TNI Dalami Identitas Prajurit yang Terlihat Bersama Arya Wedakarna di Thailand
JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan tanggapan terkait beredarnya foto seseorang berseragam prajurit bersama anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, dalam sebuah acara di Thailand. Acara tersebut turut dikaitkan dengan penyelenggaraan kontes kecantikan transgender dan isu Lesbian, Biseksual, Gay, dan Transgender (LGBT).
Foto Arya Wedakarna bersama seseorang yang mengenakan seragam prajurit beredar di media sosial. Kemunculan sosok berseragam TNI dalam acara tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai identitas, status penugasan, serta alasan kehadirannya di Thailand.
TNI Lakukan Pengecekan Internal
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan dan pendalaman secara internal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah sosok dalam foto benar merupakan personel TNI.
Selain identitas, TNI juga akan menelusuri status penugasan serta konteks keberadaan orang tersebut selama berada di Thailand. TNI belum menyampaikan kesimpulan mengenai sosok yang terlihat mendampingi Arya dalam acara itu.
“Terkait hal tersebut, kami sedang melakukan pengecekan dan pendalaman internal untuk memastikan identitas personel, status penugasan, serta konteks keberadaannya di Thailand,” kata Nas saat dihubungi pada Rabu (2/9).
Nas juga memastikan bahwa peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi internal TNI. Evaluasi itu dilakukan seiring dengan proses pendalaman mengenai kehadiran seseorang berseragam prajurit dalam kegiatan yang dikaitkan dengan isu LGBT.
Penjelasan Arya Wedakarna soal Kehadirannya
Sebelumnya, Arya Wedakarna telah memberikan penjelasan mengenai kehadirannya dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kedatangannya ke Thailand tidak dilakukan dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI.
Arya menyebut dirinya hadir sebagai tokoh Bali dan mewakili sebuah lembaga Hindu. Karena itu, ia menilai kehadirannya tidak berkaitan dengan jabatan yang dimilikinya di lembaga negara.
“Kalau saya yang pasti kemarin acara yang di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu ya. Jadi sebagai tokoh Bali, jadi tidak ada kaitan sama jabatan saya di manapun,” ujar Arya saat dihubungi pada Rabu (2/9).
Menurut Arya, acara tersebut tidak hanya berisi satu kegiatan. Rangkaian agenda di dalamnya meliputi peluncuran pariwisata ASEAN, pemberian penghargaan, pameran, serta diskusi.
Hadir dalam Pemberian Penghargaan
Arya mengatakan dirinya hadir pada sesi pemberian penghargaan dan peluncuran video promosi pariwisata Bali. Dalam kesempatan tersebut, ia menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali.
Ia menjelaskan bahwa video yang diluncurkan berisi promosi mengenai Bali, termasuk alam dan pantainya. Arya menganggap penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi yang patut dihargai, terlepas dari pihak yang memberikannya.
“Mereka sudah membuat video yang baik ya untuk promosi Bali, alamnya, pantainya. Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali,” kata Arya.
Arya juga mengaku tidak mengetahui bahwa acara tersebut kemudian dikaitkan dengan isu LGBT. Ia menyatakan tidak ingin mencampuri latar belakang pihak yang memberikan penghargaan maupun pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, Thailand dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dengan keberagaman gender. Namun, Arya menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara itu berkaitan dengan perannya dalam mewakili masyarakat Bali yang bekerja di sektor pariwisata.
Klaim Arya soal Sosok Berseragam TNI
Terkait seseorang berseragam prajurit yang terlihat bersamanya, Arya menyebut sosok tersebut merupakan pengawal pribadinya. Ia mengatakan pengawal itu mendampinginya selama perjalanan di Thailand untuk memberikan pengamanan.
Arya beralasan kondisi Thailand dinilai cukup rawan sehingga pengawal tersebut selalu berada di dekatnya. Ia juga menyebut adanya sejumlah situasi yang menurutnya menjadi pertimbangan perlunya pengawalan selama berada di negara tersebut.
Meski demikian, identitas dan status sosok berseragam tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh TNI. Keterangan Arya mengenai pengawal pribadi itu menjadi salah satu hal yang perlu didalami untuk memastikan konteks keberadaannya di Thailand.
Kesimpulan
TNI masih melakukan pengecekan internal untuk memastikan identitas seseorang berseragam prajurit yang terlihat bersama Arya Wedakarna dalam sebuah acara di Thailand. Pemeriksaan mencakup identitas personel, status penugasan, serta tujuan kehadirannya di negara tersebut.
Di sisi lain, Arya menegaskan bahwa ia hadir sebagai tokoh Bali dan perwakilan lembaga Hindu, bukan dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI. Ia juga menyebut kehadirannya berkaitan dengan pemberian penghargaan serta promosi pariwisata Bali.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pendalaman TNI. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sosok dalam foto dan konteks keterlibatannya dalam perjalanan Arya ke Thailand.
Sumber: Cnnindonesia


Post Comment