Menjelajahi Ichkabal, Kota Kuno Maya yang Tersembunyi di Hutan Selatan Yucatán
Semenanjung Yucatán dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Meksiko. Selama ini, sebagian besar wisatawan lebih banyak mengunjungi kawasan utara, terutama Cancún dan pesisir Karibia yang populer dengan nama Riviera Maya. Kawasan tersebut identik dengan megaresor, pantai, serta suasana liburan yang ramai.
Namun, bagian selatan Semenanjung Yucatán menawarkan pengalaman yang berbeda. Perjalanan menuju wilayah ini memang membutuhkan waktu cukup panjang, tetapi wisatawan akan menemukan lanskap alam yang lebih lebat serta peninggalan peradaban Maya yang tersembunyi di balik hutan. Salah satu situs yang menarik perhatian adalah Ichkabal, kota kuno suku Maya yang memadukan wisata sejarah dan petualangan.
Perjalanan Menuju Selatan Yucatán
Semenanjung Yucatán mencakup wilayah Meksiko, Belize, dan Guatemala dengan luas yang hampir menyamai Inggris Raya. Dari Cancún, perjalanan ke arah selatan memperlihatkan perubahan pemandangan secara bertahap.
Hutan dan semak yang pada awalnya tampak rendah perlahan berubah menjadi lebih gelap dan lebat. Lanskap tersebut menjadi penanda bahwa wisatawan mulai memasuki kawasan yang jauh dari pusat keramaian wisata di utara. Di balik hutan hujan yang lebat, tersimpan sejumlah peninggalan penting dari peradaban Maya.
Ichkabal, Kota Kuno di Tengah Hutan
Ichkabal berada di bagian selatan negara bagian Quintana Roo. Situs ini berjarak sekitar 40 kilometer dari Bacalar dan Laguna de los Siete Colores, serta sekitar 75 kilometer dari Chetumal. Nama Ichkabal berasal dari bahasa Maya dan diterjemahkan sebagai entre bajos, yang berarti “di antara dataran rendah”.
Kota kuno tersebut diperkirakan mencapai masa kejayaan antara 200 hingga 600 Masehi. Setelah periode itu, Ichkabal ditinggalkan dan tersembunyi selama ratusan tahun. Penelitian terhadap situs ini baru mulai dilakukan oleh para arkeolog pada 1994.
Piramida Setinggi Sekitar 40 Meter
Salah satu daya tarik utama Ichkabal adalah piramidanya yang memiliki tinggi sekitar 40 meter. Bangunan ini bahkan lebih tinggi dibandingkan sejumlah piramida terkenal di Chichén Itzá.
Piramida tersebut berdiri di samping area pusat yang luas dan dikelilingi berbagai bangunan lain. Sebelum diteliti dan dipersiapkan untuk kunjungan publik, kompleks ini tertutup vegetasi serta berada di tengah hutan hujan yang lebat.
Keberadaan bangunan-bangunan kuno di tengah hutan membuat Ichkabal menawarkan pengalaman yang berbeda dari situs Maya yang lebih populer. Wisatawan tidak hanya melihat peninggalan arkeologi, tetapi juga merasakan suasana penjelajahan di kawasan yang sebelumnya tersembunyi.
Dibuka untuk Wisatawan pada 2025
Setelah melalui proses penelitian dan persiapan, Ichkabal resmi dibuka untuk wisatawan pada Januari 2025. Pembukaan tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat peninggalan peradaban Maya dari sisi yang berbeda, jauh dari kawasan megaresor Cancún dan Riviera Maya.
Dalam satu tahun sejak pembukaannya, situs arkeologi ini tercatat telah dikunjungi lebih dari 38.000 wisatawan. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Ichkabal mulai menarik perhatian wisatawan yang ingin menggabungkan perjalanan sejarah dengan petualangan di alam.
Menikmati Laguna de los Siete Colores
Selain Ichkabal, wisatawan yang menjelajahi kawasan selatan Yucatán juga dapat mengunjungi Laguna de los Siete Colores, atau Lagoon of Seven Colours. Danau ini berada di kawasan Bacalar dan dikenal karena airnya yang jernih dengan gradasi warna biru.
Keindahan warna air menjadi daya tarik utama laguna tersebut. Tempat ini juga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati aktivitas air, termasuk snorkeling. Dengan demikian, perjalanan ke selatan Yucatán tidak hanya menghadirkan pengalaman sejarah, tetapi juga kesempatan untuk menikmati lanskap alam.
Kesimpulan
Jauh dari keramaian Cancún dan Riviera Maya, bagian selatan Semenanjung Yucatán menawarkan karakter wisata yang lebih tenang sekaligus penuh penemuan. Ichkabal menjadi salah satu tujuan penting karena menghadirkan peninggalan kota kuno Maya, piramida setinggi sekitar 40 meter, serta suasana hutan yang masih kuat.
Kehadiran Laguna de los Siete Colores di kawasan Bacalar melengkapi pengalaman tersebut dengan pesona alam dan aktivitas air. Setelah dibuka untuk wisatawan pada Januari 2025 dan mencatat lebih dari 38.000 kunjungan dalam satu tahun, Ichkabal berpotensi semakin dikenal sebagai destinasi sejarah dan petualangan di selatan Yucatán.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment