Jukir Dedi Meninggal Usai Ditembak Aipda AA di Palu, Polisi Dalami Kronologi Insiden
Palu — Seorang juru parkir bernama Dedi meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit di Kota Palu. Dedi sebelumnya mengalami luka akibat ditembak oleh anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah, Aipda AA.
Peristiwa tersebut terjadi setelah keduanya terlibat cekcok yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Polisi menyebut insiden bermula ketika Aipda AA didatangi seorang pria yang diduga merupakan juru parkir saat berada di sekitar warung makan Gorontalo, Palu.
Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Achmad Muhaimin, mengatakan tindakan yang dilakukan Aipda AA disebut sebagai tindakan tegas dan terukur. Namun, kepolisian masih mendalami sejumlah fakta di lapangan, termasuk penggunaan senjata tajam dan senjata api dalam peristiwa tersebut.
Kronologi Cekcok antara Aipda AA dan Jukir
Berdasarkan penyelidikan awal, insiden itu terjadi pada Kamis malam, 27 Agustus. Saat itu, Aipda AA datang menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna putih dan berhenti di sekitar warung makan Gorontalo untuk berbelanja di sebuah minimarket.
Sekitar pukul 20.40 Wita, setelah keluar dari minimarket, Aipda AA didatangi seorang pria yang disebut mengenakan baju merah. Pria tersebut menanyakan persoalan parkir. Percakapan itu kemudian berujung pada kontak fisik, cekcok, dan perkelahian.
Dalam perkelahian tersebut, pria yang disebut sebagai tukang parkir diduga menyerang Aipda AA menggunakan parang. Serangan itu diarahkan ke bagian wajah. Aipda AA berusaha menangkis serangan tersebut hingga mengalami luka pada tangan kanan. Selain itu, jari manis tangan kirinya dilaporkan terputus.
Penembakan Terjadi Saat Perkelahian
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Aipda AA kemudian mengeluarkan senjata api jenis HS dan melepaskan satu tembakan peringatan. Namun, berdasarkan hasil investigasi awal, D disebut masih mengejar Aipda AA dengan membawa parang.
Aipda AA selanjutnya melepaskan sejumlah tembakan ke arah D. Akibat tembakan tersebut, D mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Setelah menjalani penanganan di rumah sakit, D dirujuk ke RSUD Anutapura Palu. Namun, juru parkir tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Warga Lain Diduga Terkena Peluru Nyasar
Selain D, seorang warga berinisial MA juga mengalami luka dalam kejadian tersebut. MA diketahui berada di sebuah tempat jahit sepatu ketika mendengar suara tembakan. Ia kemudian mengintip melalui jendela dan diduga terkena peluru nyasar pada bagian leher.
MA langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam penanganan awal, D dan MA dibawa ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno. Sementara itu, Aipda AA dibantu warga menuju RS Bhayangkara Palu untuk memperoleh penanganan atas luka yang dialaminya.
Polisi Lakukan Olah Tempat Kejadian Perkara
Setelah insiden berlangsung, polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan informasi dan bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kombes Achmad Muhaimin menyampaikan bahwa proses pendalaman masih dilakukan. Polisi akan memeriksa fakta-fakta di lapangan, termasuk rangkaian perkelahian, dugaan penggunaan parang, serta penggunaan senjata api oleh Aipda AA.
Kesimpulan
Insiden di Palu tersebut menyebabkan juru parkir bernama Dedi meninggal dunia setelah ditembak oleh Aipda AA dalam peristiwa yang bermula dari cekcok terkait parkir dan berujung perkelahian. Aipda AA disebut mengalami luka saat menangkis serangan parang, sedangkan seorang warga lain berinisial MA diduga terluka akibat peluru nyasar.
Ke depan, kepolisian masih perlu menyelesaikan pendalaman terhadap seluruh fakta dan bukti di lokasi kejadian. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa, termasuk penggunaan senjata tajam dan senjata api dalam insiden yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment