Polisi Malaysia Tangkap Pilot Kedua dalam Kasus Jaringan Narkoba Internasional

Polisi Malaysia menangkap seorang pilot kedua yang diduga berkaitan dengan jaringan perdagangan narkoba internasional. Penangkapan ini menjadi bagian dari pengembangan kasus yang sebelumnya melibatkan seorang pilot Malaysia Airlines. Pilot tersebut lebih dulu ditangkap di Indonesia setelah diduga menyelundupkan narkoba senilai RM45 juta atau sekitar Rp170 miliar melalui bandara.

Penangkapan pilot kedua dilakukan ketika aparat Malaysia memperluas penyelidikan berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemeriksaan terhadap pilot pertama. Hingga saat ini, total tersangka yang telah diamankan dalam perkara tersebut mencapai tujuh orang.

Pilot Kedua Ditangkap di Lembah Klang

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Bukit Aman, Hussein Omar Khan, mengungkapkan bahwa pilot kedua ditangkap di wilayah Lembah Klang, Malaysia. Penangkapan tersebut dilakukan dua hari sebelum pernyataan disampaikan pada Rabu (9/11).

Menurut Hussein, tersangka berusia sekitar 30-an. Namun, berbeda dari dugaan terhadap pilot pertama, pilot kedua ini disebut berperan dalam pengelolaan uang, terutama terkait proses transfer dana.

“Dia ditangkap di daerah Lembah Klang dan berusia sekitar 30-an. Dia terlibat dalam pengelolaan uang, khususnya dalam transfer uang,” kata Hussein, seperti dilaporkan The Straits Times.

Hasil Tes Urine Negatif Narkoba

Polisi Malaysia menyatakan bahwa tersangka telah menjalani tes urine. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa pilot kedua itu negatif narkoba.

Meski demikian, hasil tes tersebut tidak menghentikan proses penyelidikan terhadap dugaan keterlibatannya dalam jaringan perdagangan narkoba. Polisi tetap menelusuri peran tersangka, terutama dalam kaitannya dengan pengelolaan dan pemindahan dana.

“Tes narkoba yang dilakukan menunjukkan bahwa dia negatif narkoba. Jadi penangkapan ini menjadikan total penangkapan menjadi tujuh orang hingga saat ini,” ujar Hussein.

Diduga Bekerja untuk Maskapai Berbeda

Polisi Malaysia meyakini pilot kedua bekerja untuk maskapai penerbangan yang berbeda dari pilot pertama. Informasi tersebut menambah dugaan bahwa jaringan ini memiliki keterkaitan dengan lebih dari satu pihak di sektor penerbangan.

Kendati demikian, berdasarkan informasi yang tersedia, aparat belum mengungkapkan nama maskapai tempat pilot kedua bekerja. Polisi juga masih menyelidiki sejauh mana hubungan tersangka dengan pilot Malaysia Airlines yang ditangkap di Indonesia.

Enam Tersangka Lain Lebih Dulu Diamankan

Sebelum menangkap pilot kedua, polisi Malaysia telah mengamankan enam tersangka lainnya. Penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemeriksaan terhadap pilot pertama.

Para tersangka tersebut diduga berperan sebagai pemasok dan kurir yang menyediakan narkoba kepada pilot pertama. Peran mereka menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengungkap rantai pasokan serta jaringan yang berada di balik penyelundupan narkoba tersebut.

NCID Malaysia Bantu Penyelidikan di Jakarta

Dalam rangka mendalami kasus tersebut, tim NCID Malaysia sebelumnya dikirim ke Jakarta pada 11-15 Agustus. Tim itu membantu proses penyelidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap pilot pertama yang ditangkap di Indonesia.

Pilot pertama merupakan warga Malaysia. Ia ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah tiba dari Kuala Lumpur menggunakan penerbangan Malaysia Airlines MH727 pada akhir Juli.

Penangkapan di Indonesia tersebut menjadi titik awal bagi polisi Malaysia untuk menelusuri dugaan jaringan perdagangan narkoba lintas negara. Dari pemeriksaan terhadap pilot pertama, aparat kemudian memperoleh informasi yang mengarah pada penangkapan enam tersangka lain, termasuk pilot kedua yang diduga menangani transfer uang.

Kesimpulan

Penangkapan pilot kedua menambah daftar tersangka dalam penyelidikan jaringan narkoba internasional menjadi tujuh orang. Polisi Malaysia menduga pilot tersebut memiliki peran dalam pengelolaan dan transfer uang, meskipun hasil tes urine menunjukkan bahwa ia negatif narkoba.

Dengan adanya keterlibatan tersangka yang diduga berasal dari maskapai berbeda, penyidik masih perlu menelusuri hubungan antara setiap pihak dalam jaringan tersebut. Penyelidikan lanjutan diharapkan dapat mengungkap alur pemasokan narkoba, peran para kurir, serta mekanisme pendanaan yang digunakan dalam kasus ini.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment