Uji Coba LRT Kelapa Gading-Manggarai: Tempuh 12,2 Km dalam Sekitar 25 Menit
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggelar uji coba penyempurnaan layanan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Kamis (10/9). Uji coba ini menandai perluasan perjalanan LRT yang sebelumnya hanya melayani rute dari Stasiun Kelapa Gading hingga Stasiun Velodrome.
Dalam layanan yang diuji tersebut, LRT Jakarta melintasi jalur sepanjang 12,2 kilometer dan melewati total 11 stasiun. Perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai berlangsung sekitar 25 menit, di luar waktu pemberhentian kereta di Stasiun Rawamangun.
Perjalanan LRT Kelapa Gading-Manggarai Berlangsung Stabil
Perjalanan uji coba dimulai dari Stasiun Kelapa Gading pada pukul 14.55 WIB. Saat memasuki area stasiun, peserta uji coba masih mendapatkan bantuan petugas dalam proses tap kartu di gate. Proses tersebut berlangsung cukup cepat, yakni sekitar dua detik.
Untuk menuju peron, penumpang harus menggunakan tangga atau eskalator karena area peron berada di lantai tiga stasiun. Setibanya di area tersebut, terlihat dua train set LRT, dengan masing-masing rangkaian terdiri atas dua gerbong.
Kondisi bagian dalam gerbong tampak bersih dan sejuk. Interior kereta didominasi warna putih, merah, dan abu-abu. Di setiap gerbong juga tersedia dua tiang yang dapat digunakan oleh pesepeda. Namun, LRT ini belum menyediakan tempat penyimpanan tas atau barang bawaan di bagian atas gerbong.
Kursi penumpang dinilai cukup nyaman, meskipun permukaannya terasa lebih licin dibandingkan kursi pada sejumlah moda transportasi umum lainnya. Secara keseluruhan, laju kereta terasa halus dan stabil. Tidak terdengar hentakan keras ketika kereta mulai bergerak maupun saat berhenti.
Suara Gesekan Terdengar Saat Melewati Tikungan
Salah satu hal yang terdengar selama perjalanan adalah suara gesekan nyaring ketika LRT melewati tikungan. Suara tersebut paling jelas terdengar saat kereta menuju Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall. Bunyi gesekan itu disebut lebih nyaring dibandingkan suara yang terdengar ketika MRT melintasi tikungan, seperti pada rute Fatmawati-Cipete.
Meski demikian, suara tersebut secara umum tidak mengganggu kenyamanan penumpang. Kereta melaju dengan kecepatan rendah ketika melewati tikungan sehingga stabilitas perjalanan tetap terjaga.
Melintasi 11 Stasiun hingga Manggarai
Dalam perjalanan menuju Manggarai, LRT melewati sejumlah stasiun yang termasuk dalam pembangunan fase 1A. Stasiun-stasiun tersebut meliputi Boulevard Utara Summarecon Mall, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.
Kereta kemudian berhenti sejenak di Stasiun Rawamangun, salah satu stasiun baru yang menjadi bagian dari pembangunan LRT fase 1B. Peron di stasiun tersebut terlihat cukup sederhana dengan beberapa banner peresmian LRT Jakarta yang dipasang di sisi peron.
Meski dinilai cukup memadai, tampilan lantai peron masih terlihat kurang rapi. Barisan semen nat pada lantai tampak tidak sejajar antara satu bagian dan bagian lainnya.
Setelah dari Rawamangun, perjalanan dilanjutkan melewati Stasiun Pramuka, Matraman, dan Proklamasi. Di Stasiun Proklamasi, masih terlihat sejumlah petugas yang melakukan perbaikan kaca. Selain itu, terdapat kabel yang tampak menjuntai di sisi peron.
Menjelang Stasiun Manggarai, jalur LRT terlihat semakin tinggi. Dari atas jalur tersebut, penumpang bahkan dapat melihat bagian atas Stasiun KRL Manggarai. Peserta uji coba akhirnya tiba di Stasiun Manggarai pada pukul 15.27 WIB.
Kondisi Stasiun LRT Manggarai
Setelah tiba, peserta uji coba berkesempatan melihat bagian dalam Stasiun LRT Manggarai. Dari area peron menuju lantai bawah untuk keluar atau masuk stasiun, pengguna harus turun sebanyak tiga lantai.
Eskalator yang tersedia memiliki lebar terbatas dan hanya dapat digunakan untuk satu baris penumpang. Area tangga juga terlihat cukup sempit. Sementara itu, lantai dasar stasiun masih tampak kosong meskipun sebelumnya sempat direncanakan untuk diresmikan pada Rabu (26/8).
Belum terlihat kios tenant yang biasanya terdapat di area stasiun. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, area tersebut sedang dipersiapkan. Ia menyebut beberapa tenant, termasuk D’Crepes dan Alfamart, telah melakukan pemesanan tempat.
Peresmian LRT Masih Menunggu Proses
LRT rute Kelapa Gading-Manggarai saat ini masih menjalani sejumlah tahapan uji coba penyempurnaan layanan. Pemerintah juga berencana mengadakan uji coba yang melibatkan masyarakat umum melalui undangan dan pendaftaran terbuka.
Namun, hingga uji coba berlangsung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengumumkan tanggal resmi peresmian layanan tersebut. Budi menyatakan bahwa proses peluncuran masih berjalan dan masyarakat diminta menunggu informasi berikutnya.
Peserta Menilai LRT Nyaman, tetapi Khawatir soal Kepadatan
Sejumlah peserta yang pertama kali menaiki LRT Kelapa Gading-Manggarai menilai moda transportasi ini dapat menjadi pilihan untuk perjalanan yang lebih singkat. Daffa Ridwan, seorang jurnalis, mengatakan LRT berpotensi memudahkan mobilitas dari Manggarai menuju Kelapa Gading tanpa harus menghadapi kemacetan.
Meski begitu, terdapat kekhawatiran mengenai kapasitas gerbong apabila jumlah penumpang meningkat. Lydia, salah satu peserta uji coba, menilai dua gerbong dalam satu rangkaian berpotensi terasa sempit ketika kondisi kereta ramai.
Di sisi lain, Lydia menyebut perjalanan LRT terasa sangat halus, termasuk ketika melewati stasiun-stasiun baru. Proses tap kartu di gate juga dinilai tidak memerlukan waktu lama.
Keluhan yang paling sering disampaikan peserta berkaitan dengan suara gesekan rel ketika kereta melewati tikungan. Dinda, peserta uji coba lainnya, mengaku sempat merasa khawatir karena suara tersebut. Namun, ia tetap menilai perjalanan LRT cukup nyaman.
Dinda juga tertarik dengan informasi tarif LRT Jakarta yang disebut sebesar Rp5.000. Menurutnya, tarif tersebut cukup terjangkau dan dapat menjadi alternatif perjalanan menuju wilayah Jakarta Utara.
Kesimpulan
Uji coba LRT Kelapa Gading-Manggarai menunjukkan bahwa perjalanan sepanjang 12,2 kilometer menuju Manggarai dapat ditempuh sekitar 25 menit. Kereta dinilai berjalan stabil, nyaman, dan memiliki proses tap kartu yang cepat. Sejumlah hal masih menjadi perhatian, seperti suara gesekan saat menikung, keterbatasan ruang gerbong, serta penyelesaian fasilitas di beberapa stasiun.
Layanan ini masih berada dalam tahap uji coba penyempurnaan dan belum memiliki jadwal peresmian resmi. Dengan adanya rencana pelibatan masyarakat umum dalam uji coba berikutnya, evaluasi terhadap kenyamanan, kapasitas, dan kesiapan stasiun diharapkan terus dilakukan sebelum layanan LRT Kelapa Gading-Manggarai diluncurkan secara resmi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment