Gubernur Kalbar Ria Norsan Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan di Tengah Ancaman Karhutla
Pendahuluan
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menyampaikan keprihatinannya atas meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (21/8).
Ria Norsan menyebut kemarau panjang yang disertai pengaruh El Nino menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya titik-titik api. Namun, ia juga menegaskan bahwa karhutla tidak semata-mata disebabkan oleh kondisi cuaca. Praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar turut menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Ria Norsan Soroti Dampak Kemarau Panjang dan El Nino
Dalam unggahannya, Ria Norsan menjelaskan bahwa kondisi kemarau panjang dan pengaruh El Nino berkontribusi terhadap munculnya titik api di kawasan Kalimantan. Cuaca yang kering membuat lahan lebih mudah terbakar, sementara api dapat meluas apabila tidak segera ditangani.
Unggahan tersebut dilengkapi foto peta Pulau Kalimantan yang dipenuhi titik panas atau hotspot sebagai indikasi terjadinya karhutla. Poster itu juga memuat tulisan “Pray for Kalimantan” yang menggambarkan keprihatinan terhadap kondisi kebakaran yang berlangsung di berbagai wilayah.
Menurut Ria Norsan, situasi karhutla yang meluas membutuhkan kewaspadaan dan kepedulian ekstra dari seluruh pihak. Ia menilai pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
Warga Diminta Menghentikan Pembakaran Lahan
Gubernur Kalbar mengimbau masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Ia mengingatkan bahwa tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering akibat kemarau panjang.
Imbauan untuk Masyarakat
Ria Norsan menyampaikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mencegah dan menghadapi karhutla. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi api serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko dampak kabut asap.
“Langkah kecil dari kita sangat berarti: hentikan praktik pembakaran lahan, laporkan indikasi api dengan cepat, dan selalu gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi terhindar dari dampak buruk kabut asap,” tulis Ria Norsan dalam unggahannya.
Selain menyampaikan imbauan, Ria Norsan juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang bertugas menangani karhutla. Ia menyampaikan rasa hormat kepada para petugas yang terus bekerja siang dan malam untuk memadamkan titik api di sejumlah lokasi.
Kementerian Lingkungan Hidup Terbitkan Instruksi Mendesak
Penanganan karhutla juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup menerbitkan instruksi mendesak kepada enam gubernur di wilayah Sumatra dan Kalimantan untuk memperketat penanganan kebakaran serta melindungi keselamatan masyarakat.
Instruksi tersebut tercantum dalam surat pernyataan berjudul “Merespons Penurunan Kualitas Udara dan Ancaman Karhutla di Musim Kemarau 2026”. Surat itu diterima di Jakarta pada Jumat (21/8) dan ditujukan kepada gubernur di Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, serta Kalimantan Selatan.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menekankan perlunya perlindungan terhadap masyarakat di wilayah-wilayah yang menghadapi ancaman penurunan kualitas udara dan karhutla. Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang masuk dalam fokus instruksi tersebut.
Polri Selidiki Pihak yang Diduga Terkait Karhutla
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa kepolisian telah mengantongi sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan penyebab karhutla di wilayah Kalimantan.
Informasi tersebut diperoleh melalui proses penyelidikan dan investigasi terhadap sejumlah peristiwa karhutla yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Listyo mengatakan beberapa orang telah diamankan dalam proses penanganan perkara tersebut.
“Kita lakukan penyelidikan dan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi. Beberapa nama sudah kita amankan,” ujar Listyo kepada wartawan pada Jumat (21/8).
Kapolri juga menyampaikan bahwa jajaran kepolisian telah diperintahkan untuk terus melakukan pemadaman di area hutan yang terbakar. Upaya pemadaman masih berlangsung sebagai bagian dari penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Kesimpulan
Pernyataan Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kemarau panjang dan pengaruh El Nino menjadi faktor pemicu, tetapi praktik pembakaran lahan juga harus dihentikan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Ke depan, kewaspadaan masyarakat, pelaporan cepat terhadap indikasi kebakaran, penggunaan masker, serta kerja berkelanjutan tim gabungan menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Pada saat yang sama, penyelidikan aparat terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat diharapkan terus berjalan seiring dengan upaya pemadaman di lapangan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment