Basarnas Kerahkan Kopaska dan Tim Penyelam Cari 129 Korban Virgo Transport 8

Basarnas mengerahkan personel dengan kemampuan khusus untuk mendukung operasi pencarian bawah air atau underwater terhadap korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Operasi tersebut melibatkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut, Basarnas Special Group (BSG), serta tim khusus penyelam lainnya.

Pencarian dilakukan setelah kapal yang membawa 243 penumpang tersebut dilaporkan hilang kontak di Perairan Masalembo, Laut Jawa. Hingga perkembangan operasi SAR yang disampaikan pada Senin (14/9), sebanyak 129 korban masih belum ditemukan. Basarnas menyiapkan KRI Canopus untuk mendukung pencarian bawah air, tetapi penerjunan penyelam masih menunggu kondisi arus yang lebih aman.

Basarnas Siapkan Operasi Pencarian Bawah Air

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan personel dari sejumlah unsur telah dipersiapkan untuk menjalankan operasi pencarian bawah air di sekitar lokasi kecelakaan. Tim tersebut terdiri atas personel Basarnas, BSG, Kopaska TNI AL, serta penyelam lain yang memiliki kemampuan khusus.

Menurut Mohammad Syafii, seluruh personel akan diterjunkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus perairan. Faktor keselamatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi, mengingat arus di lokasi pencarian belum memungkinkan bagi penyelam untuk turun ke bawah air.

“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” kata Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

KRI Canopus Dukung Pencarian Korban

KRI Canopus menjadi salah satu unsur penting dalam operasi pencarian karena memiliki kemampuan untuk mendukung kegiatan pencarian bawah air. Kapal tersebut merupakan kapal terbaru TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Basarnas berharap keberadaan KRI Canopus dapat membantu pelaksanaan operasi underwater secara optimal ketika kondisi perairan sudah memungkinkan. Selain memiliki kemampuan pencarian bawah air, kapal tersebut juga dilengkapi drone yang dapat dioperasikan di bawah permukaan air.

Drone bawah air itu dipersiapkan untuk membantu tim SAR menemukan korban ketika operasi pencarian dapat dilakukan. Pemanfaatan perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung proses pencarian tanpa langsung menurunkan seluruh personel penyelam, terutama saat kondisi arus masih menjadi kendala.

Penyelam Belum Diturunkan

Meski KRI Canopus telah berada di lokasi, tim penyelam belum diterjunkan. Basarnas masih menunggu kondisi arus yang dinilai lebih aman agar operasi dapat berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.

Basarnas juga masih melakukan inventarisasi dan mendatangkan personel yang memiliki keahlian khusus dalam penyelaman. Sementara itu, personel BSG sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk memperkuat operasi SAR dalam pencarian korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.

114 Korban Telah Ditemukan

Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan enam korban meninggal dunia. Dengan demikian, dari total 243 penumpang yang berada di dalam Kapal Virgo Transport 8, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan.

Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang sudah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Rinciannya, 85 korban selamat dan satu korban dalam keadaan meninggal dunia.

Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di Perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Kesimpulan

Basarnas memperkuat operasi pencarian 129 korban Virgo Transport 8 dengan melibatkan Kopaska TNI AL, BSG, serta tim penyelam khusus. KRI Canopus telah berada di lokasi dan memiliki kemampuan pencarian bawah air, termasuk dukungan drone bawah air.

Namun, pelaksanaan penyelaman masih menunggu kondisi arus yang lebih aman. Untuk tahap berikutnya, Basarnas akan terus mempersiapkan personel serta menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi cuaca dan perairan. Keselamatan tim tetap menjadi pertimbangan utama sebelum operasi bawah air dilaksanakan secara penuh.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment