Trump Berencana Gunakan Jet Hadiah Qatar sebagai Air Force One ke Irlandia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menggunakan pesawat jet hadiah dari Qatar sebagai Air Force One dalam kunjungannya ke Irlandia pada akhir bulan ini. Rencana tersebut menjadi perhatian karena pesawat Boeing mewah itu belum sepenuhnya memiliki kemampuan keamanan seperti armada Air Force One yang lebih lama.

Rencana penggunaan pesawat tersebut pertama kali diberitakan oleh The Washington Post dan kemudian dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior Gedung Putih, sebagaimana dikutip CNN. Keputusan Trump untuk kembali menerbangkan jet itu ke luar negeri muncul hanya sekitar dua bulan setelah pesawat yang sama digunakan dalam perjalanan ke Turki.

Jet Mewah Senilai Rp7,05 Triliun

Pesawat Boeing yang akan digunakan Trump merupakan hadiah tanpa syarat dari Qatar. Nilainya diperkirakan mencapai US$400 juta atau sekitar Rp7,05 triliun dengan asumsi kurs Rp17.630 per dolar AS.

Jet tersebut dilengkapi berbagai fitur standar yang sebelumnya terdapat pada armada kepresidenan. Namun, kemampuan keamanannya masih menjadi sorotan. Dua sumber menyebutkan bahwa pesawat itu belum mempunyai sistem perlindungan yang memadai untuk beroperasi di lingkungan internasional berisiko tinggi, seperti yang dimiliki Air Force One generasi sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat rencana penerbangan Trump ke Irlandia dinilai menarik perhatian. Pasalnya, pada perjalanan ke Turki sekitar dua bulan sebelumnya, Trump sempat meninggalkan negara tersebut secara diam-diam menggunakan pesawat lain. Langkah itu dilakukan karena muncul kekhawatiran terkait aspek keamanan pesawat hadiah dari Qatar tersebut.

Trump Akui Pesawat Masih Membutuhkan Peningkatan

Trump secara tidak langsung mengakui bahwa jet tersebut belum sepenuhnya siap menjalankan seluruh fungsi kepresidenan. Setelah kembali dari Turki pada akhir Juli, ia menyampaikan keterangan mengenai pesawat itu saat ditemui di Ruang Oval.

Menurut Trump, pesawat tersebut memang telah memiliki banyak fitur penting. Namun, peningkatan lebih lanjut tetap diperlukan agar jet itu dapat digunakan secara maksimal dan mampu terbang ke berbagai wilayah tanpa keterbatasan.

“Pesawat ini sudah memiliki banyak fitur, tetapi untuk memaksimalkannya (bisa terbang ke wilayah mana pun) akan memakan waktu sekitar 60 hari,” ujar Trump.

Keterbatasan Sistem Pertahanan Rudal

Salah satu aspek yang disebut masih memerlukan pengembangan adalah sistem pertahanan rudal. Dua sumber yang mengetahui kondisi pesawat tersebut menilai kemampuan keamanan jet belum sebanding dengan Air Force One yang telah lama digunakan dalam berbagai perjalanan internasional.

Meski demikian, pesawat itu tetap dioperasikan Trump untuk sejumlah perjalanan domestik sepanjang musim panas. Pesawat tersebut juga direncanakan dipindahkan ke museum kepresidenan setelah masa jabatan Trump berakhir.

Gedung Putih Nilai Penerbangan ke Irlandia Aman

Gedung Putih membela keputusan Trump untuk tetap menggunakan pesawat hadiah Qatar dalam perjalanan ke Irlandia. Penerbangan tersebut akan dilakukan sebelum jadwal peningkatan keamanan yang direncanakan berlangsung pada Oktober atau musim gugur.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa pembaruan sistem keamanan memang baru akan dilakukan pada musim gugur. Namun, menurut pejabat tersebut, pesawat masih dinilai sangat aman untuk penerbangan internasional dengan tingkat risiko rendah, termasuk perjalanan menuju Irlandia.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Gedung Putih membedakan antara penerbangan ke negara dengan risiko rendah dan perjalanan ke wilayah yang memiliki potensi ancaman keamanan lebih besar. Dengan pertimbangan tersebut, penggunaan pesawat untuk kunjungan ke Irlandia tetap dipertahankan meski sejumlah sistemnya belum ditingkatkan secara menyeluruh.

Kebanggaan Trump terhadap Pesawat Hadiah Qatar

Keputusan Trump untuk terus menggunakan jet tersebut juga tidak terlepas dari rasa bangganya terhadap pesawat itu. Ia bahkan dikabarkan merasa kesal secara pribadi setelah muncul pemberitaan yang mengungkap keterbatasan sistem keamanan di dalamnya.

Saat pertama kali memperkenalkan pesawat tersebut di Pangkalan Gabungan Andrews pada musim panas, Trump menyebutnya sebagai “pesawat paling mewah di dunia”. Pernyataan tersebut menggambarkan nilai simbolis dan kemewahan jet yang diberikan Qatar kepada pemerintah Amerika Serikat.

Kesimpulan

Trump berencana menggunakan jet hadiah Qatar sebagai Air Force One dalam perjalanan ke Irlandia pada akhir bulan ini. Meskipun pesawat Boeing senilai sekitar Rp7,05 triliun itu memiliki sejumlah fitur kepresidenan, kemampuan keamanannya masih akan ditingkatkan pada musim gugur.

Gedung Putih menilai pesawat tersebut aman untuk penerbangan ke Irlandia yang dianggap memiliki tingkat risiko rendah. Namun, rencana ini tetap akan menjadi perhatian karena sebelumnya Trump pernah meninggalkan Turki menggunakan pesawat lain akibat kekhawatiran keamanan. Ke depan, efektivitas peningkatan sistem pada Oktober akan menjadi faktor penting dalam menentukan kesiapan jet tersebut untuk menjalankan fungsi Air Force One secara penuh.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment