Pengabdi Setan 3: Origin Resmi Diproduksi, Ungkap Asal-Usul Sekte dan Kutukan

Pengabdi Setan 3: Origin resmi memasuki tahap produksi dan dipastikan akan mengungkap asal mula semesta film horor karya Joko Anwar. Film ketiga dalam saga tersebut hadir sebagai prekuel yang menelusuri akar sekte, perjanjian dengan iblis, serta berbagai misteri yang menjadi latar kejadian dalam Pengabdi Setan (2017) dan Pengabdi Setan 2: Communion (2022).

Kehadiran film ini telah dinantikan penggemar karena dua film sebelumnya meninggalkan sejumlah pertanyaan besar. Joko Anwar menyebut cerita Pengabdi Setan sejak awal memang tidak dirancang untuk selesai dalam satu film. Karena itu, masih terdapat banyak bagian yang sengaja belum diceritakan kepada penonton.

Pengabdi Setan 3 Menjadi Prekuel yang Berdiri Sendiri

Meski menjadi film ketiga dalam saga Pengabdi Setan, Pengabdi Setan 3: Origin dipastikan dapat dinikmati sebagai film yang berdiri sendiri. Cerita dalam film ini akan membawa penonton lebih jauh ke masa lalu untuk mencari tahu bagaimana seluruh rangkaian peristiwa dalam semesta tersebut bermula.

Film ini akan menelusuri asal-usul sekte dan perjanjian dengan iblis yang menjadi dasar dari berbagai kejadian dalam dua film sebelumnya. Joko Anwar mengatakan film tersebut pada akhirnya akan menjawab sejumlah pertanyaan penting, termasuk asal kutukan, alasan kutukan itu tidak pernah berhenti, serta apa yang sebenarnya diinginkan oleh kekuatan di baliknya.

“Sekarang waktunya kita mulai mencari tahu dari mana semuanya bermula,” ujar Joko Anwar dalam pernyataan resmi.

Menurut Joko Anwar, penggemar lama akan memperoleh jawaban atas berbagai misteri yang telah mereka nantikan selama bertahun-tahun. Di sisi lain, penonton baru juga diharapkan tetap mendapatkan pengalaman menonton yang kuat melalui film tersebut.

Mengambil Latar di Eropa dan Pesisir Selatan Jawa

Kisah Pengabdi Setan 3: Origin akan dibuka dengan peristiwa wabah histeria massal di Strasbourg pada abad ke-16. Bagian tersebut terinspirasi dari peristiwa nyata yang tercatat pada 1518.

Setelah itu, cerita berlanjut ke sebuah mercusuar berhantu yang berada di pesisir selatan Jawa pada abad ke-17. Perpindahan latar dan rentang waktu tersebut menunjukkan cakupan cerita yang lebih luas dibandingkan dua film sebelumnya.

Produksi Menggunakan Tujuh Bahasa

Pengabdi Setan 3: Origin disebut sebagai produksi paling ambisius dalam karier Joko Anwar hingga saat ini. Proses produksinya berlangsung di dua benua dan menggunakan tujuh bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Alsasia, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin.

Namun, hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai detail cerita, jajaran pemain, maupun tahapan produksi film tersebut. Informasi yang telah dipastikan baru mencakup tema utama, latar cerita, proses produksi, serta jadwal penayangannya.

Tayang di Bioskop pada 2027

Joko Anwar mengumumkan bahwa Pengabdi Setan 3: Origin akan tayang di bioskop pada 2027. Jadwal tersebut mengikuti pola jarak perilisan antara film pertama dan film kedua. Pengabdi Setan dirilis pada 2017, sedangkan Pengabdi Setan 2: Communion hadir pada 2022.

“Penantian lama tak pernah sia-sia. Semua jawaban bermula di sini. Pengabdi Setan 3: Origin, lahir di bioskop 2027,” tulis Joko Anwar melalui Instagram pada Selasa (1/9).

Dipasarkan ke Pasar Internasional

Untuk pasar internasional, film ini akan menggunakan judul Satan’s Slaves: Origin. Penjualan hak distribusinya akan ditangani Barunson E&A, perusahaan asal Korea Selatan yang juga berada di balik film Parasite karya Bong Joon Ho, pemenang penghargaan Oscar.

Barunson E&A dijadwalkan memperkenalkan Satan’s Slaves: Origin kepada calon pembeli internasional dalam pasar film perdana Toronto International Film Festival pada September mendatang. Langkah tersebut memperlihatkan upaya membawa semesta Pengabdi Setan ke jangkauan penonton yang lebih luas.

Melanjutkan Kesuksesan Waralaba Pengabdi Setan

Pengabdi Setan merupakan salah satu waralaba horor populer di Indonesia. Film ini pertama kali digarap oleh Sisworo Gautama Putra dan dirilis pada 1980. Seiring waktu, film tersebut dikenal sebagai salah satu karya horor kultus di Indonesia.

Joko Anwar kemudian menghidupkan kembali cerita tersebut melalui Pengabdi Setan pada 2017. Film itu meraih lebih dari 4,2 juta penonton di Indonesia dan menjadi salah satu film lokal terlaris pada tahun tersebut.

Kesuksesan tersebut berlanjut melalui Pengabdi Setan 2: Communion yang dirilis pada 2022. Film tersebut tercatat sebagai film Indonesia pertama yang diputar dalam format IMAX dan hingga kini masih berada dalam jajaran enam film lokal dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang masa.

Kesimpulan

Pengabdi Setan 3: Origin akan menjadi bagian penting dalam perluasan semesta Pengabdi Setan. Film ini tidak hanya berfungsi sebagai kelanjutan saga, tetapi juga sebagai prekuel yang mengungkap asal-usul sekte, kutukan, dan perjanjian dengan iblis yang selama ini menjadi misteri.

Dengan produksi lintas benua, penggunaan tujuh bahasa, serta rencana penjualan ke pasar internasional, film ini diproyeksikan menjadi salah satu karya paling ambisius Joko Anwar. Penonton masih harus menunggu hingga 2027 untuk menyaksikan awal mula seluruh kisah tersebut di bioskop.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment