Militer Yaman Klaim Lancarkan 13 Serangan Udara ke Posisi Houthi
Militer Yaman melaporkan telah melancarkan 13 serangan udara terhadap kelompok Houthi di sejumlah wilayah Yaman tengah pada Senin (7/9) pagi. Serangan tersebut disebut menyasar berbagai target strategis, mulai dari posisi dan perkumpulan anggota Houthi hingga kendaraan militer serta peluncur rudal.
Informasi itu disampaikan di tengah kembali memanasnya pertempuran di sejumlah front Yaman. Situasi tersebut menandai meningkatnya ketegangan setelah periode relatif tenang yang berlangsung pascagencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak April 2022.
13 Serangan Udara Menargetkan Posisi Houthi
Menurut Pusat Media Angkatan Bersenjata Yaman, serangan udara dilakukan terhadap sejumlah lokasi di Provinsi Al-Bayda. Beberapa distrik yang menjadi sasaran meliputi Al-Sharyah, Dhi Na’im, Al-Bayda, dan Al-Sawadiyah.
Militer Yaman menyebut target serangan tidak hanya berupa posisi pertahanan Houthi. Pesawat tempur juga diarahkan ke area perkumpulan anggota kelompok tersebut, kendaraan militer, serta peluncur rudal yang berada di sejumlah lokasi.
Rangkaian serangan itu menjadi bagian dari operasi militer Yaman untuk menekan aktivitas Houthi di wilayah tengah negara tersebut. Namun, informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut berasal dari klaim militer Yaman dan tidak disertai keterangan terpisah mengenai kerusakan atau korban dari pihak Houthi akibat seluruh serangan udara tersebut.
Ruang Komando dan Sistem Pengawasan Houthi Hancur
Dalam operasi terpisah di bagian selatan Provinsi Al-Dhale, pesawat tempur Yaman dilaporkan menghancurkan ruang komando dan kendali milik Houthi. Fasilitas tersebut berada di Gunung Nasa, tepatnya di front Murais.
Militer Yaman juga menyatakan serangan itu menghancurkan sistem pengawasan termal yang digunakan oleh Houthi. Sistem tersebut disebut berada di kawasan yang sama dengan ruang komando dan kendali yang menjadi sasaran.
Setelah menghantam fasilitas tersebut, pesawat tempur Yaman dilaporkan kembali menyerang kerumunan anggota Houthi yang berada di area tersebut. Militer Yaman tidak merinci jumlah korban dari serangan terhadap kerumunan itu.
Militer Yaman Klaim Rebut Sejumlah Posisi
Beberapa jam sebelum laporan mengenai 13 serangan udara tersebut, militer Yaman mengklaim telah merebut kembali sejumlah posisi di Provinsi Taiz dan Al-Hudaydah. Operasi itu disertai bentrokan dengan kelompok Houthi.
Dalam bentrokan tersebut, lebih dari 20 pejuang Houthi dilaporkan tewas atau terluka. Pernyataan itu disampaikan oleh pihak militer Yaman sebagai bagian dari laporan perkembangan operasi di sejumlah wilayah konflik.
Selain operasi darat, militer Yaman juga melaporkan serangkaian serangan udara terhadap posisi Houthi di Provinsi Taiz, Al-Hudaydah, Marib, dan Al-Jawf. Laporan tersebut menunjukkan bahwa operasi militer berlangsung di beberapa front secara bersamaan.
Konflik Yaman Kembali Memanas
Pertempuran di sejumlah front Yaman kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Anadolu Agency melaporkan, kondisi tersebut terjadi seiring bertambahnya serangan balasan sejak Juli.
Meningkatnya serangan balasan itu sekaligus mengakhiri periode relatif tenang setelah gencatan senjata yang dimediasi PBB mulai berlaku pada April 2022. Sejak saat itu, perkembangan di lapangan kembali diwarnai bentrokan dan serangan terhadap posisi masing-masing pihak.
Perkembangan Konflik Masih Menjadi Perhatian
Dengan adanya serangan udara di Al-Bayda dan Al-Dhale, serta operasi militer di Taiz, Al-Hudaydah, Marib, dan Al-Jawf, eskalasi di Yaman masih menjadi perhatian. Klaim mengenai keberhasilan operasi dan jumlah korban perlu dilihat berdasarkan informasi dari masing-masing pihak yang terlibat.
Ke depan, perkembangan situasi di berbagai front akan menentukan apakah intensitas pertempuran terus meningkat atau kembali mereda. Untuk saat ini, laporan mengenai serangan udara dan bentrokan terbaru menunjukkan bahwa periode ketenangan di Yaman telah menghadapi tantangan baru.
Kesimpulan
Militer Yaman mengklaim melancarkan 13 serangan udara terhadap posisi Houthi di Yaman tengah pada Senin (7/9) pagi. Serangan tersebut menyasar posisi, perkumpulan, kendaraan militer, peluncur rudal, ruang komando, serta sistem pengawasan termal milik Houthi.
Militer Yaman juga melaporkan perebutan sejumlah posisi di Taiz dan Al-Hudaydah serta bentrokan yang menewaskan atau melukai lebih dari 20 pejuang Houthi. Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan kembali memanasnya konflik Yaman setelah periode relatif tenang pascagencatan senjata yang dimediasi PBB.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment