Vaksin HPV Tidak Menyebabkan Rahim Kering dan Kemandulan, Ini Penjelasan Dokter

Vaksin Human papillomavirus (HPV) masih kerap dikaitkan dengan sejumlah mitos di tengah masyarakat. Sebagian orang percaya bahwa vaksin tersebut dapat menyebabkan rahim kering, gangguan menstruasi, hingga kemandulan pada perempuan. Anggapan ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena vaksin HPV diberikan sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi.

Namun, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi, Profesor Budi Wiweko, memastikan bahwa vaksin HPV aman. Ia menegaskan, vaksin tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap organ reproduksi perempuan, tidak memicu gangguan kesuburan, serta tidak menyebabkan gangguan haid.

Vaksin HPV Tidak Mengganggu Kesuburan

Profesor Budi Wiweko menyampaikan bahwa vaksin HPV tidak berkaitan dengan risiko kemandulan maupun gangguan menstruasi. Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan yang menyebut vaksin HPV dapat menyebabkan rahim kering atau menghambat peluang perempuan untuk memiliki keturunan.

“Vaksin HPV sangat aman, tidak memicu gangguan kesuburan, tidak menyebabkan gangguan haid,” ujar Budi, Senin (31/8), seperti dilansir detikHealth.

Dengan demikian, kekhawatiran terhadap efek vaksin HPV pada organ reproduksi perempuan tidak sejalan dengan penjelasan dokter. Vaksinasi justru menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman infeksi HPV.

Perlindungan dari Berbagai Penyakit akibat HPV

HPV dikenal sebagai penyebab utama kanker serviks pada perempuan. Karena itu, vaksin HPV dipandang sebagai langkah utama untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan laki-laki dari risiko penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Risiko HPV pada Perempuan

Pada perempuan, infeksi HPV berkaitan dengan kanker serviks. Penyakit ini menyerang leher rahim dan menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai. Pemberian vaksin HPV dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap dampak infeksi virus tersebut.

Risiko HPV pada Laki-Laki

HPV tidak hanya berdampak pada perempuan. Mengutip Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, virus ini juga dapat menyebabkan kutil kelamin pada laki-laki. Selain itu, HPV dapat berkaitan dengan kanker penis, kanker anus, serta kanker orofaring atau bagian belakang tenggorokan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perlindungan terhadap HPV perlu diberikan kepada kedua jenis kelamin. Vaksinasi tidak hanya ditujukan untuk mencegah kanker serviks, tetapi juga membantu melindungi laki-laki dari sejumlah penyakit yang dapat disebabkan oleh virus tersebut.

HPV Dapat Menular melalui Kontak Fisik

Virus HPV dapat menular melalui aktivitas seksual dengan kontak fisik. Penularan dapat terjadi melalui kontak vaginal, anal, maupun oral. Selain itu, virus ini juga dapat menular dari ibu kepada anak selama proses persalinan normal.

Dengan adanya berbagai jalur penularan tersebut, upaya pencegahan menjadi bagian penting dalam mengurangi ancaman HPV. Perluasan cakupan vaksinasi menjadi salah satu langkah yang saat ini terus didorong oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Program Vaksinasi HPV bagi Anak

WHO bersama Kemenkes tengah menggencarkan perluasan vaksinasi HPV bagi anak perempuan dan laki-laki. Program ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan sejak usia dini terhadap virus yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Pada anak perempuan, vaksinasi diberikan sebanyak satu dosis pada usia 11 tahun. Selain itu, tersedia imunisasi kejar bagi anak perempuan berusia 12 dan 15 tahun.

Sementara itu, anak laki-laki juga mendapatkan satu dosis vaksin HPV. Imunisasi kejar diberikan bagi anak laki-laki pada usia 12 tahun. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas perlindungan terhadap HPV pada kelompok anak perempuan maupun laki-laki.

Kesimpulan

Vaksin HPV dipastikan aman dan tidak menyebabkan rahim kering, gangguan haid, maupun kemandulan. Menurut Profesor Budi Wiweko, vaksin tersebut tidak memicu gangguan kesuburan dan tidak berdampak negatif terhadap organ reproduksi perempuan.

Vaksin HPV juga berperan penting dalam melindungi perempuan dan laki-laki dari berbagai penyakit akibat HPV, termasuk kanker serviks, kutil kelamin, kanker penis, kanker anus, dan kanker orofaring. Seiring dengan perluasan program vaksinasi oleh WHO dan Kemenkes, pemahaman yang benar mengenai keamanan vaksin diharapkan dapat membantu meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi HPV.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment