Polisi Temukan Selisih Data Manifes dalam Penyelidikan Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Aparat kepolisian menemukan fakta baru dalam penyelidikan kasus terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur. Penyidik mendapati adanya perbedaan antara data manifes penumpang, keterangan para saksi, dan sejumlah dokumen resmi yang telah dikumpulkan selama proses penyelidikan.

Perbedaan data tersebut kini menjadi salah satu fokus utama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur. Selain menelusuri ketidaksesuaian manifes, penyidik juga mendalami dugaan adanya kecenderungan pihak-pihak tertentu untuk saling melempar tanggung jawab dalam penanganan insiden kebakaran kapal tersebut.

Polisi Dalami Perbedaan Data Manifes

Direktur Polairud Polda Jawa Timur Kombes Arman Asmara menyampaikan bahwa penyidik telah mengantongi berbagai dokumen yang berkaitan dengan operasional dan keselamatan pelayaran KMP Mutiara Sentosa II. Dokumen tersebut mencakup manifes penumpang serta Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Menurut Arman, seluruh dokumen yang telah diperoleh saat ini sedang diteliti dan dibandingkan dengan keterangan saksi maupun informasi lain yang muncul selama proses penyelidikan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui data penumpang dan awak kapal secara lebih akurat.

“Kami sudah mempunyai data dan dokumen lengkap. Mulai manifes, meski tidak ada kesesuaian, hingga Surat Persetujuan Berlayar, dan semuanya sedang kami teliti dan dalami,” kata Arman di Surabaya, Selasa (25/8).

Data Penumpang Berbeda dengan Jumlah Evakuasi

Data manifes yang sebelumnya beredar di masyarakat menyebutkan bahwa terdapat 232 orang yang berada di dalam kapal. Namun, data evakuasi menunjukkan jumlah yang berbeda. Rincian penumpang dan awak kapal yang berhasil dievakuasi tercatat mencapai 238 orang.

Dari total 238 orang tersebut, sebanyak 233 orang ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, lima orang lainnya dinyatakan meninggal dunia berdasarkan data terakhir Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas pada Selasa (4/8).

Perbedaan angka tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik. Terlebih, setelah operasi pencarian dan penyelamatan gabungan dinyatakan berakhir, masih terdapat laporan dari keluarga dan rekan yang menyebut adanya lima orang yang belum diketahui keberadaannya.

Salah satu dari lima orang yang dilaporkan hilang tersebut disebut telah diakui tercatat dalam manifes oleh operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kondisi ini membuat penyidik perlu mencocokkan kembali seluruh data administrasi pelayaran dengan keterangan saksi dan laporan keluarga.

Penyidik Soroti Dugaan Saling Lempar Tanggung Jawab

Selain menemukan ketidaksesuaian data manifes, penyidik juga mengungkap adanya indikasi saling melempar tanggung jawab. Kecenderungan tersebut diduga terlihat sejak tahap awal penanganan kebakaran hingga proses hukum berlangsung.

Arman mengatakan, dugaan tersebut menjadi salah satu hal yang sedang digarisbawahi oleh jajaran Ditpolairud Polda Jawa Timur. Penyidik tidak hanya berfokus pada penyebab terbakarnya kapal, tetapi juga berusaha mengetahui pihak yang memiliki tanggung jawab dalam insiden tersebut.

“Ada ke arah sana dalam kasus terbakarnya KM Mutiara Sentosa II, ini yang sedang kami garis bawahi,” ujar Arman.

Ia menegaskan bahwa fokus utama penyidik saat ini adalah mendalami pihak-pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa kebakaran kapal. Proses tersebut dilakukan dengan memeriksa saksi serta menguji berbagai bukti dan dokumen yang telah dikumpulkan.

Tujuh Saksi Telah Diperiksa

Hingga tahap penyelidikan tersebut, setidaknya tujuh saksi telah dimintai keterangan oleh polisi. Jumlah saksi yang diperiksa masih dapat bertambah, menyesuaikan dengan kebutuhan penyidik dalam mengumpulkan dan menguji bukti tambahan.

Pemeriksaan terhadap saksi dilakukan untuk membantu mengurai rangkaian peristiwa, termasuk proses penanganan insiden, pendataan penumpang, serta tanggung jawab masing-masing pihak yang berkaitan dengan pelayaran KMP Mutiara Sentosa II.

Kronologi Singkat Kebakaran Kapal

KMP Mutiara Sentosa II sebelumnya dilaporkan terbakar hebat saat berlayar dengan rute Surabaya-Makassar. Kapal tersebut terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada awal Agustus.

Operasi pencarian dan penyelamatan kemudian dilakukan oleh tim gabungan. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan operasi tersebut resmi ditutup pada Selasa (4/8), setelah seluruh data evakuasi terhadap 238 orang dihimpun.

Meski operasi SAR telah dinyatakan berakhir, lima penumpang atau awak kapal masih dilaporkan belum diketahui keberadaannya. Mereka adalah Bustam Sanusi, Andik Herman, Abdul Manan, Abdurrahman, dan Abdul Hamid.

Kesimpulan

Polisi masih mendalami kasus kebakaran KMP Mutiara Sentosa II dengan menitikberatkan perhatian pada perbedaan data manifes, dokumen pelayaran, serta keterangan saksi. Perbedaan antara data awal yang menyebut 232 orang dan jumlah evakuasi yang mencapai 238 orang menjadi salah satu hal penting dalam penyelidikan.

Selain itu, penyidik juga menelusuri dugaan saling lempar tanggung jawab dan berupaya menentukan pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut. Dengan pemeriksaan saksi yang masih dapat bertambah serta pengujian dokumen yang terus berlangsung, hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian kejadian dan tanggung jawab dalam kebakaran kapal ini.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment