Hope Tayang di 1.500 Bioskop AS, Jadi Film Korea Terluas Setelah Parasite

Film terbaru sutradara Na Hong-jin, Hope, akan mendapatkan penayangan luas di Amerika Serikat. Film Korea Selatan tersebut dijadwalkan hadir di 1.500 bioskop mulai 9 September 2026. Dengan jumlah layar tersebut, Hope menjadi film Korea Selatan kedua yang memperoleh distribusi terluas di AS setelah Parasite (2019).

Perilisan besar ini memperlihatkan strategi Neon dalam memperkenalkan film-film berbahasa Korea dan karya internasional lainnya kepada penonton Amerika. Sebelum Hope, studio tersebut telah membawa sejumlah film dengan karakter artistik kuat ke pasar domestik AS.

Hope Mendapat Distribusi Besar di Amerika Serikat

Variety melaporkan pada Kamis (3/9) bahwa penayangan Hope di 1.500 bioskop merupakan bagian dari langkah lanjutan Neon untuk mengamankan peluncuran berskala besar bagi film-film berbahasa Korea maupun film internasional.

Neon sebelumnya menangani penayangan Parasite (2019), No Other Choice (2025), dan Oldboy (2003) di Amerika Serikat pada 2023. Strategi tersebut menjadi upaya untuk memperkenalkan karya para sineas internasional yang memiliki ciri artistik khas kepada audiens Amerika.

Selain penayangan reguler yang dimulai pada 9 September 2026, Hope juga akan hadir dalam sesi akses awal pada 7 September. Film ini dijadwalkan diputar dalam berbagai format layar premium berskala besar, termasuk Dolby, 4DX, ScreenX, Barco HDR, dan D-BOX.

Pengalaman menonton tersebut turut didukung tata suara Dolby Atmos. Antusiasme penonton terlihat dari sejumlah tiket sesi penayangan yang telah habis terjual. Penjualan awal juga tercatat sangat tinggi di beberapa kota besar, seperti New York, Los Angeles, Chicago, Austin, dan San Francisco.

Penampilan Kuat Hope di Korea Selatan

Sebelum memasuki pasar Amerika Serikat, Hope telah mencatatkan pencapaian impresif di Korea Selatan. Film ini berhasil menjual 1 juta tiket hanya dalam tiga hari setelah dirilis pada 15 Juli.

Pencapaian tersebut diraih satu hari lebih cepat dibandingkan Colony, film zombi karya sutradara Yeon Sang-ho. Colony membutuhkan waktu empat hari untuk mencapai angka 1 juta penonton. Sementara itu, The King’s Warden, yang dibintangi Yoo Hae-jin dan Park Ji-hoon, memerlukan waktu lima hari untuk menembus jumlah penonton yang sama.

Catat Rekor Hari Pertama

Sejak hari pertama penayangannya pada Rabu (15/7), film bergenre science fiction thriller tersebut langsung menarik sekitar 333.000 penonton. Angka itu sekaligus melampaui rekor jumlah penonton hari pertama tertinggi tahun ini yang sebelumnya dipegang Colony dengan 199.000 penonton.

Perolehan tersebut juga menjadi rekor opening day tertinggi sepanjang karier penyutradaraan Na Hong-jin. Hope berhasil melampaui pencapaian tiga film ikonis sebelumnya.

  • The Chaser (2008): sekitar 110.000 penonton pada hari pertama.
  • The Yellow Sea (2010): sekitar 120.000 penonton pada hari pertama.
  • The Wailing (2016): sekitar 310.000 penonton pada hari pertama.

Perpaduan Bintang Korea dan Hollywood

Hope mengangkat kisah pertempuran menegangkan antara makhluk misterius dan penduduk sebuah desa terpencil yang berada di dekat Zona Demiliterisasi atau DMZ. Premis tersebut menjadi dasar cerita film berskala besar yang memadukan unsur fiksi ilmiah dan thriller.

Film ini juga diperkuat jajaran aktor papan atas Korea Selatan, yakni Hwang Jung-min, Zo In-sung, dan Jung Ho-yeon. Mereka beradu peran dengan sejumlah bintang Hollywood, seperti Michael Fassbender, Alicia Vikander, dan Taylor Russell.

Kesimpulan

Dengan jadwal tayang di 1.500 bioskop Amerika Serikat, Hope berpeluang mencatatkan posisi penting dalam perjalanan film Korea Selatan di pasar internasional. Film ini hadir setelah mencetak penjualan 1 juta tiket dalam tiga hari di Korea Selatan dan memecahkan rekor opening day sepanjang karier Na Hong-jin.

Penayangan dalam berbagai format premium serta tingginya penjualan awal di sejumlah kota besar AS menunjukkan besarnya perhatian terhadap film tersebut. Selanjutnya, performa Hope di Amerika Serikat akan menjadi salah satu tolok ukur penting bagi penerimaan film Korea Selatan dengan skala produksi besar di pasar global.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment