Polisi Amankan Pengemudi Alphard dalam Kecelakaan Beruntun di Surabaya, 15 Kendaraan Rusak
Polisi mengamankan Yusuf (52), pengemudi Toyota Alphard yang diduga terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jalan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Rabu (9/9) sore. Warga Sidoarjo tersebut kini berada di Polsek Sukolilo untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Kecelakaan itu mengakibatkan sedikitnya empat kendaraan roda empat dan 11 kendaraan roda dua mengalami kerusakan parah. Selain kerusakan kendaraan, insiden tersebut juga menyebabkan lima orang mengalami luka berat. Para korban telah dirujuk ke RSUD Haji yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jalan Menur Pumpungan
Peristiwa kecelakaan bermula ketika Toyota Alphard dengan nomor polisi N 1882 NCI yang dikemudikan Yusuf menabrak sebuah mobil di persimpangan lampu merah Jalan Arif Rahman Hakim. Lokasi tabrakan pertama tersebut diperkirakan berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kecelakaan berikutnya di Jalan Menur Pumpungan.
Setelah tabrakan pertama, mobil Alphard tersebut kemudian melaju menuju Jalan Menur Pumpungan. Kendaraan itu diduga menabrak gerobak bakso dan sejumlah kendaraan lain yang berada di lokasi. Tabrakan tersebut melibatkan beberapa mobil serta belasan sepeda motor.
Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan membenarkan bahwa insiden di Jalan Menur Pumpungan merupakan kecelakaan beruntun. Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan itu melibatkan sekitar empat kendaraan roda empat dan 11 kendaraan roda dua.
Rekaman CCTV Jadi Bahan Penyelidikan
Yunus mengatakan, polisi menemukan rekaman CCTV milik warga yang memperlihatkan mobil Alphard melaju dengan kecepatan tinggi setelah terlibat insiden pertama. Kendaraan tersebut kemudian menabrak gerobak bakso dan sejumlah kendaraan dari arah belakang di Jalan Menur Pumpungan.
Polisi masih mendalami dugaan bahwa pengemudi Alphard sengaja meninggalkan lokasi tabrakan pertama. Menurut Yunus, proses pendalaman perkara tersebut menjadi kewenangan Satlantas Polrestabes Surabaya. Sementara itu, Polsek Sukolilo menangani tindakan pertama di tempat kejadian perkara dan mengamankan pengemudi.
“Kalau itu masih didalami, karena kami dari Polsek Sukolilo hanya melaksanakan TPTKP. Nanti kewenangan di pendalaman itu dari Satlantas Polrestabes Surabaya,” ujar Yunus.
Pengemudi Mengaku Tidak Sehat dan Mengantuk
Yusuf menyampaikan bahwa dirinya sedang dalam kondisi kurang sehat sebelum kecelakaan terjadi. Ia mengaku baru mengonsumsi obat. Menurut pengakuannya, ia tidak menyadari telah menabrak mobil Toyota Zenix di persimpangan lampu merah Jalan Arif Rahman Hakim.
Setelah kejadian tersebut, Yusuf mengatakan sempat menepikan kendaraannya di tengah kemacetan karena berniat beristirahat. Namun, ketika sejumlah warga mendatangi dan mengetuk kendaraannya, ia mengaku keliru menginjak pedal gas sehingga mobil kembali melaju.
“Saya habis tidak enak badan, habis minum obat. Pas di lampu merah itu saya tidak sadar menabrak Zenix,” kata Yusuf di lokasi kejadian.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sempat berniat untuk beristirahat atau tidur sejenak di dalam mobil. Akan tetapi, setelah didatangi warga, ia mengaku tidak sadar menginjak pedal gas.
Pengemudi Diamankan untuk Pemeriksaan
Kapolsek Sukolilo menyebut keterangan Yusuf mengenai kondisi mengantuk setelah mengonsumsi obat masih akan diperiksa lebih lanjut oleh Satlantas Polrestabes Surabaya. Polisi juga akan mendalami rangkaian kejadian, termasuk dugaan pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi setelah tabrakan pertama.
Yusuf saat ini telah diamankan di Polsek Sukolilo. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan sejumlah kendaraan rusak dan korban mengalami luka berat.
Kesimpulan
Kecelakaan beruntun di Jalan Menur Pumpungan, Surabaya, melibatkan Toyota Alphard, empat kendaraan roda empat, 11 sepeda motor, serta sebuah gerobak bakso. Lima orang mengalami luka berat dan telah mendapat perawatan di RSUD Haji. Polisi masih mendalami keterangan pengemudi, rekaman CCTV, serta dugaan bahwa kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi setelah insiden pertama. Proses penyidikan Satlantas Polrestabes Surabaya diharapkan dapat menjelaskan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment