carnegie, Zanemonets mempertanyakan langkah yang dapat dilakukan kepemimpinan Gereja Ortodoks Rusia untuk menunjukkan dukungan terhadap apa yang disebut Moskow sebagai “operasi militer khusus”. Menurutnya, penggalian relik tersebut menjadi salah satu bentuk terbaru dari dukungan itu.

Dmitry Donskoy sebagai Simbol Pembela Tanah Air

Zanemonets juga menilai penggambaran Dmitry Donskoy sebagai pembela tanah air sejalan dengan narasi Kremlin mengenai perang di Ukraina. Pemerintah Rusia selama ini menegaskan bahwa negaranya sedang membela diri, bukan melakukan perang agresi terhadap negara tetangga.

Dengan demikian, relik Donskoy tidak hanya ditempatkan sebagai peninggalan keagamaan dan sejarah. Relik tersebut juga digunakan dalam pesan spiritual serta patriotik yang ditujukan kepada tentara dan masyarakat Rusia.

Kesimpulan

Pengiriman sebagian relik tangan kanan Dmitry Donskoy ke pasukan Rusia di Ukraina menunjukkan semakin eratnya hubungan antara simbol keagamaan, sejarah, dan narasi perang Moskow. Gereja Ortodoks Rusia menyebut relik itu dapat memperkuat semangat prajurit dan membantu meraih kemenangan, sementara para kritikus mempertanyakan penggalian makam serta motif patriotik di baliknya.

Ke depan, penggunaan tokoh sejarah dan peninggalan keagamaan dalam konteks perang kemungkinan akan terus menjadi perhatian. Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana warisan sejarah dan keyakinan agama diposisikan untuk mendukung pesan politik serta militer Rusia terkait konflik di Ukraina.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment