Pemulung di Bekasi Temukan Granat Aktif, Tim Jibom Polda Metro Jaya Lakukan Evakuasi
Pemulung di Bekasi Temukan Granat Aktif, Tim Jibom Polda Metro Jaya Lakukan Evakuasi
Seorang pemulung menemukan benda mencurigakan yang ternyata merupakan granat aktif di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian sehingga Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Metro Jaya turun tangan untuk mengamankan dan mengevakuasi benda berbahaya itu.
Granat ditemukan pada Senin malam, 17 Agustus. Setelah menerima laporan dari warga, petugas Polsek Tambun Selatan langsung mendatangi lokasi. Polisi kemudian memasang garis pengaman di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area penemuan.
Awalnya Dilihat oleh Seorang Pemulung
Informasi mengenai penemuan granat bermula ketika seorang pemulung melihat benda yang tampak mencurigakan. Benda tersebut kemudian dilaporkan oleh warga kepada Polsek Tambun Selatan untuk memastikan keamanan lokasi dan mengetahui jenis benda yang ditemukan.
Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti mengatakan, laporan awal diterima setelah pemulung menemukan benda mencurigakan tersebut. Warga selanjutnya meneruskan informasi kepada kepolisian agar dapat segera ditangani oleh petugas yang memiliki kewenangan dan kemampuan khusus.
Langkah pengamanan dilakukan dengan memasang garis polisi di sekitar lokasi. Warga juga diminta menjauhi area penemuan dalam radius sekitar 50 meter dari TKP. Imbauan itu diberikan untuk mencegah masyarakat berada terlalu dekat dengan granat yang masih dalam kondisi aktif.
Tim Jibom Evakuasi Granat ke Markas Gegana
Setelah melakukan pengamanan awal, Tim Jibom Polda Metro Jaya datang ke lokasi untuk mengevakuasi granat tersebut. Proses penanganan dilakukan oleh personel yang memiliki keahlian khusus dalam menghadapi benda diduga memiliki daya ledak.
Kompol Wuryanti menjelaskan, granat yang ditemukan kemudian dibawa ke Markas Gegana. Di tempat tersebut, benda itu akan menjalani proses disposal sesuai dengan prosedur yang berlaku. Evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keamanan petugas maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Penanganan oleh Tim Jibom menjadi langkah penting karena granat tersebut masih berstatus aktif. Masyarakat yang berada di sekitar TKP pun diminta mengikuti arahan petugas dan tidak mencoba memindahkan, menyentuh, atau memeriksa benda mencurigakan secara langsung.
Granat Berkarat dan Diduga Buatan Inggris
Berdasarkan keterangan kepolisian, benda tersebut merupakan bom militer jenis granat tangan. Granat itu memiliki diameter sekitar 60 milimeter, panjang kurang lebih 100 milimeter, serta berat sekitar 410 gram.
Meski sudah terlihat sangat berkarat, granat tersebut masih dalam kondisi aktif. Benda itu juga dilengkapi dengan safety pin dan safety lever. Kepolisian menduga granat tersebut merupakan produk buatan Inggris, tetapi asal-usul dan bagaimana benda itu bisa berada di lokasi penemuan belum diketahui.
Wuryanti menyebut granat tersebut diperkirakan merupakan barang lama. Kondisinya yang telah berkarat menunjukkan bahwa benda itu sudah berusia cukup tua. Namun, kondisi fisik tersebut tidak menghilangkan potensi bahaya karena granat masih dinyatakan aktif.
Polisi Imbau Warga Melapor melalui Call Center 110
Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan benda yang bentuknya menyerupai granat atau benda lain yang dianggap mencurigakan. Masyarakat tidak disarankan mengambil, menggeser, atau membawa benda tersebut ke tempat lain.
Kompol Wuryanti mengimbau warga menghubungi call center 110 jika menemukan benda mencurigakan. Laporan yang cepat dapat membantu petugas melakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai prosedur, sekaligus mengurangi risiko terhadap warga di sekitar lokasi.
Kesimpulan
Penemuan granat aktif oleh seorang pemulung di Tambun Selatan, Bekasi, ditangani oleh kepolisian bersama Tim Jibom Polda Metro Jaya. Granat tangan berkarat yang diduga buatan Inggris itu telah dievakuasi ke Markas Gegana untuk menjalani disposal sesuai prosedur.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan keberadaan benda mencurigakan. Ke depan, warga diharapkan tetap berhati-hati, menjaga jarak dari benda tersebut, serta segera menghubungi call center 110 agar penanganan dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment