Kapan Waktu Terbaik Makan Telur? Ini Manfaatnya untuk Energi, Diet, dan Otot
Telur merupakan salah satu pilihan makanan sehat yang mudah diperoleh dan relatif terjangkau. Bahan pangan ini juga dikenal kaya nutrisi karena mengandung protein, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Namun, waktu mengonsumsi telur dapat disesuaikan dengan tujuan masing-masing, mulai dari meningkatkan energi, menjaga rasa kenyang, hingga mendukung pembentukan massa otot.
Satu butir telur mengandung sejumlah nutrisi penting, di antaranya vitamin A, folat, vitamin B5, vitamin B12, vitamin B2, fosfor, selenium, vitamin D, vitamin E, kalsium, dan zinc. Dalam satu butir telur terdapat sekitar 78 kalori, 6 gram protein, dan 5 gram lemak. Komposisi tersebut membuat telur cocok menjadi bagian dari pola makan sehat dengan gizi seimbang.
Waktu Terbaik Makan Telur Berdasarkan Tujuan
Waktu terbaik untuk mengonsumsi telur tidak selalu sama bagi setiap orang. Penentuan waktunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan kesehatan. Protein dalam telur berperan dalam memasok asam amino bagi tubuh. Sementara itu, kebutuhan protein harian dipengaruhi oleh usia, berat badan, jenis kelamin, tingkat aktivitas, serta tujuan kesehatan seseorang.
1. Pagi Hari untuk Menambah Energi dan Rasa Kenyang
Mengonsumsi telur pada pagi hari dapat menjadi pilihan yang baik untuk memaksimalkan asupan protein. Setelah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan sepanjang malam, telur dapat membantu mengisi kembali nutrisi yang digunakan selama tidur.
Telur juga dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama, bahkan hingga waktu makan siang. Kandungan proteinnya berperan dalam mengurangi keinginan untuk makan dalam waktu singkat setelah sarapan. Karena alasan tersebut, telur kerap dipilih sebagai menu sarapan, terutama bagi orang yang ingin mengatur asupan makanan sepanjang hari.
2. Sore Hari atau Setelah Berolahraga untuk Mendukung Otot
Selain pagi hari, telur juga dapat dikonsumsi pada sore hari atau setelah berolahraga. Waktu ini dinilai sesuai untuk mendukung kebutuhan tubuh terhadap protein, terutama bagi orang yang melakukan aktivitas fisik.
Protein merupakan komponen penting dalam pembentukan massa otot. Mengonsumsi telur setelah berolahraga dapat mendukung sintesis protein otot, yaitu proses pembentukan jaringan otot. Selain itu, telur setelah berolahraga juga membantu mengisi kembali glikogen dengan lebih cepat. Proses tersebut dapat menyediakan energi yang dibutuhkan otot untuk menunjang performa atletik.
Satu butir telur rebus berukuran besar mengandung sekitar 6,28 gram protein atau setara dengan 13 persen kebutuhan protein harian. Kandungan tersebut menjadikan telur sebagai salah satu sumber protein yang praktis untuk dikonsumsi setelah melakukan aktivitas fisik.
Telur untuk Mendukung Program Diet
Telur menjadi salah satu menu yang populer dalam program diet karena memiliki kandungan protein cukup tinggi dengan jumlah kalori yang relatif rendah. Penelitian menemukan bahwa orang dengan kelebihan berat badan yang mengonsumsi telur saat sarapan melaporkan rasa lapar dan keinginan makan yang lebih sedikit.
Kelompok tersebut juga mengonsumsi lebih sedikit kalori sepanjang hari. Hal ini menunjukkan bahwa telur dapat menjadi pilihan menu sarapan bagi orang yang ingin mengatur rasa lapar dan asupan makanan harian.
Selain membantu menjaga rasa kenyang, telur sebagai bagian dari sarapan kaya protein juga dinilai aman terhadap risiko lonjakan gula darah pada pagi hari. Konsumsi telur dapat membantu mencegah lonjakan gula darah dan menstabilkan keinginan makan.
Perhatikan Cara Mengolah Telur
Meski waktu makan dapat disesuaikan dengan tujuan, manfaat telur juga dipengaruhi oleh cara pengolahannya. Telur rebus dapat menjadi pilihan dibandingkan telur goreng. Saat mengolah telur, sebaiknya hindari penggunaan minyak atau bahan tambahan secara berlebihan.
Dengan pengolahan yang tepat, telur tetap dapat memberikan manfaat kapan pun dikonsumsi. Artinya, seseorang tidak harus terpaku pada satu waktu tertentu selama telur dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan dengan gizi berimbang.
Kesimpulan
Waktu terbaik makan telur bergantung pada tujuan masing-masing. Pagi hari dapat menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan energi dan mempertahankan rasa kenyang hingga siang. Sementara itu, konsumsi telur pada sore hari atau setelah berolahraga dapat mendukung sintesis protein otot dan membantu mengisi kembali glikogen.
Meski demikian, waktu tersebut bukan aturan wajib. Telur tetap dapat memberikan manfaat kapan saja selama dikonsumsi dengan cara yang benar. Ke depan, pemilihan waktu makan telur dapat disesuaikan dengan kebutuhan protein, aktivitas, serta tujuan kesehatan setiap individu, dengan tetap memperhatikan cara pengolahan dan keseimbangan gizi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment