750 Warga SMAN 1 Lasem Diduga Keracunan MBG, Kegiatan Belajar Mengajar Lumpuh
Ratusan warga SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, mengalami mual dan diare secara massal pada Kamis (3/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disantap para siswa dan guru sehari sebelumnya.
Akibat kejadian itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tidak dapat berlangsung normal. Para siswa akhirnya dipulangkan setelah pihak sekolah berkoordinasi dengan Puskesmas Lasem dan Cabang Dinas Pendidikan. Berdasarkan laporan pihak sekolah, jumlah warga sekolah yang mengalami diare diperkirakan mencapai 750 orang.
Ratusan Siswa dan Guru Mengalami Diare
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, menjelaskan bahwa keluhan mual dan diare mulai dirasakan oleh siswa serta guru sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan di setiap kelas untuk mengetahui jumlah warga sekolah yang terdampak.
Hasil pendataan menunjukkan, terdapat sekitar 20 hingga 31 siswa yang mengalami diare di setiap kelas. Dari 33 kelas yang ada, jumlah siswa yang dilaporkan mengalami diare mencapai 725 orang. Selain itu, sebanyak 25 guru juga mengalami keluhan serupa.
SMAN 1 Lasem sendiri memiliki 1.174 siswa dan 95 guru. Dengan demikian, total warga sekolah yang diduga mengalami diare mencapai sekitar 750 orang, terdiri atas siswa dan guru.
“Akhirnya saya menyuruh agar tiap kelas didata yang mengalami diare itu. Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas. Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang,” jelas Juhartutik.
Setelah memperoleh hasil pendataan, pihak sekolah segera melaporkan kondisi tersebut kepada Puskesmas Lasem untuk mendapatkan penanganan darurat. Sekolah juga melakukan konsultasi dengan Cabang Dinas Pendidikan sebelum mengambil keputusan untuk memulangkan para siswa.
Aktivitas Sekolah Dihentikan Sementara
Meluasnya keluhan diare membuat aktivitas sekolah terhenti. Saat dilakukan pemantauan pada sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi SMAN 1 Lasem telah sepi. Tidak terlihat kegiatan belajar mengajar yang biasanya berlangsung di lingkungan sekolah.
Juhartutik juga mengungkapkan bahwa fasilitas toilet sekolah tidak mampu menampung banyaknya warga sekolah yang mengalami diare dalam waktu hampir bersamaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya penanganan segera dan pemulangan siswa.
Menu MBG Diduga Menjadi Pemicu
Diare massal yang terjadi di SMAN 1 Lasem diduga berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi pada Rabu (2/9). Menu tersebut terdiri atas ayam bakar, nasi putih, mendoan, dan buah semangka.
Menurut keterangan Juhartutik, terdapat proses pengecekan terhadap makanan sebelum dikonsumsi. Dalam pengecekan tersebut, salah satu sampel ayam disebut memiliki kondisi berlendir, sedangkan sampel lainnya dinilai baik. Ayam yang berlendir kemudian disisihkan.
Pihak sekolah juga telah melakukan klarifikasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengenai waktu pengolahan makanan. Berdasarkan informasi yang diterima, menu ayam tersebut dimasak sekitar pukul 03.00 dini hari, sementara para siswa mengonsumsinya sekitar pukul 12.00.
Meski demikian, dugaan hubungan antara menu MBG dan diare massal tersebut belum dapat dipastikan. Penyebab sebenarnya masih menunggu penelusuran dari pihak Dinas Kesehatan.
18 Pasien Dibawa ke Puskesmas Lasem
Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, menyampaikan bahwa terdapat 18 warga sekolah yang dibawa untuk mendapatkan perawatan. Dari jumlah tersebut, lima orang merupakan guru dan 13 lainnya adalah siswa.
Dari 13 siswa yang dibawa ke Puskesmas Lasem, tiga orang harus menjalani rawat inap. Sementara itu, berdasarkan keterangan Ketua Komisi IV DPRD Rembang Muhammad Rofi’i, sebanyak 15 pasien telah diperbolehkan pulang dan tiga pasien masih menjalani perawatan.
Komisi IV DPRD Rembang kemudian meninjau kondisi di Puskesmas Lasem setelah menerima laporan mengenai dugaan diare massal yang menimpa warga SMAN 1 Lasem.
Menunggu Hasil Penelusuran Dinas Kesehatan
Muhammad Rofi’i mengatakan, pihaknya datang untuk memastikan kondisi para pasien serta memperoleh informasi langsung dari pihak Puskesmas Lasem. Ia menyebutkan bahwa dugaan penyebab insiden, termasuk kemungkinan kaitannya dengan menu MBG, masih harus menunggu hasil penelusuran dari Dinas Kesehatan.
Kesimpulan
Insiden diare massal di SMAN 1 Lasem menyebabkan sekitar 750 siswa dan guru diduga mengalami gangguan kesehatan, sehingga kegiatan belajar mengajar dihentikan dan siswa dipulangkan. Sebanyak 18 orang sempat dibawa ke Puskesmas Lasem, dengan tiga siswa menjalani rawat inap.
Menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya menjadi salah satu dugaan pemicu, terutama setelah ditemukan sampel ayam yang disebut berlendir. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat disimpulkan. Penelusuran dari Dinas Kesehatan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber diare massal serta memastikan langkah penanganan bagi warga SMAN 1 Lasem.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment