Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di 113 Titik, Harga Beras dan Sembako Diseragamkan
Perum Bulog menggelar operasi pasar atau gerakan pangan murah secara serentak di 113 titik di Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah pemerintah melalui Bulog untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun. Salah satu lokasi pelaksanaan operasi pasar tersebut berada di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas pangan dengan harga yang telah ditetapkan secara seragam di seluruh Indonesia. Komoditas yang tersedia meliputi beras, minyak goreng, gula, dan tepung terigu. Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, operasi pasar ini juga digunakan untuk memantau perkembangan harga di berbagai daerah.
Operasi Pasar Digelar Serentak di 113 Titik
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, operasi pasar dilakukan sebagai upaya mencegah kenaikan harga pangan dan mengendalikan inflasi. Menurutnya, lebih dari 500 pimpinan cabang Bulog di berbagai kabupaten dan kota turut diterjunkan ke lapangan.
Para pimpinan cabang tersebut tidak hanya melaksanakan operasi pasar, tetapi juga memantau kondisi harga pangan di wilayah masing-masing. Pemantauan dilakukan melalui rapat daring dan pelaporan langsung mengenai situasi pasar setempat.
Rizal menjelaskan, langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga beras, minyak goreng, gula, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Ia menyampaikan pernyataan itu setelah meninjau pelaksanaan operasi pasar di Pasar Jatinegara, Sabtu (5/9).
“Kami perintahkan lebih dari 500 pimpinan cabang kami melaksanakan zoom di pasar, tujuannya untuk melaksanakan operasi pasar hari ini, yaitu untuk mencegah kenaikan inflasi, baik harga beras sendiri, minyak, gula, bahkan dengan sembako lainnya,” ujar Rizal.
Daftar Komoditas dan Harga dalam Gerakan Pangan Murah
Dalam gerakan pangan murah tersebut, terdapat lima komoditas yang dijual dengan harga seragam di seluruh Indonesia. Penetapan harga yang sama di berbagai lokasi diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang telah ditentukan.
Harga Lima Komoditas Pangan
- Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp62.500.
- Beras premium kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp74.500.
- Minyak goreng MinyaKita ukuran 1 liter dijual seharga Rp15.700.
- Gula putih ManisKita dijual seharga Rp17.000 per kilogram.
- Tepung terigu Stupa dijual seharga Rp12.000 per kilogram.
Kelima komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Pelaksanaan operasi pasar juga memungkinkan Bulog memperoleh gambaran mengenai kondisi harga pangan secara lebih langsung dari lapangan.
Bulog Bersinergi dengan Satgas Pangan
Dalam menjalankan operasi pasar, Bulog bekerja sama dengan Satgas Pangan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendeteksi apabila terjadi kenaikan harga yang dinilai tidak wajar di sejumlah wilayah.
Apabila ditemukan perubahan harga yang tidak sesuai kondisi normal, informasi tersebut akan ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan. Dengan demikian, pengawasan tidak hanya berfokus pada penjualan komoditas murah, tetapi juga mencakup pemantauan pergerakan harga di pasar.
“Sekaligus kita bersinergi dengan Satgas Pangan untuk mendeteksi apabila ada kenaikan-kenaikan harga yang tidak wajar, maka nanti akan langsung ditindaklanjuti oleh adik-adik dari Satgas Pangan,” jelas Rizal.
Bulog Siapkan Penyaluran 110 Ribu Ton Beras
Selain menggelar operasi pasar, Bulog juga menanggapi kelangkaan beras premium yang terjadi di pasaran. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bulog telah berkoordinasi dengan sejumlah ritel modern.
Dari koordinasi tersebut, terjalin komitmen pembelian beras sebanyak 110 ribu ton. Bulog menyatakan akan menyalurkan pasokan tersebut dalam waktu dekat, dengan target distribusi dilakukan selama satu bulan.
Dari total pasokan yang akan digelontorkan, sebanyak 75 ribu ton di antaranya merupakan beras premium. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus merespons ketersediaan beras premium di pasar.
Kesimpulan
Operasi pasar Bulog di 113 titik menjadi salah satu langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir tahun. Melalui penjualan lima komoditas dengan harga seragam, masyarakat dapat memperoleh beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang telah ditetapkan.
Ke depan, Bulog akan melanjutkan pemantauan harga bersama lebih dari 500 pimpinan cabang dan Satgas Pangan. Selain itu, rencana penyaluran 110 ribu ton beras, termasuk 75 ribu ton beras premium, menjadi langkah lanjutan untuk merespons kondisi pasokan beras premium di pasaran.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment