Program Polantas KARIB Korlantas Polri Dorong Pengemudi Ojol Jadi Agen Keselamatan Lalu Lintas
Tangerang Selatan – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo memperkenalkan program Polantas KARIB sebagai bagian dari komitmen Korlantas Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Program ini menekankan pentingnya peran polisi lalu lintas yang aktif, responsif, intuitif, dan berintegritas.
Dalam pelaksanaannya, Korlantas Polri juga menempatkan pengemudi ojek online (ojol) sebagai salah satu mitra strategis. Pengemudi ojol dinilai memiliki posisi penting karena setiap hari beraktivitas di jalan raya dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Polantas KARIB Tekankan Pelayanan yang Aktif dan Berintegritas
Irjen Wibowo menyampaikan bahwa program Polantas KARIB dirancang untuk memperkuat komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan publik. Melalui program tersebut, personel Polantas diharapkan mampu menjalankan tugas secara aktif, cepat merespons kebutuhan masyarakat, memiliki kepekaan terhadap situasi di lapangan, serta tetap menjunjung tinggi integritas.
Menurut Wibowo, semangat kemitraan yang dibangun bersama pengemudi ojol sejalan dengan nilai-nilai dalam program Polantas KARIB. Pengemudi ojol disebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pelayanan dan keselamatan lalu lintas di tengah masyarakat.
“Rekan-rekan ojol adalah mitra strategis Korlantas. Tentunya semangat kemitraan ini sangat sejalan dengan program Polantas KARIB yang ingin selalu membangun kemitraan, aktif, responsif, intuitif, dan juga berintegritas dalam melayani masyarakat,” kata Wibowo dalam kegiatan Gebyar Keselamatan Lalu Lintas di Pusdiklantas, Tangerang Selatan, Kamis (27/8).
Pengemudi Ojol Dinilai Berada di Garis Depan Pelayanan Publik
Wibowo menjelaskan, pengemudi ojol merupakan salah satu bentuk pelayanan publik terdepan yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Sebagai pekerja jasa transportasi, mereka memiliki mobilitas tinggi dan hampir selalu berada di jalan raya.
Kondisi tersebut membuat pengemudi ojol tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan transportasi. Mereka juga berpotensi menjadi contoh bagi pengguna jalan lain, terutama dalam penerapan disiplin dan etika berkendara.
Karena itu, Kakorlantas mendorong para pengemudi ojol untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Pengemudi ojol diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan, memberikan contoh dalam mematuhi aturan, serta menunjukkan perilaku berkendara yang baik dalam aktivitas sehari-hari.
Mendorong Kepatuhan terhadap Aturan Lalu Lintas
Wibowo mengatakan pengemudi ojol perlu menjadi teladan dalam hal disiplin, etika berkendara, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan lalu lintas. Peran tersebut dinilai penting karena pengemudi ojol beraktivitas langsung di ruang publik dan berinteraksi dengan berbagai pengguna jalan.
“Oleh karena itu, saya selalu mendorong agar seluruh rekan-rekan pengemudi ojol dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, menjadi contoh dalam disiplin etika berkendara serta kepatuhan terhadap seluruh aturan lalu lintas,” ujar Wibowo.
Korlantas Berikan Pelatihan PPGD dan Safety Riding
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui kegiatan Gebyar Keselamatan Lalu Lintas. Dalam acara itu, Korlantas Polri memberikan sejumlah pelatihan kepada para pengemudi ojol, termasuk Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan safety riding.
Pelatihan PPGD diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan awal ketika menghadapi kondisi darurat. Sementara itu, materi safety riding ditujukan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan berkendara yang aman.
Wibowo berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Ia ingin para pengemudi ojol mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari serta berkontribusi terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Hari ini rekan-rekan semua hadir di tempat ini, saya tidak ingin rekan-rekan pulang dari kegiatan ini hanya sebagai peserta saja. Saya sangat ingin rekan-rekan yang hadir hari ini bisa pulang sebagai agen keselamatan lalu lintas,” tutur Wibowo.
Pengemudi Ojol Diharapkan Menjadi Agen Keselamatan
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Korlantas Polri ingin membangun peran pengemudi ojol secara lebih luas. Mereka tidak hanya dipandang sebagai mitra dalam sektor transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.
Dengan adanya program Polantas KARIB serta pelatihan keselamatan lalu lintas, pengemudi ojol diharapkan dapat menjadi penghubung yang turut menyampaikan semangat keselamatan kepada masyarakat. Peran itu dapat dimulai dari diri sendiri melalui kepatuhan terhadap aturan, penerapan etika berkendara, dan kesediaan membantu ketika menemukan situasi darurat di jalan.
Kesimpulan
Program Polantas KARIB menjadi langkah Korlantas Polri untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan yang aktif, responsif, intuitif, dan berintegritas. Dalam program ini, pengemudi ojol ditempatkan sebagai mitra strategis sekaligus bagian penting dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.
Melalui pelatihan PPGD dan safety riding, para pengemudi ojol diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan berkendara, tetapi juga mampu berperan sebagai agen keselamatan lalu lintas. Ke depan, kemitraan antara Korlantas Polri dan pengemudi ojol diharapkan terus mendorong pelayanan publik serta kesadaran keselamatan di jalan raya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment