Kebakaran Kembali Terjadi di Gedung Bapenda Jakarta, Ruang Arsip Lantai 11 Terbakar
Jakarta kembali dikejutkan oleh kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta di Jalan Abdul Muis, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8). Kebakaran tersebut terjadi di ruang arsip yang berada di lantai 11 gedung.
Informasi mengenai lokasi kebakaran disampaikan melalui data Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Berdasarkan laporan tersebut, objek yang terbakar adalah Gedung Bapenda, tepatnya ruang arsip di lantai 11.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena Gedung Bapenda di lokasi yang sama sebelumnya juga pernah dilanda kebakaran. Insiden terdahulu terjadi pada Jumat (7/8) malam dan api melanda area dari lantai 11 hingga lantai 16. Kebakaran tersebut baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kebakaran Dilaporkan pada Sore Hari
Menurut informasi dari Command Center Gulkarmat DKI Jakarta, laporan kebakaran diterima oleh pihak pemadam kebakaran pada pukul 17.10 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera melakukan penanganan dengan memulai proses pemadaman sekitar pukul 17.20 WIB.
Untuk menangani kebakaran tersebut, sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Selain itu, terdapat 30 personel yang turut terlibat dalam proses pemadaman api di Gedung Bapenda.
Pengerahan armada dan personel dilakukan untuk mencegah api meluas ke bagian lain gedung. Mengingat lokasi kebakaran berada di ruang arsip lantai 11, petugas perlu melakukan pemadaman sekaligus mengurai berbagai material yang terbakar di dalam ruangan.
Api Berhasil Dilokalisir
Petugas dilaporkan berhasil melokalisir api sekitar pukul 17.25 WIB. Dengan demikian, api tidak lagi menyebar ke area lain pada saat proses penanganan berlangsung.
Setelah api berhasil dilokalisir, petugas melanjutkan tahapan pendinginan. Proses tersebut dimulai sekitar pukul 17.30 WIB. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Petugas Mengurai Material yang Terbakar
Dalam proses penanganan, petugas masih berupaya memadamkan sisa api serta mengurai material yang terbakar. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh bagian yang terdampak telah ditangani secara menyeluruh.
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena pompa gedung tidak berfungsi. Hambatan tersebut turut memengaruhi kelancaran penanganan kebakaran di lokasi. Meski demikian, petugas tetap melanjutkan upaya pemadaman dan pendinginan dengan armada serta personel yang telah dikerahkan.
Gedung Bapenda Sebelumnya Juga Terbakar
Kebakaran pada Jumat (21/8) bukan merupakan kejadian pertama yang melanda Gedung Bapenda di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 21.30 WIB.
Pada insiden sebelumnya, api melanda area gedung mulai dari lantai 11 hingga lantai 16. Petugas kemudian melakukan proses pemadaman hingga api dinyatakan berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 02.00 WIB.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di gedung bertingkat memerlukan kesiapan personel, armada, serta fasilitas pendukung yang memadai. Dalam kebakaran terbaru ini, tidak berfungsinya pompa gedung menjadi salah satu hambatan yang disebutkan dalam proses pemadaman.
Kesimpulan
Kebakaran kembali melanda Gedung Bapenda Jakarta di Jalan Abdul Muis pada Jumat (21/8), dengan lokasi terdampak berada di ruang arsip lantai 11. Laporan diterima pada pukul 17.10 WIB, sementara pemadaman dimulai pukul 17.20 WIB. Sebanyak delapan unit mobil damkar dan 30 personel dikerahkan ke lokasi.
Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 17.25 WIB dan proses pendinginan dimulai pada pukul 17.30 WIB. Petugas masih melakukan pemadaman serta mengurai material yang terbakar, meski menghadapi kendala berupa pompa gedung yang tidak berfungsi. Ke depan, perkembangan penanganan di lokasi menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama untuk memastikan tidak ada lagi sisa api maupun potensi kebakaran susulan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment