PT Len Industri Ditunjuk sebagai Lead Integrator Program Motor Listrik Nasional

Pemerintah menunjuk PT Len Industri (Persero) sebagai pelaksana Program Pengembangan Motor Listrik Nasional atau Molinas. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian industri otomotif nasional sekaligus memperkuat hilirisasi industri.

Mandat itu ditetapkan melalui surat penugasan Menteri Sekretaris Negara kepada Direktur Utama PT Len Industri. Dalam pelaksanaannya, perusahaan akan berperan sebagai pengintegrasi utama atau lead integrator yang mengoordinasikan berbagai unsur dalam ekosistem motor listrik nasional.

PT Len Industri Resmi Ditugaskan Mengembangkan Molinas

Penugasan kepada PT Len Industri tercantum dalam surat bernomor B-15/M/SDK/KI.00/08/2026. Surat tersebut ditandatangani Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan tertanggal 12 Agustus 2026.

Dalam surat itu disebutkan bahwa penugasan PT Len Industri merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam Rapat Terbatas pada 14 Juli 2026. Pemerintah menilai pengembangan motor listrik nasional penting untuk mewujudkan kemandirian industri otomotif serta memperkuat proses hilirisasi.

“Dalam rangka mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional serta memperkuat hilirasi industri, Bapak Presiden pada Rapat Terbatas tanggal 14 Juli 2026 memberikan arahan bahwa PT Len Industri (Persero) ditugaskan menjadi pelaksana Program Pengembangan Motor Listrik Nasional,” demikian bagian isi surat tersebut.

Melalui mandat ini, PT Len Industri diminta menjalankan program secara terkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Perusahaan juga diwajibkan menyampaikan laporan secara berkala mengenai pelaksanaan penugasan kepada Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara.

Len Berperan sebagai Lead Integrator Ekosistem Molinas

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menjelaskan posisi PT Len Industri dalam program tersebut. Penjelasan itu disampaikan saat Setia berbicara dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI pada Kamis (10/9).

Menurut Setia, PT Len Industri akan bertindak sebagai lead integrator atau pihak yang mengintegrasikan berbagai komponen dalam pengembangan Motor Listrik Nasional.

“PT Len ini akan menjadi nantinya lead integrator dari program Motor Listrik Nasional,” kata Setia.

Peran tersebut mencakup sejumlah bidang utama, antara lain desain dan penelitian serta pengembangan atau research and development (R&D). Selain itu, PT Len Industri akan terlibat dalam proses manufaktur, perakitan, hingga penyediaan stasiun pengisian daya.

Keterlibatan Danantara dan Sejumlah Lembaga

Berdasarkan materi pemaparan Setia, ekosistem Molinas akan melibatkan Danantara dalam berbagai prosesnya. Keterlibatan tersebut mencakup pengembangan riset, produksi, distribusi, hingga pembiayaan yang mendukung pelaksanaan program.

Untuk sektor baterai, program ini akan didukung oleh Indonesia Battery Corporation (IBC). Sementara itu, distribusi, termasuk jaringan bengkel dan layanan purnajual atau aftersales, akan melibatkan Koperasi Merah Putih dan badan usaha milik negara.

Adapun aspek pendanaan dan pembiayaan akan melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur. Pembagian peran tersebut dirancang untuk membentuk ekosistem yang saling terhubung, sehingga pengembangan motor listrik tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga mencakup komponen pendukung dan layanan setelah penjualan.

Setia menyebut hampir seluruh bagian ekosistem Molinas nantinya akan melibatkan Danantara. Dalam pengembangan baterai, ia juga menyampaikan bahwa program tersebut akan melibatkan CATIB dan CATL yang disebut telah menyelesaikan pembangunan fasilitasnya di Karawang.

PT Len Industri Kembangkan Motor Trail Listrik

Penugasan sebagai pelaksana Molinas sejalan dengan pengembangan kendaraan listrik yang telah dilakukan PT Len Industri. Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan motor trail listrik bernama Electrical Bike Sprint.

Motor tersebut diklaim dirancang, diuji, dan dirakit di Indonesia. Electrical Bike Sprint menggunakan motor elektrik berdaya 3.000 Watt.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, Sprint disebut dapat dikendarai hingga jarak 60 kilometer dan memiliki kecepatan hingga 80 kilometer per jam. Pengembangan produk ini menjadi salah satu gambaran keterlibatan PT Len Industri dalam sektor kendaraan listrik nasional.

Prospek Pengembangan Motor Listrik Nasional

Dengan ditunjuknya PT Len Industri sebagai pelaksana sekaligus lead integrator, Program Motor Listrik Nasional akan dijalankan melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga, perusahaan, dan pihak pendukung lainnya. Struktur ekosistem yang melibatkan bidang riset, manufaktur, baterai, distribusi, layanan purnajual, serta pembiayaan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program secara terintegrasi.

Ke depan, keberhasilan Molinas akan sangat bergantung pada koordinasi seluruh pihak yang terlibat dan pelaksanaan mandat sesuai pembagian peran masing-masing. PT Len Industri memiliki tanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai unsur tersebut sekaligus melaporkan perkembangan program secara berkala kepada Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara.

Penunjukan ini menandai langkah pemerintah dalam mendorong pengembangan kendaraan listrik melalui industri nasional. Di sisi lain, pengembangan Electrical Bike Sprint menunjukkan bahwa PT Len Industri telah mulai mengembangkan produk motor listrik yang dirancang dan dirakit di dalam negeri.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment