TNI AU Salurkan 293 Ton Bantuan ke NTT, Korban Gempa Bertambah Menjadi 75 Jiwa
Jakarta — TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus mengerahkan pesawat militer untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan dari Posko Bencana Alam Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju sejumlah wilayah yang masih berada dalam penanganan darurat.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman mengatakan, posko tersebut telah menerima sekitar 707 ton bantuan logistik sejak 15 hingga 20 Agustus 2026. Dari total bantuan itu, sebanyak 293 ton telah diangkut dan disalurkan ke posko-posko penanganan bencana di NTT.
Khusus pada Kamis, 20 Agustus 2026, TNI AU kembali mengirimkan sekitar 42 ton bantuan. Penyaluran ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa, terutama di wilayah yang masih menghadapi kondisi darurat setelah gempa pertama bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
TNI AU Gunakan Pesawat Militer untuk Distribusi Bantuan
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, TNI AU mengerahkan sejumlah pesawat untuk membawa logistik dari Jakarta menuju NTT. Pesawat yang digunakan antara lain satu unit Airbus A400M dan dua unit Boeing 737.
Setibanya di NTT, bantuan dari Posko Bencana Alam Lanud Halim Perdanakusuma disalurkan melalui dua bandara utama, yakni Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere. Dari kedua bandara itu, logistik kemudian didistribusikan ke wilayah terdampak melalui jalur darat.
Selain menggunakan jalur darat, proses penyaluran juga dilakukan dengan memanfaatkan helikopter dan pesawat kecil milik TNI AU. Cara tersebut digunakan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan dari kedua titik distribusi tersebut.
Logistik yang Disalurkan
Bantuan yang dikirimkan terdiri atas berbagai kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat. Logistik tersebut meliputi kebutuhan pokok, makanan siap saji, tenda, dan selimut.
Marsma TNI Ali Gusman menyampaikan bahwa pengiriman bantuan akan terus dilakukan. Penyaluran logistik itu ditujukan untuk mendukung penanganan bencana sekaligus membantu memenuhi kebutuhan warga di berbagai wilayah terdampak gempa NTT.
BNPB Catat 75 Korban Meninggal Dunia
Di tengah berlangsungnya distribusi bantuan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya peningkatan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT. Berdasarkan pembaruan data pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 75 jiwa.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, angka tersebut bertambah empat jiwa dibandingkan laporan sehari sebelumnya yang mencatat 71 korban meninggal dunia.
Penambahan korban meninggal dunia itu berasal dari sejumlah kabupaten. Rinciannya, dua korban berasal dari Kabupaten Sikka, satu korban dari Kabupaten Manggarai, dan satu korban lainnya dari Kabupaten Nagekeo.
BNPB juga mencatat sebanyak 907 orang mengalami luka-luka. Jumlah tersebut bertambah sembilan korban dibandingkan data sebelumnya, dengan seluruh tambahan korban luka-luka dilaporkan berasal dari Kabupaten Ngada.
Jumlah Pengungsi Terus Mengalami Peningkatan
Selain korban meninggal dunia dan korban luka-luka, jumlah pengungsi juga meningkat seiring dengan terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah NTT. Penambahan pengungsi terbesar tercatat di Kabupaten Nagekeo, yakni sebanyak 21.883 jiwa.
Pengungsi juga bertambah di Kabupaten Manggarai sebanyak 9.649 jiwa. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Barat mencatat tambahan pengungsi sebanyak 1.556 jiwa.
Distribusi Bantuan BNPB Capai 729 Ton
BNPB turut melaporkan perkembangan operasi distribusi bantuan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional yang berada di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dari pos tersebut, bantuan dikirimkan menuju Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak.
Secara keseluruhan, total distribusi bantuan yang dilakukan sejak 15 hingga 20 Agustus 2026 mencapai 729 ton. Bantuan tersebut bersumber dari Dana Siap Pakai, BNPB, serta donasi.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pangan dan nonpangan. Bantuan pangan terdiri atas paket sembako, makanan siap saji, obat-obatan, dan mi instan. Adapun bantuan nonpangan meliputi tenda, matras, selimut, kasur, hingga genset.
Penyaluran Bantuan Masih Berlanjut
Pengiriman bantuan melalui jalur udara menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan bencana gempa di NTT. Dengan memanfaatkan pesawat militer, helikopter, dan pesawat kecil, distribusi logistik dapat diarahkan dari Jakarta menuju sejumlah titik yang menjadi pusat penanganan bencana.
TNI AU dan BNPB menyatakan distribusi bantuan masih terus dilakukan guna mendukung masyarakat yang terdampak. Keberlanjutan pengiriman logistik diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama di tengah meningkatnya jumlah pengungsi dan masih berlangsungnya penanganan darurat pascagempa.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment