Elkan Baggott Ungkap Alasan Tinggalkan Ipswich Town dan Target Promosi Bersama Millwall
Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, mengungkapkan alasan di balik keputusannya memulai lembaran baru bersama Millwall. Pemain berusia 23 tahun tersebut memilih melanjutkan karier di klub yang berlaga di divisi Championship musim 2026/2027 setelah merasa tidak mendapatkan kesempatan bermain yang cukup di Ipswich Town.
Baggott mengaku frustrasi karena berpotensi hanya menjadi pilihan keempat di posisi bek tengah apabila tetap bertahan bersama Ipswich. Kondisi tersebut membuatnya kembali menjalani masa peminjaman demi memperoleh menit bermain dan pengalaman bertanding yang lebih banyak.
Elkan Baggott Tak Ingin Jadi Pilihan Keempat
Selama berada di Ipswich Town, Baggott memang sempat masuk ke dalam skuad utama. Namun, ia belum menjadi pilihan utama dalam susunan lini belakang tim berjuluk The Tractor Boys tersebut. Situasi itu membuat peluangnya untuk tampil secara reguler menjadi sangat terbatas.
Baggott menyebut dirinya telah diberi tahu mengenai posisi dalam hierarki bek tengah Ipswich pada awal tahun. Ia bahkan diperkirakan hanya akan tampil dalam beberapa pertandingan menjelang berakhirnya musim.
“Saya tidak akan berbohong, situasi itu membuat frustrasi. Di awal tahun saya diberi tahu bahwa akan jadi bek tengah pilihan keempat. Bahkan mungkin hanya akan berlaga dalam enam, tujuh, delapan, sembilan, atau 10 pertandingan jelang musim berakhir,” kata Baggott, dikutip dari Southwark News.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Baggott tidak ingin hanya berstatus sebagai pemain pelapis tanpa kesempatan tampil. Bagi seorang pemain yang masih berada dalam usia produktif, menit bermain menjadi bagian penting untuk menjaga perkembangan serta membangun kepercayaan diri di lapangan.
Lima Kali Dipinjamkan dalam Enam Musim
Keputusan Baggott untuk melanjutkan karier bersama klub lain juga tidak terlepas dari riwayat peminjamannya. Dalam enam musim terakhir, bek dengan tinggi 196 sentimeter itu telah dipinjamkan ke lima klub berbeda.
Langkah tersebut menjadi jalan bagi Baggott untuk mendapatkan jam terbang yang tidak diperolehnya secara maksimal di Ipswich Town. Meskipun pernah dipanggil ke skuad utama, ia tetap kesulitan menembus persaingan di lini pertahanan klub tersebut.
Berdasarkan catatan yang disampaikan, Baggott hanya tampil dalam sembilan pertandingan bersama Ipswich Town di berbagai kompetisi. Penampilannya tersebar di ajang EFL Trophy, League One, EFL Cup, dan FA Cup.
Minimnya kesempatan bermain itu semakin terasa karena tidak ada pemain di lini belakang Ipswich yang mengalami cedera atau harus absen akibat larangan bertanding. Dengan demikian, persaingan untuk mendapatkan tempat di tim utama berlangsung dalam kondisi yang cukup ketat.
“Lini belakang Ipswich tidak ada pemain yang cedera atau mendapat larangan bertanding. Saya tidak banyak mendapat waktu bermain sama sekali tahun lalu. Situasi itu membuat saya frustrasi,” ujar pemain kelahiran Bangkok, Thailand tersebut.
Pengalaman Promosi Bersama Ipswich
Di balik kekecewaan karena jarang tampil, Baggott tetap menyimpan pengalaman positif selama berada di Ipswich Town. Ia bersyukur pernah menjadi bagian dari klub yang berhasil meraih promosi ke Premier League 2026/2027.
Menurut Baggott, berada di lingkungan tim yang berhasil promosi memberikan banyak pelajaran berharga. Ia berada bersama Ipswich sepanjang tahun dan dapat menyaksikan langsung proses sebuah tim dalam mencapai target besar.
“Di sisi lain, saya pernah berada di dalam tim yang promosi ke Premier League. Saya bersama mereka sepanjang tahun dan ada banyak pelajaran yang saya ambil dari sana. Rasanya menyenangkan bisa berada di dalam lingkungan tim yang berhasil promosi,” tuturnya.
Pengalaman tersebut kini ingin dibawa Baggott ke klub barunya, Millwall. Ia berjanji akan memberikan kemampuan terbaik dan berusaha membantu tim yang berbasis di sisi tenggara London tersebut mencapai targetnya.
Bidik Promosi Bersama Millwall
Baggott tidak sekadar ingin mendapatkan menit bermain lebih banyak bersama Millwall. Ia juga memiliki ambisi besar untuk membawa klub tersebut promosi ke Premier League secepat mungkin.
Menurutnya, Millwall memiliki kemampuan untuk bersaing dan tampil di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Target promosi menjadi motivasi utama Baggott dalam menghadapi musim baru bersama klubnya tersebut.
“Tujuan utamanya adalah promosi ke Premier League. Setelah musim lalu dan masuk ke musim ini, promosi adalah tujuannya,” tegas Baggott.
Kesimpulan
Perpindahan Elkan Baggott ke Millwall menjadi kesempatan penting untuk mengubah situasi kariernya. Setelah merasa berpotensi hanya menjadi bek tengah pilihan keempat di Ipswich Town, ia kini berharap dapat memperoleh peran dan waktu bermain yang lebih besar.
Selain mengejar perkembangan pribadi, Baggott juga membawa target kolektif yang ambisius, yakni membantu Millwall meraih promosi ke Premier League. Pengalaman bersama Ipswich Town, terutama saat klub tersebut berhasil naik kasta, diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi perjalanan barunya bersama Millwall.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment