Korlantas Polri Gelar Pelatihan Safety Riding untuk 5.350 Pengemudi Ojol

Tangerang Selatan – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan pelatihan berkendara aman atau safety riding kepada para pengemudi ojek online (ojol). Pelatihan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Gebyar Keselamatan Lalu Lintas yang digelar di Pusdiklantas Polri, Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis (27/8).

Kegiatan ini diikuti sekitar 5.350 pengemudi ojol. Melalui pelatihan tersebut, Korlantas Polri berupaya meningkatkan kemampuan teknis, pemahaman etika, serta kedisiplinan para pengemudi ojol dalam menjalankan aktivitasnya di jalan raya.

Kakorlantas Polri Irjen Wibowo mengatakan, pemahaman mengenai keselamatan berkendara penting bagi pengemudi ojol. Sebagai pengguna jalan yang menjalankan aktivitas secara rutin, pengemudi ojol diharapkan mampu menerapkan keterampilan berkendara yang aman dalam berbagai kegiatan sehari-hari.

Korlantas Tingkatkan Kemampuan Pengemudi Ojol

Menurut Wibowo, pelatihan safety riding diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengemudi ojol. Bekal tersebut dinilai akan memberikan manfaat dalam mendukung aktivitas mereka, baik ketika mencari nafkah maupun saat menjalankan keperluan lainnya.

“Sehingga ini akan bermanfaat bagi kawan-kawan ojol untuk melaksanakan kegiatan rutinitasnya, baik mencari nafkah maupun kegiatan lainnya,” kata Wibowo di lokasi kegiatan.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan mengendalikan kendaraan. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun perilaku berkendara yang bertanggung jawab. Dengan demikian, pengemudi diharapkan dapat lebih memperhatikan kondisi lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan di sekitarnya.

Materi Safety Riding dan Etika Berlalu Lintas

Materi safety riding yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencakup sejumlah aspek penting dalam keselamatan berkendara. Salah satunya adalah penggunaan perlengkapan keselamatan. Perlengkapan tersebut menjadi bagian penting untuk melindungi pengemudi saat berada di jalan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penerapan perilaku berkendara yang aman. Pengemudi ojol didorong untuk menerapkan keterampilan berkendara secara tepat, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Wibowo menjelaskan, pelatihan tersebut diharapkan membuat para pengemudi ojol semakin memahami keterampilan mengemudi. Mereka juga diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai etika serta disiplin dalam berlalu lintas.

“Kawan-kawan ojol akan semakin paham terkait dengan keterampilan mengemudinya, kawan-kawan ojol akan semakin paham terkait dengan etika dan disiplin berlalu lintasnya,” ujar Wibowo.

Pengemudi Ojol Didorong Menjadi Pelopor Keselamatan

Korlantas Polri juga mendorong para pengemudi ojol untuk berperan sebagai pelopor keselamatan lalu lintas. Peran tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui penerapan perilaku berkendara yang aman dan disiplin dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 5.350 pengemudi, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya keselamatan di jalan. Pengemudi ojol tidak hanya diharapkan menjaga keselamatan diri, tetapi juga ikut memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Wibowo menyebut, keterlibatan pengemudi ojol sebagai pelopor keselamatan lalu lintas diharapkan dapat membantu menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Upaya tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap penurunan fatalitas korban kecelakaan.

“Harapannya, kawan-kawan ojol juga bisa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas yang paling terdepan di tengah-tengah masyarakat. Dimulai dari satu titik menuju keselamatan publik,” tutur jenderal bintang dua Polri tersebut.

Kesimpulan

Pelatihan safety riding yang digelar Korlantas Polri dalam Gebyar Keselamatan Lalu Lintas menjadi langkah untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman para pengemudi ojol. Materi yang diberikan mencakup penggunaan perlengkapan keselamatan, perilaku berkendara yang aman, serta etika dan disiplin berlalu lintas.

Ke depan, para pengemudi ojol diharapkan tidak hanya mampu menjalankan aktivitas berkendara dengan lebih aman, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan keselamatan lalu lintas. Dari peningkatan kesadaran setiap pengendara, upaya menciptakan keselamatan publik dapat terus diperkuat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment