7 Perilaku Anak yang Menunjukkan Perkembangan Kreativitas Sejak Dini

Anak-anak memiliki cara unik dalam memahami dan menjelajahi dunia di sekitarnya. Bagi mereka, kardus dapat berubah menjadi rumah, selimut menjadi jubah, sementara sendok bisa digunakan sebagai mikrofon. Cara bermain seperti ini bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses perkembangan kreativitas.

Kreativitas anak tidak selalu ditunjukkan melalui gambar yang indah atau kemampuan membuat sesuatu yang tampak unik. Kemampuan tersebut juga dapat terlihat dari cara anak bermain, mengajukan pertanyaan, memecahkan masalah, serta memanfaatkan benda-benda di sekitarnya. Sejumlah penelitian menemukan beberapa perilaku yang berkaitan dengan perkembangan kreativitas anak.

1. Sering Bermain Peran dan Berimajinasi

Anak yang gemar berpura-pura menjadi dokter, guru, superhero, atau tokoh ciptaannya sendiri sedang menggunakan imajinasi untuk membangun sebuah dunia. Dalam permainan tersebut, anak dapat menciptakan karakter, menyusun cerita, serta membayangkan situasi yang berbeda dari kenyataan.

Perilaku serupa juga terlihat ketika anak menggunakan suatu benda untuk mewakili benda lain. Kardus, misalnya, dapat dianggap sebagai mobil, sedangkan bantal bisa dibayangkan sebagai hewan. Mengutip penelitian dalam Creativity Research Journal, kualitas permainan peran yang realistis ketika anak berusia 5 tahun dapat memprediksi performanya dalam salah satu tes berpikir kreatif pada usia 10 hingga 15 tahun.

Selain itu, kualitas fantasi dalam pretend play juga berkaitan dengan kemungkinan berkembangnya kreativitas anak secara lebih cepat.

2. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Pertanyaan seperti “Kenapa begini?” atau “Kalau dibuat seperti ini bagaimana?” mungkin cukup sering terdengar dari anak. Rasa ingin tahu tersebut tidak selalu harus dianggap sebagai hal yang merepotkan orang tua. Sebaliknya, rasa penasaran dapat mendorong anak untuk mencari tahu, mencoba sesuatu, dan mengeksplorasi kemungkinan baru.

Studi dari Lancaster University yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Psychologica menemukan adanya hubungan positif antara kreativitas dan rasa ingin tahu. Anak yang lebih sering melakukan aktivitas kreatif juga cenderung memiliki skor curiosity yang lebih tinggi.

Dengan demikian, kebiasaan anak untuk terus bertanya dan ingin memahami cara kerja sesuatu dapat menjadi bagian dari proses kreatifnya.

3. Mencari Lebih dari Satu Solusi

Anak tidak selalu harus mengikuti satu cara yang telah dicontohkan ketika bermain atau menyelesaikan persoalan. Saat diberi balok, misalnya, anak mungkin tidak hanya membuat rumah. Ia bisa mencoba membangun jembatan, menara, kendaraan, atau bentuk lain sesuai dengan gagasannya.

Kebiasaan mencari berbagai kemungkinan tersebut berkaitan dengan divergent thinking, yaitu kemampuan menghasilkan lebih dari satu ide atau solusi. Cara berpikir ini menunjukkan bahwa anak tidak terpaku pada satu jawaban atau satu bentuk penyelesaian.

4. Mengubah Fungsi Benda di Sekitar

Bagi anak, sebuah benda tidak selalu hanya memiliki satu fungsi. Kursi dapat dibayangkan sebagai mobil, selimut berubah menjadi tenda, dan kotak bekas bisa dijadikan rumah boneka. Anak juga mungkin mengubah aturan permainan atau membuat versi permainannya sendiri.

Perilaku tersebut menunjukkan bahwa anak sedang mengeksplorasi berbagai kemungkinan dari sesuatu yang sudah dikenalnya. Karena itu, kreativitas dapat terlihat dari cara anak menemukan fungsi baru pada benda-benda sederhana di lingkungan sekitar.

5. Bermain secara Spontan dan Fleksibel

Ada anak yang tidak perlu menunggu instruksi untuk mulai bermain. Mereka dapat menemukan aktivitas sendiri, membuat aturan permainan, atau mengembangkan cerita dari benda-benda yang tersedia di sekitarnya. Kemampuan ini berkaitan dengan playfulness, yaitu kecenderungan untuk bermain secara spontan dan fleksibel.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Creative Behavior menunjukkan bahwa playfulness, termasuk spontanitas sosial dan kognitif, berkaitan dengan perkembangan proses berpikir kreatif dari waktu ke waktu. Artinya, memberikan ruang kepada anak untuk bermain dan menemukan kesibukannya sendiri dapat menjadi bagian dari proses perkembangan kreativitas.

6. Tertarik pada Beragam Aktivitas Kreatif

Anak yang gemar menggambar, membuat kerajinan, menulis cerita, merancang sesuatu, atau bereksperimen dengan berbagai bahan juga menunjukkan ketertarikan pada aktivitas kreatif. Kegiatan tersebut dapat berupa kerajinan tangan, seni visual, aktivitas do-it-yourself atau DIY, menulis kreatif, berimajinasi, serta aktivitas yang berkaitan dengan desain dan sains.

Kreativitas Tidak Hanya Terlihat dari Gambar

Meski demikian, anak yang tidak terlalu suka menggambar bukan berarti tidak kreatif. Kreativitas dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk ketika anak bermain, bercerita, mencari solusi, atau menemukan cara baru untuk menggunakan sesuatu.

Kesimpulan

Perkembangan kreativitas anak dapat terlihat dari kebiasaan bermain peran, rasa ingin tahu, kemampuan mencari berbagai solusi, cara memanfaatkan benda, hingga kecenderungan bermain secara spontan. Kreativitas juga dapat tumbuh melalui berbagai aktivitas, seperti membuat kerajinan, menulis, bereksperimen, dan berimajinasi.

Orang tua tidak perlu terlalu sibuk menilai apakah anak sudah kreatif atau belum. Memberikan ruang untuk bermain, bertanya, bereksperimen, serta mencoba cara sendiri dapat membantu kemampuan tersebut berkembang secara alami. Ke depan, lingkungan yang terbuka terhadap eksplorasi dan berbagai gagasan akan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung proses kreativitas anak.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment