Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA, Ruang Udara Ditutup
Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) setelah ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri Aljazair setelah berbagai upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral dinilai tidak lagi membuahkan hasil.
Pemerintah Aljazair menyatakan tidak dapat terus menoleransi sejumlah tindakan UEA yang disebut bersifat “provokatif atau bermusuhan”. Namun, pihak Aljazair tidak menjelaskan secara terperinci tindakan apa saja yang menjadi dasar keputusan tersebut.
Aljazair Akhiri Hubungan Diplomatik dengan UEA
Menurut pernyataan yang disampaikan melalui televisi pemerintah Aljazair dan dikutip Al Jazeera, seluruh upaya untuk menjaga hubungan bilateral telah dilakukan. Akan tetapi, rangkaian perkembangan yang terjadi membuat Aljazair memutuskan untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Abu Dhabi.
“Aljazair telah memutuskan untuk menyudahi hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab, setelah semua upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral telah habis dilakukan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Seiring pengumuman itu, Aljazair juga memanggil Duta Besar UEA untuk negara tersebut, Yousef Saif Khamis Subaa Al Ali. Pemanggilan itu dilakukan untuk menyampaikan secara langsung keputusan pemerintah Aljazair mengenai pemutusan hubungan diplomatik.
Ketegangan Aljazair dan UEA Berlangsung Selama Bertahun-tahun
Hubungan antara Aljazair dan UEA telah mengalami ketegangan selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah media Aljazair berulang kali menuduh UEA berupaya memecah belah negara-negara di kawasan. Tuduhan tersebut turut memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya telah memiliki perbedaan pandangan mengenai berbagai isu regional.
Aljazair dan UEA berada pada posisi yang berbeda dalam menyikapi normalisasi hubungan dengan Israel. Aljazair menentang normalisasi tersebut. Sementara itu, UEA dan Maroko, yang merupakan rival regional Aljazair, menjalin hubungan diplomatik dengan Israel melalui Abraham Accords yang dimediasi Amerika Serikat pada 2020.
Perbedaan Sikap dalam Sengketa Sahara Barat
Perbedaan sikap juga terlihat dalam sengketa Sahara Barat yang telah berlangsung selama beberapa dekade. UEA mendukung klaim kedaulatan Maroko atas wilayah tersebut. UEA bahkan memiliki kantor konsulat di kawasan yang disengketakan itu.
Di sisi lain, Aljazair mendukung Front Polisario, kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan Sahara Barat. Perbedaan dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kepentingan Aljazair dan UEA semakin berseberangan di Afrika Utara.
Kepentingan Kedua Negara Bersinggungan di Sahel
Persaingan kepentingan antara Aljazair dan UEA juga semakin terlihat di wilayah Sahel. Dalam beberapa tahun terakhir, UEA memperluas hubungan dengan sejumlah pemerintahan di kawasan tersebut.
Sementara itu, hubungan Aljazair dengan beberapa negara tetangganya di wilayah selatan justru mengalami kerenggangan. Kondisi tersebut terjadi setelah serangkaian kudeta militer berlangsung di sejumlah negara sekitar Sahel.
Perkembangan ini membuat posisi dan kepentingan kedua negara semakin sering bersinggungan. Meski Aljazair tidak merinci tindakan UEA yang dianggap tidak dapat ditoleransi, ketegangan dalam isu regional menjadi bagian penting dari memburuknya hubungan bilateral.
Aljazair Tutup Ruang Udara untuk Penerbangan UEA
Selain memutus hubungan diplomatik, Aljazair memberikan waktu 48 jam kepada UEA untuk mematuhi keputusan tersebut. Pemerintah Aljazair juga mengumumkan bahwa mulai Jumat (11/9), ruang udara negaranya akan ditutup bagi seluruh penerbangan UEA.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa keputusan Aljazair tidak hanya berdampak pada hubungan diplomatik, tetapi juga berpotensi memengaruhi konektivitas langsung antara kedua negara. Penutupan ruang udara menjadi salah satu tindakan konkret yang diumumkan bersamaan dengan pemutusan hubungan diplomatik.
UEA Harap Keputusan Bersifat Sementara
UEA telah memberikan tanggapan atas keputusan Aljazair. Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan harapan agar pemutusan hubungan tersebut hanya bersifat sementara.
Abu Dhabi juga menegaskan tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan antarmasyarakat kedua negara serta kepentingan bersama. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa UEA masih membuka kemungkinan bagi hubungan Aljazair dan UEA untuk kembali membaik pada masa mendatang.
Kesimpulan
Pemutusan hubungan diplomatik antara Aljazair dan UEA menjadi puncak dari ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Perbedaan sikap mengenai hubungan dengan Israel, sengketa Sahara Barat, serta persinggungan kepentingan di kawasan Sahel turut memperumit hubungan kedua negara.
Untuk sementara, Aljazair telah menetapkan langkah tegas melalui pemanggilan duta besar dan penutupan ruang udara bagi penerbangan UEA. Di sisi lain, UEA berharap keputusan tersebut hanya berlangsung sementara dan masih menyatakan komitmen terhadap hubungan antarmasyarakat serta kepentingan bersama. Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah kedua negara dapat membuka kembali jalur komunikasi diplomatik atau justru mempertahankan hubungan yang semakin renggang.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment