Presiden Iran Serukan Kerja Sama Ekonomi Negara Muslim di Tengah Ancaman Sanksi AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan negara-negara Muslim untuk memperkuat kerja sama ekonomi di tengah meningkatnya tekanan terhadap Teheran. Seruan tersebut disampaikan ketika Iran masih menghadapi konflik dengan Amerika Serikat (AS) serta ancaman pemberlakuan sanksi baru oleh Presiden AS Donald Trump.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan itu dalam pidatonya di Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-40 pada Kamis (27/8). Ia menilai negara-negara Muslim memiliki jumlah penduduk dan posisi geostrategis yang besar, tetapi kekuatan ekonomi mereka dinilai belum sebanding dengan potensi tersebut.

Pezeshkian Soroti Kecilnya Perdagangan Antarnegara Muslim

Dalam pidatonya, Pezeshkian menyoroti rendahnya aktivitas perdagangan di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Menurut dia, hanya sekitar 19 persen ekspor negara anggota OKI yang ditujukan kepada sesama anggota organisasi tersebut.

Sementara itu, sebagian besar ekspor lainnya dikirim ke negara-negara di luar keanggotaan OKI. Kondisi tersebut, menurut Pezeshkian, membuat pertumbuhan ekonomi negara-negara OKI belum menunjukkan hasil yang signifikan jika dibandingkan dengan potensi yang dimiliki.

Ia kemudian mendorong peningkatan perdagangan antarnegara anggota OKI. Pezeshkian menilai hubungan ekonomi yang lebih kuat dapat menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kemajuan perekonomian negara-negara Muslim.

Perdagangan Internal Dinilai Perlu Diperkuat

Pezeshkian memandang kerja sama ekonomi tidak cukup hanya dilakukan secara terbatas. Negara-negara Muslim, menurutnya, perlu meningkatkan hubungan perdagangan di antara mereka agar potensi ekonomi yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Rendahnya proporsi ekspor antaranggota OKI menjadi perhatian utama dalam seruannya. Ia menilai peningkatan arus perdagangan di antara negara-negara tersebut dapat memperkuat posisi ekonomi bersama dan membantu mendorong pertumbuhan negara anggota.

Seruan itu juga mencerminkan pentingnya kerja sama di tengah situasi geopolitik yang dihadapi Iran. Teheran saat ini berada dalam tekanan akibat kebijakan ekonomi AS yang menargetkan Iran dan pihak-pihak yang menjalin hubungan dagang dengan negara tersebut.

Iran Hadapi Ancaman Sanksi Baru Amerika Serikat

Pernyataan Pezeshkian disampaikan ketika Iran menghadapi rencana pemberlakuan sanksi ekonomi baru dari AS. Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan sanksi yang disebut sebagai tindakan “terberat dalam sejarah” terhadap Iran.

Kebijakan tersebut muncul setelah negosiasi damai antara AS dan Iran belum mencapai kesepakatan. Selain menyasar Iran, sanksi itu juga diarahkan kepada negara-negara yang menjadi mitra dagang Teheran.

Trump bahkan mengancam negara yang tetap bekerja sama dengan Iran akan menghadapi konsekuensi keras. Ancaman tersebut menambah tekanan terhadap hubungan ekonomi Iran dengan negara-negara lain, termasuk pihak-pihak yang memiliki hubungan perdagangan dengan Teheran.

Pesan Pezeshkian soal Solidaritas Negara Muslim

Dalam kesempatan yang sama, Pezeshkian juga menyampaikan pesan terkait keamanan dan hubungan antarnegara Muslim. Ia mengingatkan bahwa negara Muslim tidak seharusnya digunakan untuk melawan negara Muslim lainnya.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran saat ini sedang mempertahankan diri dari agresor yang, menurut dia, memulai perang lebih dahulu. Ia juga menekankan bahwa upaya suatu negara untuk menjaga keamanan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keamanan negara tetangga.

“Tidak ada negara Muslim yang boleh mengupayakan keamanannya dengan mengorbankan keamanan negara tetangganya,” kata Pezeshkian.

Ia turut menegaskan bahwa wilayah negara Muslim mana pun tidak boleh dimanfaatkan sebagai basis untuk melawan negara Muslim lainnya. Pernyataan itu menjadi bagian dari seruannya agar negara-negara Muslim menjaga solidaritas dan tidak membiarkan wilayah mereka digunakan dalam konflik antarsesama negara Muslim.

Kesimpulan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendorong negara-negara Muslim memperkuat kerja sama ekonomi, terutama dengan meningkatkan perdagangan antaranggota OKI. Ia menilai potensi ekonomi negara-negara Muslim belum sebanding dengan jumlah penduduk dan posisi strategis yang dimiliki.

Seruan tersebut disampaikan saat Iran menghadapi tekanan baru dari AS berupa ancaman sanksi terhadap Teheran dan mitra dagangnya. Selain membahas ekonomi, Pezeshkian juga menyerukan agar negara-negara Muslim tidak menggunakan wilayahnya untuk menghadapi negara Muslim lainnya.

Ke depan, peningkatan perdagangan internal dan penguatan solidaritas antarnegara Muslim menjadi hal yang ditekankan Pezeshkian di tengah tekanan ekonomi serta ketegangan politik yang masih berlangsung.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment