Jawa Tengah Resmi Tjadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026, Diikuti 2.242 Peserta
Jawa Tengah resmi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Pembukaan kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat malam, 11 September 2026. Penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah menjadi momentum penting karena ajang serupa terakhir kali berlangsung di provinsi tersebut pada 1979, atau 47 tahun silam.
MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai daerah, mempererat persaudaraan, serta menunjukkan besarnya dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap pembinaan generasi Qurani di Indonesia.
Jawa Tengah Sambut Kafilah dari Berbagai Daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pusat yang telah memberikan kesempatan kepada Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
Dalam sambutannya, Luthfi menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu yang hadir. Menurutnya, MTQ Nasional memiliki makna penting karena mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah geografis Indonesia dalam suasana kebersamaan.
“Mewakili masyarakat Jawa Tengah kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Luthfi, hampir 7.831 tamu datang ke Jawa Tengah selama penyelenggaraan MTQ Nasional 2026. Para tamu tersebut antara lain terdiri atas perwakilan kafilah dari 37 provinsi dan sejumlah kepala daerah.
Luthfi menyebut sejumlah gubernur telah hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di antaranya Gubernur Bengkulu, Gubernur Kalimantan Utara, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Selain itu, sebanyak 17 gubernur direncanakan hadir pada agenda pembukaan.
MTQ Nasional 2026 Berikan Dampak Ekonomi
Kehadiran ribuan peserta dan tamu juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di Jawa Tengah. Luthfi mengatakan, peningkatan jumlah kunjungan turut mendorong naiknya okupansi hotel dan penggunaan jasa rental kendaraan.
Dampak tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan berskala nasional dapat memberikan manfaat bagi sektor-sektor pendukung. Mobilitas peserta, tamu, panitia, dan pejabat daerah ikut meningkatkan aktivitas layanan akomodasi serta transportasi di Jawa Tengah.
MTQ Disebut sebagai Pesta Rakyat
Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai MTQ Nasional 2026 bukan semata-mata kompetisi keagamaan. Menurutnya, kegiatan ini telah berkembang menjadi pesta rakyat yang dapat menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
Nasaruddin menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an juga tercermin melalui kegembiraan, persaudaraan, dan kebersamaan yang hadir selama pelaksanaan MTQ. Ia menyebut kemeriahan kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai agama.
“MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia,” ujar Nasaruddin.
Ia menjelaskan, MTQ tumbuh melalui proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari lingkungan masyarakat hingga tingkat nasional. Besarnya antusiasme daerah untuk menjadi tuan rumah juga menjadi salah satu alasan penyelenggaraan MTQ Nasional ditetapkan berlangsung setiap tahun. Dengan demikian, semakin banyak daerah memiliki kesempatan untuk menjadi penyelenggara.
Diikuti 2.242 Peserta dan 155 Dewan Hakim
Sekretaris Umum LPTQ Nasional Muchlis Muhammad Hanafi menyampaikan bahwa MTQ Nasional XXXI diikuti oleh 2.242 peserta. Mereka berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan.
Proses penilaian melibatkan 155 dewan hakim. Para hakim bertugas menjalankan penilaian secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab. Seluruh cabang musabaqah diselenggarakan di sejumlah lokasi yang tersebar di Kota Semarang.
Peserta MTQ berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Cabang yang diperlombakan mencakup tilawah, tafsir Al-Qur’an dalam tiga bahasa, serta hafalan mulai dari satu juz hingga 30 juz.
Eksibisi Tilawah bagi Penyandang Disabilitas
Salah satu hal baru dalam MTQ Nasional XXXI adalah penyelenggaraan eksibisi cabang tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang partisipasi yang lebih luas dalam penyelenggaraan MTQ.
Selain menjadi kompetisi, MTQ Nasional diharapkan mampu memperkuat silaturahmi dan meneguhkan persaudaraan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, serta seluruh jajaran panitia yang telah mempersiapkan acara tersebut.
Kesimpulan
Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah menjadi peristiwa penting setelah 47 tahun provinsi tersebut kembali dipercaya sebagai tuan rumah. Dengan kehadiran 2.242 peserta, perwakilan dari 37 provinsi, serta ribuan tamu, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pembinaan Al-Qur’an, tetapi juga memberikan dampak bagi sektor ekonomi daerah.
MTQ Nasional juga diharapkan terus berkembang sebagai pesta rakyat yang mempererat persaudaraan lintas daerah dan latar belakang. Melalui penyelenggaraan setiap tahun, semakin banyak daerah berpeluang menjadi tuan rumah dan masyarakat dapat terus terlibat dalam upaya menjaga semangat kebersamaan serta nilai-nilai Al-Qur’an.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment