Taylor Swift Diabadikan dalam Nama Genus dan Spesies Serangga Baru dari Australia
Taylor Swift kembali mencatatkan torehan unik di luar dunia musik. Nama penyanyi pelantun Cruel Summer tersebut kini diabadikan sebagai inspirasi penamaan satu genus dan sejumlah spesies serangga baru pemakan tumbuhan yang berasal dari Australia.
Penamaan itu dilakukan oleh tim peneliti dari University of California, Riverside (UCR), yang menemukan dan mendeskripsikan 12 spesies serangga baru. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Insect Systematics and Evolution. Dari temuan tersebut, salah satu genus diberi nama Swiftiephylus, yang terinspirasi dari julukan para penggemar Taylor Swift, yakni Swiftie.
Genus Swiftiephylus Terinspirasi dari Julukan Penggemar Taylor Swift
Nama Swiftiephylus merupakan gabungan dari kata “Swiftie” dan “Phylus”, istilah yang merujuk pada kelompok serangga tersebut. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan yang cukup unik kepada Taylor Swift sekaligus memberikan identitas khusus bagi kelompok serangga yang baru diteliti itu.
Tidak hanya nama genus, beberapa spesies dalam kelompok tersebut juga mendapatkan nama yang berkaitan langsung dengan sang musisi dan karya-karyanya. Dari 12 spesies baru yang dipublikasikan, empat di antaranya memiliki nama yang terinspirasi dari nama Taylor Swift serta judul album-album terkenalnya.
Empat Spesies Terinspirasi dari Taylor Swift dan Album Musiknya
Empat spesies yang dimaksud adalah Swiftiephylus taylorae, Swiftiephylus amator, Swiftiephylus intrepidus, dan Swiftiephylus poetorum. Masing-masing nama tersebut memiliki kaitan dengan Taylor Swift atau album yang pernah dirilisnya.
- Swiftiephylus taylorae, yang terinspirasi dari nama Taylor.
- Swiftiephylus amator, yang berkaitan dengan album Lover.
- Swiftiephylus intrepidus, yang terinspirasi dari album Fearless.
- Swiftiephylus poetorum, yang merujuk pada album The Tortured Poets Department.
Variety memberitakan pada Rabu (9/9) bahwa Sarah Schroeder, kandidat doktor bidang entomologi di UCR, menjelaskan alasan di balik pemilihan nama tersebut. Sebagai penggemar Taylor Swift, Schroeder berharap popularitas sang musisi dapat membantu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati dan pentingnya konservasi serangga.
Warna Tubuh Serangga Mirip Penampilan Taylor Swift
Selain karena kecintaan terhadap Taylor Swift, aspek visual serangga juga menjadi salah satu alasan di balik penamaan tersebut. Serangga dari genus Swiftiephylus memiliki perpaduan warna kuning pucat dengan sentuhan merah pada tubuhnya.
Perpaduan warna itu dinilai mengingatkan pada penampilan khas Taylor Swift, terutama rambut pirangnya dan penggunaan pemerah bibir yang ikonis. Kemiripan visual tersebut menjadi unsur tambahan yang membuat penamaan serangga ini semakin berkaitan dengan sang penyanyi.
Serangga Hidup di Pohon She-Oak Australia
Serangga-serangga dalam genus Swiftiephylus diketahui hidup di pohon she-oak, salah satu jenis pohon khas Australia. Meski termasuk serangga pemakan tumbuhan, keberadaannya dipastikan aman karena tidak tergolong hama bagi manusia maupun hewan.
Spesies tersebut berasal dari famili Miridae. Spesimen serangga ini sebenarnya telah dikumpulkan dalam rentang 1995 hingga 2004 melalui penelitian keanekaragaman hayati yang melibatkan American Museum of Natural History dan para peneliti Australia.
Namun, spesimen yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun itu baru dapat diteliti secara taksonomi dan dideskripsikan secara resmi pada saat ini. Proses tersebut menunjukkan bahwa koleksi hasil penelitian terdahulu masih dapat memberikan informasi penting bagi pengenalan keanekaragaman hayati.
Kesimpulan
Penggunaan nama Taylor Swift untuk genus dan sejumlah spesies serangga baru menjadi perpaduan menarik antara budaya populer dan ilmu pengetahuan. Nama Swiftiephylus serta empat nama spesies yang terinspirasi dari Taylor Swift dan album-albumnya tidak hanya memberikan identitas unik, tetapi juga diharapkan dapat menarik perhatian publik terhadap penelitian entomologi.
Ke depan, penyematan nama tokoh populer pada temuan ilmiah seperti ini berpotensi membantu memperkenalkan isu keanekaragaman hayati kepada khalayak yang lebih luas. Dalam kasus ini, popularitas Taylor Swift diharapkan turut mendorong kepedulian terhadap keberadaan dan konservasi serangga di Australia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment