105 Warga Masih Mengungsi akibat Dampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo

SOLO – Sebanyak 105 warga masih berada di pengungsian setelah kebakaran melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Para warga tersebut mengungsi di GOR UTP Desa Plesungan karena dampak asap masih dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Karanganyar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, penanganan terhadap warga terdampak dilakukan bersamaan dengan operasi pemadaman kebakaran. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar selama kondisi belum sepenuhnya aman.

105 Warga Mengungsi di GOR UTP Plesungan

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan 105 jiwa saat ini masih berada di lokasi pengungsian di GOR UTP Desa Plesungan. Mereka terdampak asap kebakaran TPA Putri Cempo yang menyebar ke sebagian wilayah sekitar.

Wilayah yang masih merasakan dampak asap terutama berada di Dusun Sulurejo, RT 05 hingga RT 10, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Situasi tersebut membuat warga perlu mendapatkan penanganan dan perlindungan hingga kondisi di sekitar lokasi dinyatakan lebih aman.

“Sebanyak 105 jiwa warga terdampak saat ini berada di lokasi pengungsian di GOR UTP Desa Plesungan. Penanganan dampak asap dilakukan secara paralel dengan operasi pemadaman untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” kata Berton dalam keterangannya, Selasa (8/9).

Blok B TPA Putri Cempo Masih Terbakar

Hingga Senin (7/9) malam, area yang terbakar secara umum telah mengalami pengurangan. BNPB menyebut Blok C dan Blok D telah dinyatakan aman. Namun, penanganan di Blok B masih berlangsung karena masih terdapat area yang terbakar.

Operasi pemadaman saat ini difokuskan pada Blok B. Tim gabungan menargetkan area tersebut dapat dipadamkan dalam waktu tujuh hari ke depan. Pelaksanaan penanganan akan tetap disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

Area yang menjadi prioritas berada di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Di lokasi itu, masih ditemukan sejumlah titik api yang perlu ditangani secara intensif untuk mencegah kebakaran terus meluas.

Pemadaman Dilakukan melalui Jalur Darat

Untuk menjangkau area yang masih terbakar, petugas mengoptimalkan pemadaman melalui jalur darat. Metode yang digunakan antara lain injeksi dan penyemprotan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan api.

Ketersediaan air juga terus dipastikan agar proses pemadaman dapat berlangsung secara berkelanjutan. BNPB mengoptimalkan hydrant yang berada di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), sekaligus menambah tandon air di sekitar lokasi penanganan.

Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan suplai air selama operasi berlangsung. Dengan dukungan pasokan air yang memadai, petugas diharapkan dapat menjangkau area yang masih terbakar dan mempercepat proses pemadaman Blok B.

Tim Gabungan Diperkuat Personel Lintas Wilayah

Operasi penanganan kebakaran melibatkan unsur pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah, yakni Solo Raya, Semarang, dan Cilacap. Personel dari TNI, Polri, serta relawan turut memperkuat upaya pemadaman di lapangan.

Dukungan lintas wilayah diperlukan untuk mengatasi keterbatasan personel sekaligus meningkatkan kekuatan operasi. Meski demikian, petugas masih menghadapi sejumlah kendala teknis, salah satunya kondisi beberapa selang pemadam yang mengalami kerusakan dan kebocoran.

Selain memperkuat pemadaman darat, BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mulai mempersiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaan langkah tersebut akan mempertimbangkan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan operasional.

Penanganan Kebakaran Terus Dioptimalkan

Kebakaran hebat sebelumnya melanda TPA Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (2/9). Kobaran api membakar dan membesar di area gunungan sampah di tempat pemrosesan akhir tersebut.

Pemerintah dan tim gabungan masih terus mengoptimalkan seluruh upaya penanganan, terutama di Blok B yang belum sepenuhnya aman. Di sisi lain, warga yang terdampak asap tetap mendapatkan perlindungan melalui pengungsian di GOR UTP Desa Plesungan.

Ke depan, pemadaman akan difokuskan pada titik api yang tersisa dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, ketersediaan air, serta dukungan personel dan peralatan. Pemerintah menargetkan Blok B dapat dipadamkan secara menyeluruh sesuai rencana penanganan, sementara keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak tetap menjadi perhatian utama.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment