Penumpang KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Selamat, Tangis Haru Istri Pecah di Pelabuhan Tanjung Perak

Surabaya – Kabar hilangnya kontak Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa membuat keluarga penumpang diliputi kecemasan. Salah satunya Ela Nur Atika, perempuan asal Mojokerto, Jawa Timur, yang menunggu kabar suaminya, Saiful Nuruddin, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Minggu (13/9).

Ela duduk bersila di lantai tepat di depan ruang tunggu pelabuhan sambil menggenggam ponsel hitam dengan kedua tangannya. Berkali-kali ia menatap layar, berharap ada pesan atau panggilan yang membawa kabar tentang kondisi suaminya. Wajahnya basah oleh air mata, sementara kerudung abu-abu yang dikenakannya sesekali digunakan untuk menyeka tangis.

Di tengah lalu lalang orang-orang di sekitar pelabuhan, Ela tampak terpaku pada satu titik. Perhatiannya sepenuhnya tertuju pada kabar mengenai Saiful, yang menjadi salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak ketika sedang berlayar di perairan Laut Jawa.

Komunikasi Terakhir Ela dan Suaminya

Saiful berangkat sebagai sopir truk ekspedisi bersama seorang rekan kerjanya. Menurut penuturan Ela, keduanya berangkat untuk mengantarkan truk bermuatan paket menuju Banjarmasin. Komunikasi terakhir antara Ela dan suaminya berlangsung melalui panggilan video pada Sabtu (12/9) pagi, tidak lama setelah kapal bertolak dari Surabaya.

Ela mengatakan, jadwal keberangkatan kapal semestinya pada pukul 02.00 WIB. Namun, keberangkatan mengalami keterlambatan. Panggilan video terakhir dengan Saiful berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB.

“Suami berangkat berdua sama teman. Sama-sama driver. Ini tiketnya itu jam 02.00 WIB dini hari, tapi kapalnya keterlambatan. Tiketnya kan jam 02.00 WIB, harusnya berangkatnya. Terus terlambat. Jam 07.30 WIB itu video call terakhir,” kata Ela saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (13/9).

Sekitar satu jam setelah komunikasi terakhir tersebut, Ela kembali berusaha menghubungi suaminya. Ia mengirim pesan melalui WhatsApp, tetapi tidak memperoleh balasan. Pesan itu memang telah terbaca, namun Saiful tidak kunjung merespons.

“Terus enggak tahu ke mana, enggak ada kabar, terakhir waktu komunikasi itu 07.30 WIB. Terus di-WA lagi tuh jam 08.30 WIB dibuka, tapi enggak dibalas,” ujar Ela.

Kepergian Saiful Merupakan Rutinitas Kerja

Ela mengaku tidak merasakan firasat apa pun ketika suaminya berangkat. Baginya, perjalanan Saiful merupakan rutinitas pekerjaan yang biasa dilakukan, seperti keberangkatan-keberangkatan sebelumnya.

Saiful juga bukan kali pertama menempuh perjalanan laut dengan membawa truk bermuatan paket ke Banjarmasin. Berdasarkan penuturan Ela, suaminya telah dua kali menjalani rute tersebut. Meski demikian, Saiful lebih sering mendapat tugas mengantarkan barang ke Jakarta dan Semarang.

“Dua kali. Biasanya ke Jakarta sama ke Semarang,” ucap Ela.

Rasa cemas Ela semakin besar setelah kabar mengenai hilangnya kontak KM Virgo Transport 8 tersebar. Ia memilih datang dan menunggu di Pelabuhan Tanjung Perak bersama keluarga, berharap segera mendapatkan informasi mengenai keberadaan Saiful dan rekan kerjanya.

Tangis Haru Setelah Mendengar Saiful Selamat

Ketegangan yang dirasakan Ela akhirnya berubah menjadi kelegaan. Tidak lama kemudian, salah satu saudara yang berada di dekatnya menerima informasi bahwa Saiful telah dievakuasi dalam keadaan selamat.

Kabar tersebut membuat tangis Ela yang sebelumnya tertahan langsung pecah. Ia berdiri dan berlari kecil untuk memeluk ayah serta ibunya. Sambil terisak, Ela meluapkan rasa lega setelah menunggu kabar suaminya dalam ketidakpastian.

Momen itu menjadi titik balik bagi keluarga Ela di tengah suasana duka dan kecemasan yang menyelimuti para keluarga penumpang lain. Informasi mengenai keselamatan Saiful setidaknya memberikan kepastian bagi keluarganya setelah komunikasi terputus sejak pagi.

Data Evakuasi Penumpang KM Virgo Transport 8

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Kapal itu disebut membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 113 orang telah dievakuasi. Sebanyak 107 orang di antaranya dilaporkan selamat, sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, 130 orang lainnya masih dalam pencarian. Proses pencarian dan evakuasi menjadi perhatian utama setelah kapal tersebut dilaporkan hilang kontak di tengah pelayaran.

Kesimpulan

Kisah Ela Nur Atika menggambarkan kecemasan keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 setelah kapal kehilangan kontak di perairan Laut Jawa. Penantian panjang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berakhir dengan kabar menggembirakan setelah Saiful Nuruddin, suaminya, dilaporkan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Meski demikian, masih terdapat 130 orang yang belum ditemukan berdasarkan data evakuasi yang tersedia. Keluarga para penumpang lainnya masih menanti kepastian mengenai keberadaan kerabat mereka. Pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan diharapkan terus dilakukan hingga seluruh data dan kondisi penumpang dapat dipastikan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment