Mendagri Tito Karnavian Dengarkan Keluhan Warga Korban Gempa di Nagekeo, Titip Bantuan Rp50 Juta
MBAY, NTT — Rombongan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dihentikan sejumlah warga saat melintasi Kampung Kajulaki, Jalan Jenderal Sudirman, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8). Warga, terutama para ibu, mendatangi kendaraan rombongan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi setelah gempa melanda wilayah tersebut.
Setelah turun dari mobil, Tito langsung dikerumuni warga yang ingin menyampaikan kondisi mereka. Keluhan yang disampaikan mencakup kerusakan rumah, keterbatasan air bersih, hingga kebutuhan logistik untuk menunjang kehidupan sehari-hari pascagempa.
Warga Keluhkan Rumah Rusak dan Air Bersih
Sejumlah warga memperlihatkan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka kepada Mendagri. Salah satu warga menggambarkan bahwa banyak rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat gempa.
“Pak, seperti ini semua kondisi rumah di sini, Pak,” kata salah satu warga.
Selain persoalan tempat tinggal, warga juga menyoroti kondisi air yang mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seorang warga bahkan menunjukkan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat di kawasan tersebut.
“Ini keadaan air yang kami minum, Pak,” ujar warga lainnya.
Tito mendengarkan keluhan warga satu per satu. Tidak hanya mengenai rumah yang rusak dan sulitnya memperoleh air bersih, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan logistik setelah bencana gempa. Tito memastikan berbagai aspirasi tersebut akan diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait agar dapat ditindaklanjuti.
Pemda Diminta Segera Mendata Rumah Terdampak Gempa
Dalam kesempatan tersebut, Tito meminta jajaran pemerintah daerah segera melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak gempa. Pendataan itu dinilai penting untuk mengetahui pemilik rumah, lokasi tempat tinggal, serta tingkat kerusakan yang dialami.
Kategori kerusakan yang perlu dicatat meliputi rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan bantuan yang akan diterima oleh masing-masing warga.
“Ya, Ibu, mohon maaf. Nanti bupati juga saya sampaikan secepat mungkin didata tiap orang rumahnya, desa ini rumahnya siapa, kemudian rusak ringan, sedang, atau berat,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).
Bantuan Perbaikan Rumah Disalurkan melalui BNPB
Tito menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan skema bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa. Bantuan perbaikan rumah tersebut akan disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Nilai stimulus yang disiapkan berada pada kisaran Rp15 juta hingga Rp70 juta. Besaran bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan setiap rumah. Karena itu, pendataan secara menyeluruh diperlukan agar kategori kerusakan dapat ditetapkan sebelum bantuan diberikan.
“Karena nanti yang rusak ringan itu dibantu oleh BNPB, pemerintah, ada nanti dikasih tahu,” tutur Tito.
Kondisi Listrik di Permukiman Warga
Selain menanyakan kondisi rumah dan ketersediaan air bersih, Tito turut memastikan keadaan jaringan listrik di permukiman warga. Ia menanyakan apakah aliran listrik masih terputus atau sudah kembali menyala setelah gempa.
Tito menyatakan siap menyampaikan persoalan tersebut kepada Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) apabila listrik di kawasan itu masih mengalami gangguan. Namun, warga menyampaikan bahwa aliran listrik di rumah mereka telah kembali normal.
“[Listrik] hidup, Pak, sudah,” jawab warga.
Mendagri Titip Bantuan Rp50 Juta untuk Warga
Usai berdialog dengan masyarakat, Tito mencari Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. Ia kemudian menitipkan bantuan senilai Rp50 juta untuk dibagikan secara langsung kepada warga yang terdampak gempa di lingkungan tersebut.
Tito meminta agar bantuan itu disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia juga memberikan semangat kepada warga yang masih menghadapi situasi sulit akibat bencana alam tersebut.
“Ibu kuat ya, ini siapa ini? Ketua RT-nya, ya? Titip ini ada Rp50 juta, bagi-bagi ya,” pungkasnya.
Kesimpulan
Dialog antara Mendagri Tito Karnavian dan warga Kampung Kajulaki menunjukkan sejumlah kebutuhan mendesak pascagempa, terutama terkait rumah rusak, air bersih, dan logistik. Pemerintah daerah diminta mempercepat pendataan agar bantuan perbaikan rumah dari BNPB dapat disalurkan sesuai tingkat kerusakan.
Selain skema bantuan senilai Rp15 juta hingga Rp70 juta, warga setempat juga menerima titipan bantuan Rp50 juta untuk dibagikan melalui Ketua RT. Ke depan, proses pendataan dan penyaluran bantuan menjadi langkah penting dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nagekeo.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment