Cara Mencegah Kucing Berantem dengan Aman, Kenali Tanda dan Langkahnya

Kucing dikenal sebagai hewan yang dapat bersikap ramah kepada manusia. Namun, sikap tersebut tidak selalu berlaku ketika mereka berhadapan dengan kucing lain. Perselisihan dapat terjadi antara sesama kucing peliharaan, kucing peliharaan dan kucing tetangga, maupun kucing liar yang memasuki wilayah tertentu.

Perebutan daerah kekuasaan menjadi salah satu pemicu kucing menunjukkan perilaku agresif. Karena itu, pemilik perlu mengamati bahasa tubuh dan suara kucing sebelum perkelahian benar-benar terjadi. Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal, kucing yang sedang bersitegang dapat segera dipisahkan menggunakan cara yang aman.

Kenali Tanda Kucing Akan Berkelahi

Menurut WebMD, kucing biasanya memperlihatkan sejumlah tanda sebelum terlibat perkelahian. Bahasa tubuh tersebut dapat menjadi peringatan bagi pemilik agar segera melakukan tindakan pencegahan.

  • Telinga tertekuk ke belakang.
  • Pupil mata melebar.
  • Ekor diselipkan di antara kaki.
  • Punggung melengkung.
  • Bulu berdiri tegak.

Selain melalui gerakan tubuh, kondisi kucing juga dapat dikenali dari suaranya. Kucing yang sedang marah, kesal, atau agresif biasanya menggeram dan mendesis. Sementara itu, suara melolong atau mengeong dapat menunjukkan bahwa kucing sedang berada dalam kondisi tertekan.

Cara Mencegah Kucing Berantem

1. Alihkan perhatian kucing

Ketika melihat dua kucing mulai menunjukkan tanda-tanda agresi, pemilik dapat mencoba mengalihkan perhatian mereka. Cara ini dilakukan sebelum kucing mulai saling mencakar atau menggigit.

Namun, pengalihan perhatian sebaiknya tidak dilakukan menggunakan makanan. Menurut Catster, pemberian makanan dalam situasi panas antarkucing justru dapat memperkeruh keadaan. Oleh sebab itu, gunakan cara lain yang dapat membuat perhatian kucing beralih dari lawannya.

2. Gunakan semprotan air

Sebagian besar kucing tidak menyukai air. Karena itu, menyiram atau menyemprotkan air ke arah kucing yang hendak berkelahi dapat menjadi salah satu cara untuk menghentikan situasi tersebut.

Metode ini memang bukan pilihan yang paling ideal, terutama jika air mengenai sofa atau benda lain yang sulit dikeringkan. Meski demikian, semprotan air dapat membantu mengakhiri perselisihan dengan segera.

3. Pisahkan dengan benda di antara kucing

Jika kucing tidak merespons upaya pengalihan perhatian, pemilik dapat memisahkan mereka secara fisik dengan bantuan benda tertentu. Baskom, tutup tempat sampah, atau benda lain yang dapat diletakkan di antara dua kucing bisa digunakan sebagai penghalang.

Hindari menyentuh kucing yang sedang berkelahi secara langsung. Kucing dalam kondisi agresif dapat mencakar atau menggigit siapa pun yang berusaha mendekatinya, termasuk pemiliknya sendiri.

4. Ciptakan suara keras dan tidak terduga

Suara bising juga dapat digunakan untuk mencegah kucing berkelahi. Suara tersebut sebaiknya keras, asing, dan muncul secara tidak terduga. Pemilik dapat bertepuk tangan, meniup peluit, atau memukul panci menggunakan sendok logam.

Suara yang mengejutkan diharapkan dapat mengalihkan perhatian kucing sehingga ketegangan di antara mereka mereda sebelum perkelahian berlangsung.

5. Gunakan kursi dan sapu saat perkelahian sudah terjadi

Jika kucing sudah terlanjur berkelahi, letakkan kursi di antara kedua kucing untuk membuat mereka terkejut. Setelah itu, gunakan sapu untuk mengarahkan salah satu kucing menjauh atau masuk ke ruangan terpisah.

Langkah ini bertujuan memberi jarak antara kucing yang bertikai. Setelah dipisahkan, berikan waktu agar amarah dan ketegangan mereka mereda.

Sterilisasi dan Pengebirian untuk Mengurangi Agresi

Sterilisasi atau pengebirian juga dapat menjadi cara untuk mengurangi agresi pada kucing. Tindakan ini tidak hanya berkaitan dengan pengendalian populasi, tetapi juga dapat mengurangi pengaruh hormon yang mendorong perilaku agresif.

Kesimpulan

Mencegah kucing berantem dapat dilakukan dengan mengenali bahasa tubuh dan suara yang menunjukkan kemarahan, tekanan, atau agresi. Pemilik dapat mengalihkan perhatian, menggunakan semprotan air, menciptakan suara bising, atau menempatkan benda sebagai penghalang. Jika perkelahian sudah terjadi, kursi dan sapu dapat membantu memisahkan kucing tanpa menyentuhnya secara langsung.

Sterilisasi atau pengebirian juga dapat dipertimbangkan karena mampu mengurangi pengaruh hormon yang memicu agresi. Dengan pengamatan yang cermat dan tindakan yang aman, pemilik dapat membantu mencegah kucing terluka maupun mengalami perselisihan yang berulang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment