Janice Tjen Mundur dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 karena Wajib Ikuti WTA 1000 Beijing
JAKARTA – Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, memastikan tidak akan tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keputusan tersebut disampaikan Janice melalui unggahan di media sosial pada Jumat (11/9) malam.
Petenis yang kini menempati peringkat ke-36 dunia itu harus melewatkan pesta olahraga Asia karena jadwal Asian Games bertepatan dengan turnamen WTA 1000 wajib di Beijing. Setelah melalui sejumlah pertimbangan, Janice akhirnya memilih mengikuti rangkaian lanjutan WTA Tour.
Keputusan tersebut membuat Janice tidak dapat membela Indonesia pada Asian Games tahun ini. Ia mengakui bahwa pilihan itu bukan hal mudah, mengingat dirinya selalu merasa bangga ketika mendapat kesempatan memperkuat Merah Putih di berbagai ajang internasional.
Janice Tjen Tidak Mendapat Pengecualian dari WTA
Dalam pernyataannya, Janice menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima konfirmasi dari WTA terkait permohonan pengecualian untuk tampil di Asian Games. Namun, pengecualian tersebut tidak diberikan sehingga ia tetap harus memenuhi kewajiban tampil pada turnamen WTA 1000 di Beijing.
“Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan yang tidak mudah bahwa saya tidak dapat bertanding di Asian Games tahun ini, yang berlangsung bersamaan dengan turnamen WTA 1000 wajib di Beijing,” tulis Janice dalam unggahannya di Instagram.
Janice kemudian menyampaikan bahwa WTA telah mengonfirmasi dirinya tidak memperoleh izin khusus untuk bertanding di Asian Games. Kondisi tersebut membuat jadwal pertandingan menjadi faktor utama dalam keputusan penarikan dirinya dari ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
“Kami telah menerima konfirmasi dari WTA bahwa sayangnya, saya tidak mendapatkan pengecualian untuk dapat bertanding di Asian Games,” lanjutnya.
Ada Konsekuensi Jika Absen dari WTA Mandatory
Sebagai salah satu petenis papan atas WTA, Janice dapat menghadapi konsekuensi apabila tidak tampil dalam turnamen yang berstatus wajib. Ajang tersebut dikenal sebagai WTA 1000 mandatory dan menjadi bagian penting dalam kalender kompetisi tenis putri.
Potensi Sanksi bagi Petenis
Turnamen WTA mandatory yang disebut dalam laporan tersebut mencakup kompetisi di Indian Wells, Miami, Madrid, dan Beijing. Petenis yang tidak dapat mengikuti ajang wajib itu berpotensi menerima sejumlah hukuman.
Konsekuensi yang dapat diberikan meliputi denda finansial, penalti poin, hingga pemotongan bonus pada akhir tahun. Pertimbangan terhadap risiko tersebut turut menjadi bagian dari keputusan Janice untuk tetap mengikuti jadwal WTA Tour yang bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Janice Tetap Bangga Membela Indonesia
Janice sebelumnya telah beberapa kali mewakili Indonesia dalam ajang multievent. Ia juga tercatat pernah tampil pada Asian Games 2022. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki kedekatan dengan perjuangan membela tim nasional dan membawa nama Indonesia di panggung internasional.
Meski tidak dapat tampil pada Asian Games 2026, Janice menegaskan bahwa dirinya selalu senang dan bangga ketika mendapat kesempatan membela negara. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas berbagai peluang yang telah diperoleh sepanjang kariernya.
“Ini bukan keputusan yang mudah bagi saya. Saya selalu senang dan bangga bisa mewakili Indonesia serta membela tim nasional kapan pun saya mendapat kesempatan,” ujar Janice.
Menurut Janice, kesempatan membela Indonesia telah memberinya pengalaman berharga. Ia menyebut pernah meraih medali di Asian Games dan SEA Games, serta membantu Indonesia meraih promosi di Billie Jean King Cup tahun ini.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan-kesempatan yang telah saya miliki untuk mewakili Indonesia, termasuk meraih medali di Asian Games dan SEA Games, serta membantu Indonesia meraih promosi di Billie Jean King Cup tahun ini,” katanya.
Fokus pada Perjalanan di WTA Tour
Keputusan Janice untuk tidak tampil di Asian Games tidak mengurangi rasa bangganya sebagai atlet Indonesia. Ia tetap memandang kesempatan berlaga di WTA Tour sebagai bagian dari kiprahnya di panggung internasional.
Dengan demikian, Janice akan melanjutkan perjalanannya di kompetisi WTA, termasuk turnamen wajib di Beijing yang berlangsung bersamaan dengan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sementara itu, Indonesia harus tampil tanpa salah satu petenis putri terbaiknya pada pesta olahraga Asia tersebut.
Kesimpulan
Janice Tjen dipastikan absen dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 karena harus mengikuti turnamen WTA 1000 mandatory di Beijing. Tidak adanya pengecualian dari WTA membuatnya perlu memilih antara membela Indonesia atau memenuhi kewajiban kompetisi WTA.
Walaupun keputusan tersebut terasa berat, Janice tetap menegaskan kebanggaan dan komitmennya untuk mewakili Indonesia. Ke depan, ia akan melanjutkan kiprah di WTA Tour, sementara kontribusinya bagi tim nasional tetap menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment