Tim SAR Perluas Pencarian Delapan Orang Hilang di Selat Sunda hingga 3.243 Nautical Mile
Tim SAR gabungan memperluas operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Memasuki hari keempat pencarian, wilayah operasi dibagi menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total area sekitar 3.243 nautical mile (NM).
Delapan orang tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu. Mereka berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan sempat mengirimkan lokasi terkini kepada seorang rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Area Pencarian Diperluas Menjadi Lima Sektor
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya serta perkembangan kondisi di lapangan. Pembagian wilayah menjadi beberapa sektor diharapkan dapat membuat proses pencarian terhadap delapan orang tersebut berlangsung lebih terarah dan maksimal.
“Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).
Selain empat sektor utama, tim SAR juga menetapkan satu sektor khusus yang berada di sekitar lokasi yang dinilai menjadi perhatian. Perluasan ini menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.
Sejumlah Kapal dan Drone Dikerahkan
Operasi pencarian diperkuat berbagai unsur serta sarana pendukung. Sejumlah kapal dan perahu yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta TB Gunung Santri.
Tim SAR juga menggunakan dua unit drone thermal untuk membantu mendeteksi panas tubuh. Peralatan tersebut digunakan bersama sejumlah sarana darat dan fasilitas pendukung lain yang telah disiapkan untuk memperkuat pencarian di seluruh wilayah operasi.
Operasi hari keempat melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tenaga psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta unsur masyarakat dan relawan.
Cuaca dan Gelombang Jadi Pertimbangan
Kondisi cuaca di sekitar wilayah operasi diperkirakan cerah hingga berawan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-20 knot. Sementara itu, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5-2,5 meter.
Al Amrad menegaskan bahwa kondisi cuaca dan gelombang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pergerakan tim SAR. Pemantauan terhadap situasi di lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan operasi tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan seluruh personel.
“Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan,” katanya.
Identitas Lima Jurnalis dan Tiga Kru
Rombongan yang hilang kontak terdiri atas delapan orang. Mereka adalah Warta (55), yang bertugas sebagai kapten kapal; Surakman (60), anak buah kapal; serta Heriyanto (49), pemandu.
Lima jurnalis dalam rombongan tersebut yakni M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Rombongan tersebut berada di perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, mereka sempat menyampaikan lokasi terkini kepada seorang rekan di Lampung. Namun, komunikasi tidak lagi dapat dilakukan setelah pukul 15.04 WIB.
PFIJ Jadwalkan Doa Bersama
Di tengah pencarian yang memasuki hari keempat, organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) dijadwalkan menggelar doa bersama bagi lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut.
Doa bersama akan berlangsung setelah waktu magrib pada Jumat (11/9) di salah satu titik di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Lokasi tersebut selama ini dikenal sebagai tempat berkumpul para wartawan foto.
Operasi SAR Masih Berlangsung
Tim SAR berharap perluasan area pencarian dan penambahan kekuatan dapat memberikan titik terang mengenai keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus dievaluasi untuk menentukan strategi operasi selanjutnya.
Dengan pencarian yang kini mencakup lima sektor dan didukung berbagai unsur, operasi di Selat Sunda masih terus dilakukan secara terkoordinasi. Faktor keselamatan personel, kondisi cuaca, serta situasi gelombang tetap menjadi perhatian selama proses pencarian berlangsung.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment