Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto: Empat Tewas, Tujuh Orang Luka
JOMBANG – Kecelakaan maut yang melibatkan Toyota Hiace dan truk bermuatan gipsum terjadi di Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Jumat (11/9) malam. Insiden tersebut mengakibatkan empat penumpang Toyota Hiace meninggal dunia, sedangkan tujuh orang lainnya mengalami luka ringan.
Kecelakaan terjadi di KM 687+200 jalur B Tol Jomo sekitar pukul 23.30 WIB. Berdasarkan keterangan Kepolisian, Toyota Hiace bernomor polisi H-7497-OQ melaju dari arah Surabaya menuju Surakarta sebelum terlibat tabrakan dengan truk bermuatan gipsum yang berada di depannya.
Kronologi Kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto
Kepala Unit Patroli Jalan Raya (Kanit PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur AKP Sudirman mengatakan, Toyota Hiace awalnya melaju normal dari Surabaya menuju Surakarta. Saat tiba di KM 687+200 jalur B, kendaraan tersebut diduga oleng ke kiri dan menabrak bagian bak truk di depannya.
“Diduga pengemudi mengantuk sehingga oleng ke kiri menabrak bak kendaraan truk bermuatan gipsum yang berada di depannya,” ujar Sudirman, Sabtu (12/9).
Setelah benturan, Toyota Hiace berhenti di lajur cepat dengan posisi menghadap ke arah barat. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan parah. Sementara itu, truk bermuatan gipsum berada di lajur lambat dengan arah perjalanan yang sama.
Polisi menyebut kondisi arus lalu lintas saat kecelakaan berlangsung lancar. Cuaca di lokasi juga dilaporkan cerah. Kendati demikian, benturan antara kedua kendaraan menyebabkan sejumlah penumpang Toyota Hiace menjadi korban.
Empat Penumpang Toyota Hiace Meninggal Dunia
Dalam kecelakaan tersebut, empat penumpang Toyota Hiace dinyatakan meninggal dunia. Keempat korban tersebut adalah Kukuh Bimbing (22), warga Karanganyar, Jawa Tengah; Dwi Raharjanto (49), warga Klaten, Jawa Tengah; Tendi Anggoro (28), warga Wonogiri, Jawa Tengah; serta Prawoto (55), warga Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sementara itu, pengemudi Toyota Hiace, Eko Budianto Setiawan (38), warga Ranca Tales, Taktakan, Kota Serang, Banten, mengalami luka ringan.
Tujuh Orang Mengalami Luka Ringan
Selain pengemudi, enam penumpang Toyota Hiace juga mengalami luka ringan. Mereka adalah Yudha (26), warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur; Lidia Yustika (28), warga Perum Western Regency, Surabaya; Edi Mursito (55), warga Perum Kertamaya Residence, Sukoharjo; Ismaya Salindri (35), warga Perum Mutihan, Surakarta; Ghofur Y Saputra (37), warga Jalan Bantaran, Malang; serta Sunarto (46), warga Jalan Boerman, Kabupaten Parigi Moutong, Palu, Sulawesi Tengah.
Dengan demikian, total korban yang mengalami luka ringan dalam kecelakaan ini berjumlah tujuh orang, termasuk pengemudi Toyota Hiace. Polisi memastikan tidak ada korban yang mengalami luka berat.
Pengemudi dan Penumpang Truk Selamat
Berbeda dengan kondisi Toyota Hiace, pengemudi dan penumpang truk bermuatan gipsum dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Keduanya adalah Muhar (55) dan Arif Purwanto (16), warga Desa Arnan, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga.
Polisi masih menghitung kerugian material yang berkaitan dengan fasilitas tol. Sementara itu, kerusakan pada kendaraan akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
Polisi Imbau Pengendara Tidak Memaksakan Diri
Kecelakaan ini diduga berkaitan dengan kondisi pengemudi yang mengantuk. Karena itu, Kanit PJR Ditlantas Polda Jawa Timur mengingatkan para pengendara untuk memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum melakukan perjalanan, khususnya saat menempuh rute jarak jauh.
Pengendara juga diminta segera beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Imbauan tersebut penting untuk mencegah hilangnya konsentrasi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Kesimpulan
Kecelakaan Toyota Hiace dan truk bermuatan gipsum di KM 687+200 Tol Jombang-Mojokerto mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka ringan. Toyota Hiace diduga oleng karena pengemudinya mengantuk, lalu menabrak truk yang berada di depannya. Pengemudi serta penumpang truk selamat tanpa luka.
Ke depan, keselamatan berkendara perlu menjadi perhatian utama, terutama bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jauh pada malam hari. Memastikan tubuh dalam kondisi fit dan mengambil waktu istirahat ketika mengantuk menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan tol.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment