Damkar Surabaya Siram Jalan Protokol untuk Redam Panas Ekstrem dan Debu
Surabaya – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya melakukan penyiraman di sejumlah ruas jalan utama untuk mengurangi dampak cuaca panas selama musim kemarau. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu menekan sengatan panas ekstrem, mengurangi paparan debu, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di jalan.
Penyiraman jalan dilakukan setelah suhu udara pada siang hari di Kota Surabaya, Jawa Timur, menembus angka 30 derajat Celsius. Kondisi itu dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas, termasuk heatstroke, terutama bagi pengguna jalan yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Damkar Surabaya Rutin Menyiram Jalan
Kepala Bidang Damkar Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan kegiatan penyiraman jalan telah dilakukan secara rutin sejak beberapa pekan terakhir. Kebijakan tersebut diambil setelah pihaknya menerima sejumlah laporan dan usulan dari masyarakat terkait kondisi cuaca yang semakin menyengat pada siang hari.
Menurut Rokhim, warga mulai merasa terganggu oleh panas yang muncul di sejumlah ruas jalan. Selain suhu yang tinggi, masyarakat juga melaporkan adanya debu serta kemunculan fatamorgana yang diduga terjadi akibat permukaan aspal memuai karena terkena paparan panas.
“Penyiraman ini kami lakukan sejak hari Rabu atas usulan dan laporan warga bahwa suhu udara siang hari di Surabaya sangat menyengat,” kata Rokhim saat dikonfirmasi pada Kamis (20/8).
Armada Dikerahkan Bergiliran
Proses pendinginan jalan dilakukan menggunakan armada mobil pemadam kebakaran. Kendaraan tersebut dikerahkan secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan pengaturan itu, penyiraman dapat berjalan secara terukur dan tetap menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Tidak Mengganggu Tugas Utama
Rokhim memastikan kegiatan penyiraman preventif tersebut tidak mengganggu kesiapan armada Damkar dalam menangani panggilan darurat, khususnya laporan kebakaran. Petugas tetap menjaga kesiapan untuk merespons kejadian yang membutuhkan penanganan segera.
Ia menambahkan, pelaksanaan program penyiraman jalan masih terus dievaluasi. Evaluasi dilakukan bersamaan dengan kegiatan di lapangan untuk memastikan langkah tersebut dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak mengurangi fungsi utama armada pemadam kebakaran.
Fokus di Jalan Protokol dan Titik Kemacetan
Untuk sementara, penyiraman difokuskan pada lintasan protokol serta sejumlah titik yang rawan mengalami kemacetan. Area yang menjadi sasaran membentang dari kawasan Jalan Basuki Rahmad hingga ruas Jalan Pahlawan di sekitar Alun-alun Contong, Bubutan.
Pemilihan lokasi tersebut berkaitan dengan tingginya aktivitas pengguna jalan di kawasan itu. Penyiraman diharapkan dapat membantu mengurangi dampak panas pada permukaan aspal sekaligus menekan debu yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.
Imbauan Damkar kepada Masyarakat
Selain melakukan pendinginan di jalan, Damkar Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga diminta menggunakan tabir surya sebagai salah satu bentuk perlindungan dari paparan sinar matahari.
Masyarakat juga diingatkan untuk selalu membawa persediaan air minum. Kecukupan asupan cairan penting dilakukan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi saat harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang panas.
“Kepada masyarakat kami mengimbau untuk selalu menggunakan pelindung diri tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, selalu membawa persediaan air minum, agar tubuh tidak dehidrasi,” ujar Rokhim.
Kesimpulan
Penyiraman sejumlah ruas jalan utama oleh Damkar Surabaya menjadi langkah preventif untuk merespons keluhan warga terkait suhu panas, debu, dan kondisi aspal selama musim kemarau. Kegiatan tersebut dilakukan secara bergiliran dengan tetap mempertahankan kesiapan armada dalam menangani kebakaran dan keadaan darurat lainnya.
Ke depan, pelaksanaan penyiraman masih akan dievaluasi berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, warga diharapkan tetap melakukan perlindungan mandiri dengan menggunakan tabir surya serta membawa air minum ketika beraktivitas di luar ruangan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment