Kebakaran Posko GRIB Jaya di Kedoya Diduga akibat Korsleting Listrik

Jakarta Barat — Kebakaran melanda Posko organisasi masyarakat GRIB Jaya di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin (31/8) dini hari. Kepolisian menyebut kebakaran tersebut untuk sementara diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, dugaan awal itu diperoleh berdasarkan informasi dan kondisi di lokasi kejadian. Ia juga memastikan tidak ada orang yang masuk ke dalam posko saat kebakaran berlangsung.

Kebakaran Posko GRIB Jaya Diduga akibat Arus Pendek

Nasriadi menyampaikan bahwa penyebab sementara kebakaran mengarah pada gangguan listrik. Namun, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya api di posko tersebut.

“Sementara informasi dari itu korslet listrik. Karena tidak ada siapa-siapa yang masuk ke dalam,” kata Nasriadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah kabar yang menyebut kebakaran terjadi akibat aksi pelemparan bom molotov atau tindakan sengaja lainnya untuk membakar bangunan. Nasriadi menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan informasi mengenai insiden semacam itu.

Polisi Bantah Dugaan Pelemparan Molotov

Menurut Nasriadi, kebakaran di Posko GRIB Jaya bukan disebabkan oleh serangan dari pihak tertentu. Ia menekankan bahwa dugaan sementara yang ditemukan di lapangan adalah korsleting listrik.

“Artinya sampai saat ini tidak ada bom molotov, tidak ada insiden atau apa, betul-betul itu dari korslet listrik,” terang Nasriadi.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas terkait sumber api. Tim laboratorium forensik Polrestro Jakarta Barat masih memeriksa lokasi kebakaran guna mengidentifikasi penyebab pasti peristiwa tersebut.

Tim Labfor Masih Memeriksa Lokasi

Pemeriksaan oleh tim laboratorium forensik dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah kebakaran benar-benar dipicu oleh korsleting listrik, sebagaimana dugaan awal yang disampaikan kepolisian.

“Tim labfor tetap periksa untuk memastikan lebih jelas,” ujar Nasriadi.

Dengan pemeriksaan tersebut, penyebab kebakaran diharapkan dapat diketahui secara lebih pasti. Kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir karena proses pemeriksaan di lokasi masih berlangsung.

Damkar Kerahkan Delapan Armada

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 02.49 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung mengerahkan tujuh unit armada pemadam kebakaran dengan kekuatan 35 personel. Pengerahan awal itu dilakukan untuk menangani api yang membakar posko di kawasan Kedoya Selatan.

“Pengerahan awal, tujuh unit armada dengan 35 personel,” kata Syaiful.

Dalam proses pemadaman, satu unit armada tambahan yang membawa lima personel turut didatangkan. Penambahan kekuatan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan api di lokasi kejadian.

Api Berhasil Dipadamkan Pukul 03.28 WIB

Petugas pemadam kebakaran berjibaku menangani api selama sekitar setengah jam. Upaya pemadaman akhirnya berhasil dilakukan, dan penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 03.28 WIB.

“Pemadaman dinyatakan selesai,” kata Syaiful.

Kesimpulan

Kebakaran Posko GRIB Jaya di Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, untuk sementara diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Kepolisian membantah adanya bom molotov atau aksi sengaja untuk membakar bangunan tersebut. Sementara itu, tim laboratorium forensik Polrestro Jakarta Barat masih memeriksa lokasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Proses pemadaman melibatkan delapan unit armada dan 40 personel secara keseluruhan, setelah satu armada tambahan dikerahkan untuk mempercepat penanganan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 03.28 WIB. Ke depan, kepastian penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan tim labfor.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment