Basarnas Persempit Operasi Pencarian KM Virgo Transport 8 Menjadi Enam Sektor
Basarnas mengungkapkan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa masih dalam kondisi terapung dengan posisi telungkup. Informasi tersebut disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan pada Senin (14/9). Kondisi kapal yang telah diketahui menjadi dasar bagi tim SAR untuk menyesuaikan strategi pencarian dan evakuasi korban.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut berangkat pada Sabtu (12/9), kemudian dinyatakan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Berdasarkan informasi Basarnas, kapal membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru.
Kapal Ditemukan Terapung dalam Posisi Telungkup
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa kapal yang mengalami insiden telah diketahui keberadaannya. KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam kondisi terbalik, tetapi masih terapung dan berada dalam posisi telungkup di permukaan laut.
“Kondisi kapal yang mengalami terbalik dan kondisinya terapung dalam kondisi telungkup,” ujar Syafii saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Penemuan posisi kapal menjadi informasi penting dalam pelaksanaan operasi pencarian. Dengan datum atau titik lokasi kapal yang telah diketahui, Basarnas mengubah pola pencarian yang sebelumnya dibagi menjadi delapan sektor. Operasi tersebut kemudian dipusatkan menjadi enam sektor agar pencarian korban dapat dilakukan secara lebih efektif.
Basarnas Kerahkan Tim Penyelamatan Bawah Air
Dalam pencarian hari kedua, Basarnas mengerahkan Basarnas Special Group atau BSG. Tim tersebut memiliki kemampuan khusus dalam operasi penyelamatan dan pencarian di bawah air. Penggunaan tim khusus ini diharapkan dapat membantu proses evakuasi, terutama untuk menjangkau area di sekitar kapal yang terbalik.
Libatkan TNI AL dan Peralatan Pendukung
Selain BSG, operasi pencarian juga melibatkan berbagai unsur dari TNI Angkatan Laut. Personel dari Komando Pasukan Katak atau Kopaska serta tim penyelam TNI AL turut dikerahkan untuk membantu pencarian korban.
Basarnas juga mengoperasikan drone laut milik TNI AL. Peralatan tersebut digunakan sebagai bagian dari upaya memperluas kemampuan pencarian di laut. Syafii berharap dukungan personel dan peralatan dari berbagai unsur dapat membuat operasi hari kedua berjalan lebih efektif, sekaligus mempercepat penemuan dan evakuasi korban.
114 Korban Berhasil Dievakuasi
Hingga informasi tersebut disampaikan, sebanyak 114 korban telah berhasil dievakuasi dari total 243 orang yang berada di dalam KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara enam korban lainnya meninggal dunia.
Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang berada dalam proses pencarian. Basarnas memprioritaskan pencarian terhadap korban yang diperkirakan masih terapung di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR juga berharap dapat menemukan korban dalam kondisi selamat.
Fokus terhadap korban yang terapung menjadi bagian dari strategi pencarian setelah posisi kapal diketahui. Operasi dilakukan dengan membagi area pencarian ke dalam enam sektor, sehingga setiap unsur yang terlibat dapat bekerja pada wilayah yang telah ditentukan.
Lima Jenis Pesawat Dikerahkan untuk Pencarian Udara
Pencarian korban tidak hanya dilakukan melalui jalur laut. Basarnas dan sejumlah instansi terkait mengerahkan lima jenis pesawat untuk melakukan pemantauan dari udara.
Unsur udara yang terlibat antara lain helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas. TNI AL mengerahkan helikopter jenis Dauphin dan pesawat CN-235. Sementara itu, kepolisian turut mengoperasikan helikopter jenis Dauphin, sedangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengerahkan pesawat Cessna Caravan.
Pengerahan armada udara tersebut diharapkan dapat membantu tim menemukan korban yang berada di permukaan laut. Pencarian dari udara juga menjadi pendukung bagi operasi yang dilakukan oleh kapal-kapal SAR dan tim penyelam.
17 Kapal Dilibatkan dalam Operasi Laut
Dari unsur laut, sebanyak 17 unit kapal dikerahkan dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8. Beberapa kapal yang terlibat di antaranya KN SAR Laksamana, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, dan KN SAR Permadi.
Selain kapal Basarnas, operasi tersebut juga melibatkan sejumlah kapal TNI AL, seperti KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI Nalah, KRI Pulau Fanildo, serta KRI Canopus. Kapal-kapal lain berasal dari berbagai unsur yang mendukung pencarian, termasuk PSDKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan, kepolisian, serta jajaran Kementerian Perhubungan.
Operasi Pencarian Dilanjutkan dengan Enam Sektor
Basarnas akan memaksimalkan pencarian pada enam sektor yang telah ditetapkan. Perubahan pola dari delapan sektor menjadi enam sektor dilakukan karena titik lokasi kapal telah diketahui. Dengan cakupan yang lebih terarah, tim SAR diharapkan dapat memusatkan pencarian pada area yang memiliki peluang lebih besar untuk menemukan korban.
Kesimpulan
KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa diketahui masih terapung dalam posisi telungkup. Basarnas kemudian menyesuaikan pola operasi pencarian dari delapan sektor menjadi enam sektor setelah datum kapal diketahui. Hingga saat ini, 114 korban telah dievakuasi, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi pencarian terus diperkuat dengan mengerahkan BSG, tim penyelam TNI AL, Kopaska, drone laut, lima jenis pesawat, serta 17 kapal dari berbagai instansi. Ke depan, Basarnas akan memprioritaskan pencarian terhadap korban yang terapung dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar proses pencarian serta evakuasi dapat berlangsung lebih efektif.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment