Granat Aktif Ditemukan Pemulung di Tambun Selatan, Diduga Buatan Inggris
BEKASI – Sebuah granat aktif ditemukan oleh seorang pemulung di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (17/8) malam. Polisi memastikan benda tersebut merupakan bom militer jenis granat tangan yang masih dalam kondisi aktif, meskipun bagian luarnya telah berkarat.
Penemuan benda mencurigakan itu segera dilaporkan kepada Polsek Tambun Selatan. Setelah menerima informasi, petugas mendatangi lokasi, memasang garis polisi, serta mengimbau masyarakat agar menjauh dari area penemuan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan warga selama proses pemeriksaan dan evakuasi berlangsung.
Granat Masih Aktif dan dalam Kondisi Berkarat
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, mengatakan hasil penanganan Tim Jibom menunjukkan bahwa benda tersebut merupakan granat tangan yang masih aktif. Granat itu disebut memiliki kondisi fisik yang masih lengkap, walaupun terdapat karat pada bagian permukaannya.
Menurut keterangan Wuryanti, granat tersebut memiliki diameter sekitar 60 milimeter, panjang kurang lebih 100 milimeter, dan berat sekitar 410 gram. Benda itu juga masih dilengkapi dengan safety pin dan safety lever, yaitu bagian pengaman yang terdapat pada granat.
“Berdasarkan hasil penanganan Tim Jibom, benda tersebut merupakan bom militer jenis granat tangan dengan diameter sekitar 60 mm, panjang 100 mm, berat 410 gram, kondisi aktif berkarat, dilengkapi safety pin dan safety lever, serta diduga buatan Inggris,” kata Wuryanti, Selasa (18/8).
Diduga Berasal dari Inggris
Selain memastikan statusnya masih aktif, polisi juga menyebut granat tersebut diduga merupakan produk buatan Inggris. Dugaan itu disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penanganan yang dilakukan oleh Tim Jibom terhadap benda yang ditemukan di Tambun Selatan.
Meski telah berkarat, kondisi granat dinilai masih lengkap. Karena itu, benda tersebut tidak dibiarkan berada di lokasi penemuan dan segera dievakuasi oleh petugas yang memiliki kewenangan untuk menangani benda berbahaya.
Dievakuasi ke Markas Gegana Polda Metro Jaya
Setelah dilakukan penanganan di lokasi, Tim Jibom Polda Metro Jaya membawa granat tersebut ke Markas Gegana Polda Metro Jaya. Evakuasi dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan benda berbahaya itu dapat diamankan dari lingkungan warga.
Wuryanti menjelaskan, granat tersebut selanjutnya akan menjalani proses disposal atau pemusnahan. Proses itu dilakukan di Markas Gegana oleh petugas terkait sebagai tindak lanjut atas temuan granat yang masih aktif.
“Tim Jibom Polda Metro Jaya melakukan evakuasi terhadap benda tersebut untuk kemudian dibawa ke Markas Gegana guna dilakukan disposal sesuai prosedur,” ujar Wuryanti.
Warga Diminta Menjauhi Lokasi Penemuan
Saat laporan mengenai benda mencurigakan diterima, polisi langsung mengambil langkah pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang untuk membatasi akses warga ke lokasi. Masyarakat juga diminta menjauh sekitar 50 meter dari titik penemuan.
Informasi awal mengenai granat itu diperoleh setelah seorang pemulung melihat benda yang dianggap mencurigakan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan oleh warga kepada Polsek Tambun Selatan. Polisi selanjutnya menindaklanjuti laporan itu dengan mengerahkan petugas untuk memeriksa dan mengamankan benda tersebut.
Penanganan segera dilakukan karena benda yang menyerupai granat tidak boleh disentuh, dipindahkan, atau diperiksa secara mandiri oleh masyarakat. Dalam kasus ini, proses evakuasi dilaksanakan oleh Tim Jibom Polda Metro Jaya sebelum granat dibawa ke Markas Gegana.
Polisi Imbau Masyarakat Menghubungi Call Center 110
Kompol Wuryanti mengimbau masyarakat agar segera menghubungi layanan kepolisian apabila menemukan benda mencurigakan serupa. Warga diminta tidak mengambil tindakan sendiri dan dapat melaporkan temuan tersebut melalui call center 110.
Imbauan itu disampaikan sebagai langkah pencegahan agar benda yang berpotensi membahayakan dapat segera ditangani oleh petugas. Dengan demikian, lokasi dapat diamankan dan masyarakat di sekitar tempat penemuan bisa terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.
Kesimpulan
Granat yang ditemukan seorang pemulung di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dipastikan masih aktif meskipun dalam kondisi berkarat. Benda tersebut merupakan granat tangan dengan ukuran dan berat tertentu, masih dilengkapi komponen pengaman, serta diduga buatan Inggris. Setelah lokasi diamankan, Tim Jibom Polda Metro Jaya mengevakuasi granat itu ke Markas Gegana untuk menjalani proses disposal sesuai prosedur.
Ke depan, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan segera melaporkan benda mencurigakan melalui call center 110. Penanganan oleh petugas berwenang menjadi langkah penting untuk memastikan benda tersebut dapat diamankan dan dimusnahkan sesuai ketentuan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment