Gubernur DKI Setujui Revitalisasi Halte Depan Kolese Kanisius dengan Pelican Crossing

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui rencana revitalisasi halte yang berada di depan sekolah Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat. Pembenahan fasilitas tersebut diusulkan oleh salah satu alumni Kolese Kanisius dalam kegiatan Canisius Expo 2026 yang digelar pada Sabtu (29/8).

Revitalisasi halte akan dilakukan melalui kolaborasi bersama para alumni, dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas. Selain memperbaiki kondisi halte yang dinilai sudah cukup lama, fasilitas tersebut nantinya akan dilengkapi jalur penyeberangan bagi pejalan kaki dengan dukungan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau pelican crossing.

Pramono Setujui Revitalisasi Halte Kolese Kanisius

Pramono mengatakan, kondisi halte di depan Kolese Kanisius saat ini sudah tergolong usang. Karena itu, ia menyambut baik usulan perbaikan yang disampaikan oleh alumni sekolah tersebut. Menurutnya, penggunaan nama Halte Kanisius dapat dipertimbangkan selama revitalisasi yang dilakukan tetap berorientasi pada kepentingan publik.

“Memang kondisi haltenya sudah jadul banget. Kalau diberi nama Halte Kanisius kemudian diperbaiki oleh alumni, selama itu untuk kepentingan publik, saya memberikan persetujuan,” kata Pramono.

Dalam rencana pembenahan itu, halte juga akan dilengkapi fasilitas penyeberangan jalan yang lebih aman. Keberadaan pelican crossing diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki, terutama para murid Kolese Kanisius yang beraktivitas di sekitar sekolah.

Kolaborasi Alumni untuk Fasilitas Publik

Persetujuan revitalisasi halte tersebut sejalan dengan dorongan Pramono agar keluarga besar dan alumni Kolese Kanisius terus berkolaborasi dalam mendukung pembangunan Jakarta. Ia menilai, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat berbagai upaya peningkatan fasilitas serta pelayanan di ibu kota.

Pramono juga menyampaikan bahwa Kolese Kanisius telah memberikan kontribusi bagi pembangunan Jakarta dan Indonesia. Hal itu terlihat dari kiprah para alumninya yang berperan di berbagai bidang. Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.

“Banyak sekali alumni Kanisius yang sudah berperan serta untuk Jakarta dan untuk bangsa kita. Sehingga kerja sama, kolaborasi, Jakarta sebagai kota global, ibu kota negara, kota yang inklusif, menurut saya akan membuat Jakarta menjadi semakin kuat,” ujar Pramono.

Keberagaman Dinilai sebagai Kekuatan Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut menekankan pentingnya keberagaman sebagai kekuatan Jakarta. Ia menyebut Jakarta sebagai kota global yang inklusif, multikultur, dan multietnik. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, golongan, maupun etnis.

Pramono menegaskan bahwa dirinya harus menjadi gubernur bagi semua kelompok masyarakat. Ia juga mengapresiasi keberagaman yang ditampilkan dalam Canisius Expo 2026, termasuk pertunjukan bertema Kalimantan.

“Sebagai Gubernur Jakarta saya harus menjadi gubernur buat semua kelompok, semua agama, semua golongan, semua etnis. Termasuk hari ini saya tidak menyangka bahwa di Kanisius ini performa yang ditampilkan adalah Kalimantan. Ini mencerminkan bahwa betul-betul Kanisius juga menjaga multikultur, multietnik, dan sebagainya,” tuturnya.

Canisius Expo 2026 Menuju Satu Abad Kolese Kanisius

Canisius Expo 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju 100 tahun Kolese Kanisius. Acara tersebut mengusung tema “Innovating for Human Dignity” dan menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi, serta karakter.

Sebanyak 492 siswa terlibat dalam pertunjukan tarian kolosal bertajuk “Penjaga Rimba Borneo”. Selain pertunjukan tersebut, Canisius Expo juga menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari kompetisi akademik, seni, dan olahraga.

Kegiatan lain yang digelar dalam Canisius Expo 2026 mencakup Education Fair, Talent Spotting, serta pengenalan perguruan tinggi, jurusan, karier, dan beasiswa. Rangkaian acara itu dirancang untuk membantu siswa mengembangkan potensi sekaligus mengenal berbagai pilihan pendidikan dan masa depan.

Penutup

Persetujuan revitalisasi halte di depan Kolese Kanisius menunjukkan adanya peluang kolaborasi antara pemerintah dan alumni dalam meningkatkan fasilitas publik. Penambahan pelican crossing juga diharapkan dapat mendukung keamanan serta kenyamanan pejalan kaki di sekitar sekolah.

Di sisi lain, Canisius Expo 2026 memperlihatkan kontribusi lembaga pendidikan dalam membangun kreativitas, karakter, dan kualitas sumber daya manusia. Pramono menilai, pembangunan Jakarta pada akhirnya sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kolaborasi dan penguatan pendidikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan beragam.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment