Pramono Anung Lepas Bantuan Rp5,85 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melepas bantuan kemanusiaan senilai Rp5,85 miliar untuk penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), serta Baznas DKI Jakarta.
Bantuan yang dikirim tidak hanya berupa uang tunai. Pemprov DKI juga menyalurkan berbagai kebutuhan bagi masyarakat terdampak, mulai dari makanan, kasur, peralatan medis, selimut, toren air, hingga bantuan nonpangan lainnya. Pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur udara dan laut dengan dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.
Bantuan DKI Jakarta Capai Rp5,85 Miliar
Pramono menyampaikan, total bantuan yang terkumpul dari berbagai unsur di lingkungan Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp5,85 miliar. Pengumpulan dana dan barang tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh ASN, perangkat daerah, BUMD, serta Baznas DKI Jakarta.
“Dari hasil pengumpulan yang dilakukan oleh ASN, perangkat daerah, kemudian BUMD, Baznas DKI Jakarta, terkumpul Rp5,85 miliar,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta.
Nilai bantuan tersebut sebelumnya disebut mencapai sekitar Rp5,8 miliar. Bantuan itu menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa bumi.
Pengiriman Dilakukan melalui Jalur Udara dan Laut
Pramono menjelaskan, bantuan akan dikirim ke NTT melalui dua jalur, yakni jalur udara dari Lanud Halim Perdanakusuma dan jalur laut melalui Pelabuhan Koarmada I di Jakarta Utara.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana mengatakan, Pemprov DKI Jakarta menjadi pemerintah daerah pertama yang mengirimkan bantuan untuk penanganan bencana di NTT. Menurutnya, proses distribusi dilakukan dengan dukungan alutsista TNI melalui jalur udara dan laut.
Untuk jalur udara, bantuan dikirim menggunakan pesawat Hercules. BNPB juga membuka pos pendukung logistik nasional di Lanud Halim Perdanakusuma. Selain itu, dukungan transportasi logistik mencakup empat unit Hercules dan tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI).
Andi menyebut, salah satu kapal laut dijadwalkan berangkat pada sore hari untuk membawa bantuan menuju wilayah terdampak. Skema pengiriman melalui dua jalur tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pemprov DKI Prioritaskan Kebutuhan Pampers
Sebelum mengirim bantuan logistik, Pemprov DKI Jakarta juga telah mengirim tim kesehatan ke NTT setelah gempa bumi terjadi. Tim tersebut berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berada di lokasi untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dari hasil komunikasi tersebut, Pramono memperoleh informasi bahwa pampers menjadi salah satu kebutuhan yang diperlukan, khususnya bagi orang tua dan anak-anak. Karena itu, ia meminta agar pampers menjadi salah satu barang yang diprioritaskan dalam pengiriman bantuan berikutnya.
“Saya berkomunikasi dengan tim kita yang ada di sana. Tadi saya juga sampaikan kepada Kepala BPBD, salah satu yang dibutuhkan adalah pampers oleh mereka. Karena memang kondisinya butuh itu terutama bagi orang tua dan anak-anak. Dan untuk pengiriman ke depan tadi saya sampaikan pampers salah satu yang kita prioritaskan,” ujar Pramono.
Pengumpulan Bantuan Masih Dibuka
Pemprov DKI Jakarta masih membuka pengumpulan bantuan hingga 25 Agustus mendatang. Kebijakan ini memberikan kesempatan bagi berbagai pihak untuk turut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT.
Bantuan yang telah terkumpul akan disalurkan dalam bentuk dana tunai dan barang kebutuhan. Penyaluran tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan, termasuk kebutuhan makanan, perlengkapan tidur, peralatan medis, kebutuhan air, serta barang-barang untuk kelompok rentan.
Kesimpulan
Pemprov DKI Jakarta melepas bantuan senilai Rp5,85 miliar untuk membantu penanganan gempa bumi di NTT. Bantuan berasal dari ASN, perangkat daerah, BUMD, dan Baznas DKI Jakarta, dengan bentuk penyaluran berupa uang tunai serta berbagai kebutuhan logistik.
Pengiriman dilakukan melalui Lanud Halim Perdanakusuma dan Pelabuhan Koarmada I Jakarta Utara dengan dukungan alutsista TNI. Pemprov DKI juga masih membuka pengumpulan bantuan hingga 25 Agustus dan akan memprioritaskan pampers dalam pengiriman berikutnya. Langkah ini menunjukkan bahwa penyaluran bantuan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment