Dukungan untuk Gianni Infantino Berkurang, Federasi Sepak Bola Israel Cabut Sokongan
Dukungan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino kembali mengalami pengurangan. Federasi Sepak Bola Israel (IFA) memutuskan untuk mencabut dukungan yang sebelumnya diberikan kepada Infantino. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang dikirim Ketua IFA Shino Moshe Zuares kepada FIFA.
Dalam surat itu, Zuares menjelaskan bahwa perkembangan terakhir di tubuh FIFA telah memicu krisis kepercayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah rencana FIFA Forward Enterprise (FEE), yang sempat mengarah pada penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
IFA Soroti Krisis Kepercayaan di FIFA
Menurut Zuares, perbedaan pandangan antara FIFA dan sejumlah konfederasi sepak bola semakin melebar. Situasi tersebut dinilai telah memengaruhi hubungan di antara berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan sepak bola dunia.
Zuares berharap persoalan itu dapat diselesaikan melalui dialog antara FIFA dan konfederasi-konfederasi sepak bola. Ia menilai komunikasi yang produktif diperlukan agar semua pihak dapat menemukan kembali visi serta arah yang sama dalam mengelola sepak bola global.
“Perkembangan terakhir telah menyebabkan krisis kepercayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang masih kami harapkan dapat diselesaikan antara visi UEFA dan konfederasi lainnya dengan visi FIFA mengenai pengelolaan sepak bola dunia,” tulis Zuares dalam surat tersebut, dikutip dari The Jerusalem Post.
Ia juga menyebut perpecahan antara FIFA dan sejumlah konfederasi bersifat substansial serta mendasar. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan dianggap perlu mempertimbangkan kembali langkah yang akan diambil untuk menentukan arah sepak bola dunia ke depan.
Rencana FIFA Forward Enterprise Tuai Penolakan
Pencabutan dukungan dari IFA terjadi setelah Infantino menghadapi penolakan terhadap program FIFA Forward Enterprise. Program tersebut digagas untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Melalui skema itu, FIFA diharapkan dapat meningkatkan pendapatan organisasi sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi asosiasi-asosiasi anggota. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak dan pada akhirnya dihentikan.
Penghentian rencana FEE tidak serta-merta mengakhiri polemik. Sebaliknya, persoalan tersebut disebut turut memperlebar perbedaan pandangan antara FIFA dan beberapa konfederasi, termasuk UEFA. Perbedaan mengenai pengelolaan sepak bola dunia kemudian berkembang menjadi persoalan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.
IFA Tarik Kembali Surat Dukungan
Dalam suratnya, Zuares menyatakan bahwa IFA tidak memiliki pilihan selain menarik kembali surat dukungan yang sebelumnya telah diberikan kepada Infantino. Meski demikian, ia tetap menyampaikan harapan agar dialog antara FIFA dan seluruh pihak dapat berlangsung secara produktif.
“Dalam situasi yang telah terjadi, kami tidak punya pilihan selain menarik kembali surat dukungan kami sebelumnya, dengan harapan yang tulus bahwa dialog produktif antara semua pihak pada akhirnya akan memulihkan visi dan arah yang sama serta tepat untuk sepak bola dunia,” tulis Zuares.
Keputusan tersebut membuat dukungan terhadap Infantino semakin berkurang. IFA menjadi salah satu federasi yang secara terbuka menyatakan perubahan sikap terhadap kepemimpinan Presiden FIFA tersebut.
Tekanan Meningkat Menjelang Pemilihan Presiden FIFA
Tekanan terhadap Infantino juga meningkat menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya. Sejumlah konfederasi disebut mulai mencari dukungan untuk menggelar kongres luar biasa. Langkah tersebut dapat menjadi bagian dari proses yang mengarah pada mosi tidak percaya terhadap Infantino.
Dengan pencabutan dukungan dari Israel, posisi Infantino menghadapi tantangan yang semakin besar. Perbedaan pandangan terkait pengelolaan sepak bola dunia menjadi isu penting yang berpotensi memengaruhi dinamika politik di dalam FIFA.
Namun, tantangan tersebut belum berarti seluruh dukungan terhadap Infantino hilang. Véron Mosengo-Omba, Presiden Federasi Sepak Bola Republik Demokratik Kongo yang dikenal sebagai salah satu sekutu Infantino, sebelumnya menegaskan bahwa mayoritas asosiasi anggota FIFA masih mendukung sang presiden.
Kesimpulan
Pencabutan dukungan oleh Federasi Sepak Bola Israel menambah tekanan terhadap Gianni Infantino di tengah polemik rencana FIFA Forward Enterprise dan meningkatnya perbedaan pandangan dengan sejumlah konfederasi, termasuk UEFA. IFA menilai situasi tersebut telah menimbulkan krisis kepercayaan yang serius di dalam FIFA.
Ke depan, dialog antara FIFA dan konfederasi-konfederasi sepak bola menjadi faktor penting untuk memulihkan kesamaan visi dalam pengelolaan sepak bola dunia. Sementara itu, dinamika menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya akan menjadi ujian bagi posisi Infantino, meskipun sejumlah pihak masih menyatakan dukungan terhadap kepemimpinannya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment