Backpacker India Arunima IP Ditahan Taliban Saat Solo Traveling di Afghanistan

Perjalanan solo seorang backpacker perempuan asal India ke Afghanistan berubah menjadi pengalaman menegangkan. Arunima IP, content creator dengan lebih dari 1,2 juta pengikut di Instagram dan lebih dari 733 ribu subscriber di YouTube, sempat ditahan oleh sekelompok orang bersenjata yang mengaku sebagai Taliban.

Arunima mengatakan, penahanan tersebut terjadi karena perempuan tidak diperbolehkan bepergian seorang diri di Afghanistan. Ia diketahui telah memulai perjalanan solonya ke negara tersebut sejak awal September. Selama berada di Afghanistan, Arunima membagikan sejumlah dokumentasi perjalanan melalui kanal YouTube, termasuk kunjungannya ke pasar dan desa-desa terpencil.

Arunima Kirim Pesan SOS kepada Kedutaan India

Situasi yang dihadapi Arunima menjadi perhatian setelah ia mengirimkan pesan SOS pada Senin (14/9). Dalam pesan tersebut, ia meminta bantuan untuk dapat terhubung dengan Kedutaan Besar India.

“Tolong bantu saya terhubung ke Kedutaan India,” demikian isi pesan yang dikirimkan Arunima, seperti diberitakan The Independent.

Sekitar 24 jam kemudian, pada Selasa (15/9) pagi, Arunima mengabarkan bahwa dirinya telah berada dalam kondisi aman. Sebelumnya, ia sempat mengalami ketegangan setelah dihentikan dan diperiksa oleh orang-orang bersenjata di salah satu pos pemeriksaan.

Dihentikan di Pos Pemeriksaan

Dalam sebuah video yang dibagikan pada awal pekan, Arunima memperlihatkan momen ketika dirinya dihentikan oleh sejumlah pria bersenjata yang mengaku sebagai anggota Taliban. Mereka meminta Arunima menunjukkan dokumen resmi dan melakukan pemeriksaan terhadap perjalanan yang sedang dilakukannya.

“Mereka menginterogasi saya di setiap pos pemeriksaan seperti ini,” ujar Arunima dalam video tersebut.

Menurut penjelasannya, kelompok yang menghentikannya tidak dapat membaca dokumen perjalanan yang ia bawa. Mereka kemudian meminta Arunima untuk tidak bepergian seorang diri. Kelompok tersebut juga bersikeras bahwa Arunima harus memperoleh izin khusus jika ingin melintasi sejumlah provinsi di Afghanistan.

Situasi itu berujung pada penahanan Arunima selama beberapa jam. Ia mengaku mengalami ketakutan yang sangat besar selama berada dalam kondisi tersebut.

“Saya menghabiskan beberapa jam dalam ketegangan hingga merasa bisa mati. Saya benar-benar ketakutan,” kata Arunima.

Melanjutkan Perjalanan Menuju Bamyan

Setelah beberapa jam ditahan, Arunima akhirnya berhasil keluar dari lokasi tersebut. Ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpang sebuah truk hingga tiba di Bamyan.

Namun, setibanya di Bamyan, ia kembali menjadi perhatian warga sekitar. Arunima mengatakan, sejumlah orang mulai menghampirinya setelah ia turun dari kendaraan. Menurutnya, seorang perempuan biasanya tidak bepergian seorang diri di Afghanistan pada malam hari.

“Begitu saya turun dari kendaraan, orang-orang mulai menghampiri saya karena seorang wanita biasanya tidak akan sendirian di Afghanistan pada malam hari,” ujarnya.

Perbedaan Aturan bagi Perempuan

Dalam salah satu unggahan videonya, Arunima juga menjelaskan situasi perempuan di Afghanistan. Ia menyebut bahwa perempuan di negara tersebut hanya diperbolehkan memperlihatkan bagian mata. Sementara itu, dirinya masih dapat menunjukkan wajah karena berasal dari negara lain.

“Di Afghanistan, perempuan hanya diperbolehkan menunjukkan mata. Saya bisa menunjukkan wajah karena saya berasal dari negara lain,” kata Arunima.

Arunima kemudian mempertanyakan alasan dirinya dapat memperoleh visa untuk masuk ke Afghanistan, meski diketahui akan melakukan perjalanan seorang diri sebagai perempuan. Ia juga mengaku diberi tahu bahwa tindakannya dianggap melanggar aturan yang berlaku menurut kelompok yang menahannya.

“Menurut hukum mereka, saya telah melanggar aturan. Mereka mengatakan akan menangkap saya. Di sini, setiap anggota Taliban seperti petugas polisi. Mereka bisa melakukan apa saja yang mereka mau. Saya meminta mereka untuk mendeportasi saya,” tutur Arunima.

Belum Ada Pernyataan Resmi

Hingga berita ini disusun, Taliban dan Kedutaan Besar India belum memberikan komentar terkait peristiwa yang dialami Arunima IP. Dengan demikian, informasi mengenai penahanan tersebut masih berdasarkan keterangan Arunima dan dokumentasi perjalanan yang ia bagikan.

Peristiwa ini juga kembali menyoroti risiko perjalanan ke Afghanistan. Sebagian besar negara telah menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke negara tersebut karena situasinya dinilai tidak kondusif. Kendati demikian, sejumlah content creator tetap melakukan perjalanan demi merekam pengalaman di salah satu destinasi yang dikenal berbahaya.

Kesimpulan

Pengalaman Arunima IP menunjukkan tantangan yang dapat dihadapi perempuan ketika melakukan perjalanan seorang diri di Afghanistan. Ia sempat ditahan selama beberapa jam setelah dihentikan di pos pemeriksaan dan diminta memperoleh izin khusus untuk melintasi sejumlah wilayah. Meski kemudian berhasil keluar dan menyatakan dirinya aman, pengalaman tersebut meninggalkan ketakutan mendalam.

Belum adanya komentar dari Taliban maupun Kedutaan Besar India membuat perkembangan kasus ini masih perlu ditunggu. Di tengah peringatan perjalanan dari berbagai negara, kisah Arunima menjadi pengingat bahwa dokumentasi perjalanan untuk kepentingan konten tetap perlu mempertimbangkan kondisi keamanan dan aturan setempat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment