Thailand Siapkan Biaya Masuk Turis Asing 450 Baht Mulai 2027
Pemerintah Thailand semakin serius menerapkan biaya masuk bagi turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman). Tarif yang direncanakan mencapai 450 baht atau sekitar Rp243 ribu per orang. Kebijakan ini disiapkan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus menyediakan perlindungan asuransi bagi wisatawan selama berada di Thailand.
Rencana tersebut muncul ketika jumlah kunjungan wisatawan asing ke Thailand diperkirakan mengalami penurunan. Pemerintah berharap pungutan ini dapat membantu memperkuat infrastruktur pariwisata, meningkatkan standar keselamatan, serta memberikan rasa aman kepada pelancong mancanegara.
Rencana Biaya Masuk Masih Menunggu Persetujuan Kabinet
Melansir VN Express, Komite Kebijakan Pariwisata Nasional Thailand telah menyetujui rencana penerapan biaya masuk tersebut secara prinsip pada 14 Agustus. Pengumuman itu disampaikan melalui Departemen Hubungan Masyarakat Pemerintah Thailand.
Saat ini, usulan tersebut masih menjalani tahap uji publik selama 30 hari. Proses ini dilakukan untuk menghimpun masukan dari masyarakat sebelum rencana tersebut diserahkan kepada Kabinet Thailand. Jika memperoleh persetujuan, aturan mengenai biaya masuk baru itu ditargetkan mulai berlaku pada awal 2027.
Sebelumnya, pemerintah Thailand sempat mempertimbangkan skema tarif berdasarkan jalur kedatangan. Dalam skema awal, wisatawan yang datang melalui jalur udara akan dikenakan biaya 300 baht, sedangkan pelancong yang masuk melalui jalur darat dan laut membayar 150 baht.
Tarif 450 Baht untuk Pengembangan Pariwisata dan Asuransi
Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, Natthriya Thaweevong, menjelaskan bahwa angka 450 baht ditetapkan melalui model alokasi biaya ekonomi. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk dua kebutuhan utama, yakni pengembangan fasilitas pariwisata dan penyediaan asuransi bagi pengunjung asing.
Pejabat Kementerian Pariwisata dan Olahraga menyebut salah satu manfaat penting dari pungutan ini adalah tersedianya perlindungan kesehatan dan keselamatan secara otomatis. Dengan demikian, dana tersebut dapat memberikan perlindungan dasar bagi wisatawan apabila mengalami keadaan darurat medis atau kecelakaan selama berada di Thailand.
Menteri Pariwisata dan Olahraga Surasak Phancharoenworakul menilai keberadaan dana khusus untuk asuransi dapat memperkuat citra Thailand sebagai destinasi yang memperhatikan aspek keselamatan. Kebijakan ini juga diharapkan membuat wisatawan merasa lebih terlindungi saat melakukan perjalanan.
Pungutan Diterapkan dalam Dua Tahap
Tahap Pertama Menyasar Wisatawan Jalur Udara
Pemerintah Thailand berencana menerapkan biaya masuk dalam dua tahap. Tahap pertama akan menyasar wisatawan asing yang tiba melalui jalur udara. Penerapannya ditargetkan mulai kuartal pertama 2027, apabila seluruh proses persetujuan telah selesai.
Jalur Darat dan Laut Menyusul
Sementara itu, tahap kedua akan mencakup wisatawan yang memasuki Thailand melalui jalur darat dan laut. Tahap ini baru akan dimulai 360 hari setelah tahap pertama berjalan.
Jeda penerapan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi potensi kemacetan di perbatasan darat. Pemerintah memberi perhatian khusus pada jalur-jalur yang ramai, termasuk perbatasan Thailand dengan Malaysia. Penerapan secara bertahap diharapkan membuat sistem pungutan dapat berjalan lebih teratur.
Beragam Pilihan Pembayaran Disiapkan
Untuk memudahkan wisatawan, pemerintah Thailand menyiapkan sejumlah metode pembayaran. Biaya masuk dapat disisipkan langsung ke dalam tiket pesawat, dibayarkan melalui situs web resmi, aplikasi seluler, kios mandiri di bandara, maupun sistem Thailand Digital Arrival Card.
Thailand juga sedang menguji opsi multiple-entry bagi pelintas batas yang sering bepergian. Skema ini terhubung dengan polis asuransi selama satu bulan. Melalui pilihan tersebut, wisatawan cukup membayar biaya 450 baht satu kali untuk beberapa kali keluar-masuk Thailand dalam periode satu bulan.
Kunjungan Wisman Thailand Diperkirakan Menurun
Data Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand mencatat lebih dari 19 juta wisatawan asing telah berkunjung ke negara tersebut sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2026. Pada periode yang sama, Thailand mengantongi pendapatan pariwisata sebesar 927 miliar baht.
Namun, analis memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga akhir 2026 hanya mencapai sekitar 31 juta orang. Angka tersebut turun 4,9 persen dibandingkan tahun 2025. Penurunan dipengaruhi oleh ketidakstabilan geopolitik dan kondisi ekonomi global.
Kasikorn Research Center mengungkapkan, pertumbuhan wisatawan asal Malaysia mulai melambat karena sebagian memilih bepergian ke Jepang dan Indonesia. Di sisi lain, wisatawan China kini lebih banyak menunjukkan ketertarikan terhadap Korea Selatan dan Vietnam.
Bagian dari Strategi Pariwisata Lima Tahunan
Untuk merespons perubahan tren perjalanan tersebut, Pemerintah Thailand berencana merombak strategi pariwisata melalui rencana nasional lima tahunan yang akan dimulai tahun depan. Penerapan biaya masuk 450 baht menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut.
Dana yang dihimpun diharapkan dapat mendukung perbaikan fasilitas dan infrastruktur pariwisata sekaligus menjamin standar keselamatan bagi wisatawan asing. Ke depan, efektivitas kebijakan ini akan bergantung pada kesiapan sistem pembayaran, pengelolaan dana, serta kemudahan penerapannya di berbagai pintu masuk Thailand.
Kesimpulan
Thailand menyiapkan biaya masuk sebesar 450 baht bagi wisatawan asing yang ditargetkan berlaku mulai awal 2027 setelah melalui uji publik dan memperoleh persetujuan Kabinet. Pungutan ini akan digunakan untuk pengembangan pariwisata serta penyediaan perlindungan asuransi dasar bagi pelancong.
Penerapannya dilakukan bertahap, dimulai dari jalur udara, kemudian disusul jalur darat dan laut. Di tengah proyeksi penurunan jumlah kunjungan wisman, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat infrastruktur, keselamatan, dan daya saing pariwisata Thailand.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment