Megawati Usulkan Reformasi Dewan Keamanan PBB Libatkan Negara-Negara Baru
Megawati Soekarnoputri mengusulkan perubahan struktur Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia itu menilai komposisi Dewan Keamanan PBB tidak lagi sepenuhnya mencerminkan perubahan dunia setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Usulan tersebut disampaikan Megawati dalam forum Luncheon and Discussion with Science for Development Summit yang digelar di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8). Pertemuan itu dihadiri sejumlah ilmuwan, peraih Nobel, serta tokoh internasional, termasuk Presiden Timor Leste José Ramos-Horta.
Megawati Dorong Perubahan Struktur Dewan Keamanan PBB
Dalam pidatonya, Megawati menyampaikan bahwa struktur Dewan Keamanan PBB seharusnya tidak dipertahankan dalam bentuk seperti saat ini. Menurut dia, perubahan geopolitik dan kemunculan banyak negara baru setelah Perang Dunia II perlu menjadi pertimbangan dalam penataan kembali lembaga tersebut.
“Dan saya juga sudah berulang kali meminta bahwa yang namanya Dewan Keamanan itu strukturnya sudah tidak boleh seperti apa yang ada sekarang ini,” kata Megawati.
Ia menekankan bahwa negara-negara yang merdeka setelah Perang Dunia II perlu mulai dilibatkan dalam struktur Dewan Keamanan PBB. Megawati berharap gagasan itu dapat memperoleh dukungan dari para peserta forum yang diinisiasinya bersama Ramos-Horta.
“Mudah-mudahan apa yang saya katakan ini mendapatkan sebuah dukungan yang luar biasa,” ujarnya.
Terinspirasi Pemikiran Bung Karno
Megawati mengatakan, gagasan mengenai perlunya perubahan struktur PBB bukan hanya berasal dari dirinya. Ia menyebut ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno, juga pernah menyampaikan pandangan serupa.
Menurut Megawati, Bung Karno menilai situasi dunia telah mengalami perubahan besar setelah Perang Dunia II. Karena itu, struktur lembaga internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB, dinilai perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Megawati juga mengaku terus mempertanyakan efektivitas Dewan Keamanan PBB dalam menyelesaikan konflik dan perang yang terjadi di berbagai negara. Ia mempertanyakan mengapa perang masih belum dapat diselesaikan melalui mekanisme PBB.
“Nah seperti sekarang ini saja menurut saya sebagai seorang presiden, perang itu mengapa tidak bisa diselesaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa? Itu sebuah big question for me,” kata Megawati.
Forum Dihadiri Peraih Nobel dan Ilmuwan Dunia
Forum yang diinisiasi Megawati tersebut diikuti 10 peraih Nobel, termasuk José Ramos-Horta yang menerima Nobel Perdamaian pada 1996. Selain itu, hadir pula perwakilan organisasi penerima Nobel.
Daftar Peraih Nobel yang Hadir
Para peraih Nobel yang hadir berasal dari berbagai bidang. Mereka antara lain Frances H. Arnold, penerima Nobel Kimia 2018; Tim Hunt, penerima Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2001; Benjamin List, penerima Nobel Kimia 2021; serta Robert C. Merton, penerima Nobel Ilmu Ekonomi 1997.
Hadir pula Konstantin Novoselov dan Brian P. Schmidt, masing-masing penerima Nobel Fisika 2010 dan 2011. Dari bidang perdamaian, terdapat Kailash Satyarthi, penerima Nobel Perdamaian 2014, serta José Ramos-Horta, penerima Nobel Perdamaian 1996.
James A. Robinson, penerima Nobel Ilmu Ekonomi 2024, dan Fredrik Jay Ramsdell, penerima Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2025, juga tercatat sebagai peserta forum tersebut.
Selain para peraih Nobel, hadir David Beasley. Ia pernah memimpin World Food Programme (WFP) ketika organisasi tersebut menerima Nobel Perdamaian pada 2020.
Peserta dari Penerima Turing Award dan Penghargaan Internasional
Forum itu turut dihadiri empat penerima Turing Award, yakni Jack Dongarra yang menerima penghargaan pada 2021, Whitfield Diffie pada 2015, Richard S. Sutton pada 2024, dan Gilles Brassard pada 2025.
Delegasi juga mencakup sejumlah ilmuwan dengan pengakuan internasional. Mereka antara lain Sara Seager, penerima Kavli Prize in Astrophysics 2024; Howard-Yana Shapiro, penerima World Food Prize 2015; Torsten Hoefler, penerima ACM Prize in Computing 2019; serta Yannis Ioannidis yang menyandang status ACM Fellow.
Kesimpulan
Megawati Soekarnoputri mendorong agar struktur Dewan Keamanan PBB diubah dengan melibatkan negara-negara yang merdeka setelah Perang Dunia II. Ia menilai perubahan tersebut penting karena kondisi dunia telah berkembang jauh sejak pembentukan tatanan internasional pascaperang.
Melalui forum yang dihadiri para peraih Nobel dan ilmuwan dunia, Megawati berharap gagasannya memperoleh dukungan luas. Ke depan, usulan tersebut diharapkan dapat terus menjadi bahan pembahasan dalam upaya menilai kembali peran dan struktur Dewan Keamanan PBB dalam menyelesaikan konflik global.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment