Raja Harald V dari Norwegia Meninggal Dunia pada Usia 89 Tahun

Raja Harald V dari Norwegia meninggal dunia pada usia 89 tahun setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Raja Harald mengembuskan napas terakhir secara damai di Oslo University Hospital pada Jumat, 28 Agustus, pukul 06.35 waktu setempat.

Kabar duka tersebut disampaikan Istana Kerajaan Norwegia melalui pernyataan tertulis. Kepergian Raja Harald terjadi sehari setelah istana mengumumkan bahwa kondisi kesehatan sang raja berada dalam keadaan kritis. Sebelumnya, ia telah menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar 10 hari.

Raja Harald Meninggal Setelah Kondisinya Memburuk

Dalam pernyataannya, Istana Kerajaan Norwegia menyampaikan kabar wafatnya Raja Harald dengan penuh rasa duka. Istana menyebut sang raja meninggal secara damai di Oslo University Hospital pada Jumat pagi.

Sehari sebelumnya, istana menyatakan Raja Harald berada dalam kondisi “sangat serius”. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan kurang darah akut yang dikenal sebagai anemia hemolitik. Penyakit itu menyebabkan sel darah merah hancur atau pecah lebih cepat dibandingkan kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah baru.

Dalam kondisi normal, sel darah merah dapat bertahan selama kurang lebih 120 hari. Namun, pada penderita anemia hemolitik, sel darah merah mengalami kerusakan lebih cepat. Akibatnya, tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang berfungsi membawa oksigen ke berbagai organ.

Memiliki Riwayat Masalah Kesehatan

Raja Harald dirawat setelah mengalami penumpukan cairan yang berkaitan dengan pengobatan kortison. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga menghadapi serangkaian masalah kesehatan, termasuk menjalani pemasangan alat pacu jantung.

Masalah kesehatan tersebut membuat Raja Harald mengurangi sejumlah tugas resminya. Meski demikian, ia berulang kali menolak untuk turun takhta. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Putra Mahkota Haakon menjalankan tugas sebagai wali raja.

Penunjukan Putra Mahkota Haakon sebagai wali raja dilakukan ketika kondisi Raja Harald tidak memungkinkan dirinya menjalankan seluruh tugas kerajaan. Peran tersebut berlangsung di tengah perhatian besar terhadap kesehatan Raja Harald dan aktivitas kerajaan Norwegia.

Kegiatan Kerajaan dan Pemerintah Dibatalkan

Memburuknya kondisi Raja Harald turut berdampak pada agenda keluarga kerajaan. Ratu Sonja dan Putra Mahkota Haakon membatalkan seluruh kegiatan kerajaan. Keduanya juga dilaporkan berada di sisi Raja Harald ketika sang raja menjalani masa-masa kritisnya di rumah sakit.

Situasi tersebut juga memengaruhi agenda pemerintahan Norwegia. Perdana Menteri Jonas Gahr Store membatalkan rencana perjalanan ke Jerman pada Kamis setelah kondisi kesehatan Raja Harald memburuk.

Perdana Menteri Store sebelumnya dijadwalkan melakukan perjalanan ke Jerman untuk bertemu dengan mitranya, Kanselir Friedrich Merz. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah Istana Kerajaan Norwegia menyampaikan bahwa kondisi Raja Harald berada dalam keadaan sangat serius.

Kepergian Raja Harald Menjadi Duka bagi Norwegia

Wafatnya Raja Harald menandai berakhirnya perjalanan seorang raja yang dalam beberapa waktu terakhir tetap menjalankan perannya meski menghadapi berbagai gangguan kesehatan. Ia sebelumnya telah mengurangi tugas resmi, tetapi tetap mempertahankan kedudukannya sebagai raja Norwegia.

Kepergian Raja Harald diumumkan secara resmi oleh Istana Kerajaan Norwegia setelah ia mendapatkan perawatan selama sekitar 10 hari. Pernyataan istana mengenai wafatnya sang raja menjadi penutup dari rangkaian kabar tentang kondisi kesehatannya yang terus memburuk.

Kesimpulan

Raja Harald V dari Norwegia meninggal dunia pada usia 89 tahun di Oslo University Hospital pada Jumat, 28 Agustus, pukul 06.35. Ia wafat setelah berada dalam kondisi kritis akibat anemia hemolitik, penumpukan cairan yang berkaitan dengan pengobatan kortison, serta sejumlah masalah kesehatan yang telah dialaminya dalam beberapa tahun terakhir.

Selama menjalani perawatan, Putra Mahkota Haakon bertindak sebagai wali raja, sementara Ratu Sonja dan Haakon membatalkan kegiatan kerajaan untuk mendampingi Raja Harald. Wafatnya Raja Harald kini menjadi kabar duka bagi keluarga kerajaan dan Norwegia, setelah sebelumnya kondisi kesehatannya memengaruhi agenda kerajaan serta pemerintahan negara tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment