Manchester United Disebut Buat Kesalahan Terbesar karena Gagal Merekrut Kylian Mbappe

Manchester United disebut telah melakukan salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah klub setelah gagal merekrut Kylian Mbappe. Penilaian tersebut muncul karena pemain yang pernah dipantau The Red Devils sejak masih memperkuat tim muda AS Monaco itu kini berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik dunia dan bersinar bersama Real Madrid.

Mbappe sebenarnya sudah menarik perhatian Manchester United sejak 2015. Saat itu, Ryan Giggs yang menjadi bagian dari staf pelatih Manchester United mendapat rekomendasi mengenai seorang pemain muda berbakat di Prancis. Namun, setelah melalui proses pemantauan, klub memilih tidak melanjutkan rencana untuk merekrut penyerang tersebut.

Mbappe Menjelma Menjadi Bintang Dunia

Kylian Mbappe kini dikenal sebagai salah satu pemain paling menonjol di dunia. Pemain berusia 27 tahun itu memiliki catatan impresif bersama tim nasional Prancis. Ia mengantar Les Bleus melaju ke final Piala Dunia pada 2018 dan 2022.

Pada Piala Dunia 2018, Mbappe berhasil membawa Prancis meraih gelar juara dunia. Empat tahun kemudian, ia kembali menunjukkan kualitasnya dengan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dan memenangkan sepatu emas pada Piala Dunia 2022.

Performa Mbappe bersama Prancis terus berlanjut. Pada Piala Dunia 2026, ia disebut menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia. Catatan tersebut semakin mempertegas statusnya sebagai pemain yang memiliki pengaruh besar di level internasional.

Perjalanan Karier Mbappe dari Monaco ke PSG

Mbappe mulai bersinar ketika membela AS Monaco. Penampilannya bersama klub Prancis tersebut membuat sejumlah klub besar Eropa tertarik untuk merekrutnya, termasuk Manchester United yang telah memantau sang pemain sejak masih berada di tim muda Monaco.

Pada 2018, Mbappe kemudian pindah ke Paris Saint-Germain. Kepindahan tersebut berlangsung dengan nilai transfer 162 juta poundsterling atau sekitar Rp3,85 triliun. Nilai itu menjadikannya sebagai salah satu transfer terbesar dalam sejarah sepak bola.

Setelah tampil mengesankan bersama PSG, Mbappe terus berkembang sebagai pemain utama di level klub maupun tim nasional. Namanya semakin dikenal luas dan kini ia disebut bersinar bersama Real Madrid.

Ryan Giggs Sempat Mendapat Rekomendasi

Peluang Manchester United untuk mendapatkan Mbappe terbuka pada 2015. Ketika itu, Ryan Giggs sedang mencari pemain berbakat di Prancis. Dalam perjalanan kembali ke hotel, Giggs bertemu seseorang bernama Lionel yang mengaku sebagai penggemar berat Manchester United dan sang mantan pemain Wales tersebut.

Lionel kemudian merekomendasikan Mbappe kepada Giggs. Ia menyebut pemain muda itu tampil untuk Monaco dan dianggap memiliki kualitas yang cocok bagi Manchester United. Setelah pertemuan tersebut, Lionel mengirimkan data mengenai Mbappe melalui surat elektronik.

“Tapi saya sering menonton pertandingan sepak bola usia muda di Prancis, dan Anda harus melihat pemain ini. Namanya Kylian Mbappe. Dia bermain untuk Monaco dan menurut saya dia adalah pemain yang cocok untuk Manchester United,” kata Giggs.

Giggs bersama Albert, salah satu asisten pelatih Manchester United lainnya, kemudian menyaksikan beberapa pertandingan tim muda Monaco. Keduanya langsung melihat potensi besar yang dimiliki Mbappe.

“Kami menonton beberapa pertandingan tim muda Monaco dan melihat aksinya, lalu kami pun berkata, ‘Wow, luar biasa sekali ini?’ Anda bisa melihat pemain dan menilai mereka istimewa, namun dia jelas terlihat luar biasa,” tutur Giggs.

Tim Pemandu Bakat MU Tidak Melanjutkan Proses Rekrutmen

Setelah menyaksikan penampilan Mbappe, Giggs dan tim pelatih Manchester United memberi tahu bagian pemandu bakat klub. Tim pencari bakat tersebut kemudian melakukan pemantauan secara langsung terhadap Mbappe, termasuk ketika Monaco menghadapi PSG di Paris.

Namun, hasil pemantauan itu tidak berujung pada perekrutan. Beberapa minggu setelah pertandingan tersebut, Giggs menanyakan perkembangan laporan kepada salah satu pencari bakat Manchester United. Ia mendapat jawaban bahwa tim tersebut belum terlalu yakin dengan kemampuan Mbappe sehingga proses perekrutan tidak dilanjutkan.

“Monaco sedang menghadapi PSG. Jadi, mereka pergi ke Paris untuk memantau dia. Nah, beberapa minggu kemudian, saya bertanya kepada orang itu, ‘Bagaimana hasilnya?’ Dia menjawab, ‘Ya, mereka tidak terlalu yakin soal dia, jadi kami tidak melanjutkan itu,” kata Giggs.

Disebut sebagai Kesalahan Terbesar Manchester United

Keputusan Manchester United untuk tidak merekrut Mbappe kini dipandang sebagai sebuah kegagalan besar. Menurut Mirror, keengganan The Red Devils mengambil kesempatan tersebut bahkan disebut sebagai kesalahan terbesar yang pernah dilakukan klub.

Penilaian itu tidak terlepas dari perkembangan karier Mbappe setelah meninggalkan Monaco. Ia sukses meraih gelar Piala Dunia, menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2022, serta mencatatkan prestasi besar lainnya bersama klub dan tim nasional.

Kesimpulan

Kisah Kylian Mbappe dan Manchester United menunjukkan betapa sulitnya memprediksi perkembangan seorang pemain muda. Pada 2015, tim pemandu bakat MU belum sepenuhnya yakin terhadap kualitas Mbappe. Namun, pemain tersebut kemudian tumbuh menjadi bintang dunia dengan berbagai pencapaian penting.

Bagi Manchester United, keputusan tersebut kini menjadi catatan yang sulit diabaikan. Sementara itu, perjalanan Mbappe menjadi gambaran bahwa pemain muda yang terlihat istimewa dapat berkembang jauh lebih besar ketika mendapatkan kesempatan dan kepercayaan. Ke depan, kisah ini bisa menjadi pelajaran penting bagi klub-klub besar dalam menilai serta mengambil keputusan terkait talenta muda.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment