Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang 8 Oktober 2026, Hadirkan Teror Rephaim

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah resmi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Film ini menjadi kelanjutan dari Kuasa Gelap (2024), film eksorsisme Katolik yang mendapat sambutan besar dari penonton Indonesia. Sekuel tersebut kembali menghadirkan Lukman Sardi dan Jerome Kurnia sebagai pemeran utama yang menjalankan misi menghadapi gangguan makhluk tak kasat mata.

Masih terinspirasi dari kasus nyata, film kedua ini akan melanjutkan perjalanan Romo Thomas dan Romo Rendra dalam menghadapi kasus kuasa gelap yang lebih kompleks. Melalui trailer yang dirilis pada Kamis (10/9), penonton diperkenalkan dengan konflik baru yang melibatkan keluarga, praktik pesugihan, serta entitas kuno bernama Rephaim.

Sinopsis Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Cerita berpusat pada Halim, seorang pebisnis yang tinggal di sebuah kota pesisir. Ia meyakini bahwa kerja keras dan membantu sesama memberikan dampak yang lebih nyata dibandingkan berdoa kepada Tuhan. Pandangan tersebut menjadi bagian penting dalam konflik yang kemudian berkembang di dalam keluarganya.

Masalah mulai muncul ketika Daniel, anak Halim, mengalami gangguan misterius. Peristiwa yang dialami Daniel akhirnya sampai kepada pihak Gereja Katolik. Gereja kemudian meminta bantuan Romo Thomas dan Romo Rendra untuk melakukan eksorsisme terhadap Daniel.

Dalam proses penelusuran, keduanya menemukan bahwa gangguan tersebut tidak berdiri sendiri. Kasus itu berkaitan dengan praktik pesugihan yang pernah dilakukan dan memunculkan entitas kuno bernama Rephaim. Kehadiran entitas tersebut membuat gangguan yang dihadapi jauh lebih kuat dibandingkan kasus dalam film sebelumnya.

Romo Thomas dan Romo Rendra Menghadapi Ancaman Lebih Besar

Romo Thomas dan Romo Rendra kembali menjadi sosok penting dalam menghadapi teror yang mengancam keluarga Halim. Namun, kali ini mereka tidak hanya berhadapan dengan gangguan supranatural, tetapi juga kasus yang berkaitan dengan kepercayaan tradisional.

Konflik tersebut membuat tantangan bagi kedua romo menjadi lebih berat. Pertarungan yang mereka jalani disebut akan menjadi ujian iman yang lebih brutal bagi para karakter utama. Unsur tersebut menjadi salah satu pengembangan penting dalam sekuel yang digadang-gadang memiliki skala lebih besar.

Disutradarai Rizal Mantovani

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah rampung menjalani proses syuting pada Maret hingga April 2026. Naskah film ini masih ditulis oleh Andri Cahyadi bersama Robert Ronny, yang juga dipercaya sebagai produser.

Berbeda dari film pertama yang disutradarai Bobby Prasetyo, sekuel ini diarahkan oleh Rizal Mantovani. Sebagai kepala produksi kisah kedua, Rizal menyebut film tersebut akan menghadirkan pertarungan iman yang lebih brutal bagi karakter-karakternya.

Visi Sekuel dengan Skala Lebih Besar

Robert Ronny mengatakan bahwa keberhasilan film pertama mendorong tim produksi untuk menghadirkan sekuel dengan skala yang lebih besar. Menurutnya, pengembangan tidak hanya dilakukan dari sisi cerita dan treatment, tetapi juga melalui pendekatan yang lebih sinematik.

“Dengan suksesnya Kuasa Gelap yang pertama, kami ingin menghadirkan film Kuasa Gelap dengan skala yang jauh lebih besar,” kata Robert seperti diberitakan detikPop pada April 2026.

Ia menambahkan bahwa film tersebut bukan sekadar sekuel, melainkan perwujudan visi terhadap waralaba Kuasa Gelap yang telah dirancang sejak awal. Karena itu, film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih kompleks dibandingkan film pertamanya.

Daftar Pemain dan Kesuksesan Film Pertama

Selain Jerome Kurnia dan Lukman Sardi, film ini dibintangi oleh Venly Arauna, Keysha Angelica, Sisca Saras, Lydia Kandou, Kiki Narendra, Ferry Salim, dan Feby Febiola.

Film Kuasa Gelap yang dirilis pada 3 Oktober 2024 dikenal sebagai film eksorsisme Katolik pertama di Indonesia. Film tersebut berhasil meraih 1,4 juta penonton dan telah terjual di 53 negara. Selain itu, film pertama juga sempat menduduki posisi puncak film populer di Netflix Indonesia.

Kesimpulan

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah membawa kembali Romo Thomas dan Romo Rendra dalam kasus eksorsisme yang lebih besar dan berbahaya. Dengan latar cerita yang berkaitan dengan pesugihan, kepercayaan tradisional, serta entitas kuno Rephaim, film ini menawarkan konflik yang berbeda dari pendahulunya.

Perubahan sutradara kepada Rizal Mantovani dan ambisi produksi dengan skala yang lebih sinematik turut menjadi daya tarik tersendiri. Dengan jadwal tayang pada 8 Oktober 2026, sekuel ini berpeluang melanjutkan kesuksesan film pertama sekaligus memperluas kisah horor eksorsisme Indonesia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment